Ternyata, Gejala Bipolar pada Anak dan Orang Dewasa Berbeda!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bipolar disorder adalah penyakit mental yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak. remaja, hingga orang dewasa. Penyakit ini bisa muncul kapan saja dan dapat mengubah suasana hati secara drastis, energi, aktivitas, serta konsentrasi penderita. Umumnya, gejala bipolar pada anak dan gejala bipolar orang dewasa tidak berbeda jauh. Lalu apa yang membedakannya?

Gejala umum bipolar disorder

cara menghadapi pasangan bipolar

Penderita bipolar biasanya memiliki gejala yang berbeda-beda. Namun, gejala umum bipolar pada anak dan orang dewasa tidak jauh berbeda. Ada yang mengalami episode mania (manic episode) pada bipolar tipe 1, dan episode depresi (depression episode), serta hipomania pada bipolar tipe 2

Gejala umum dari episode mania adalah:

  • Merasa sangat bahagia, atau justru mudah marah
  • Menjadi lebih hiperaktif
  • Pola pikir menjadi kacau atau tidak terkendali
  • Tidak mudah mengantuk
  • Membicarakan banyak hal dalam satu waktu dengan amat cepat
  • Memiliki nafsu tinggi akan makan dan minum, berhubungan seks, atau hal-hal menyenangkan lainnya
  • Berpikir bahwa Anda dapat melakukan banyak hal tanpa merasa lelah
  • Berpikir bahwa Anda merasa penting, bertalenta, dan berkuasa

Sementara, gejala umum dari episode depresi:

  • Merasa sangat sedih dan khawatir secara berlebihan
  • Merasa kurang beristirahat dan stamina berkurang
  • Tidak bisa berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Merasa susah tidur, bangun terlalu awal atau justru tidur terlalu lama
  • Berbicara menjadi sangat pelan dan hati-hati, mudah lupa, dan merasa tidak ada yang harus dibicarakan
  • Kehilangan ketertarikan kepada berbagai macam kegiatan yang biasanya disukai
  • Tidak bisa melakukan apapun, meski hanya hal sederhana
  • Merasa tidak berharga dan sering berpikir untuk mengakhiri hidup

Hipomania merupakan kondisi mirip mania namun tidak terlalu parah.

Perbedaan gejala bipolar pada anak dan orang dewasa

perawatan gangguan bipolar

Gejala umum bipolar bisa terjadi pada anak maupun orang dewasa.  Namun, tidak selamanya gejala dan penyakit bipolar ini memberikan dampak yang sama kepada anak dan orang dewasa. Khususnya, karena keduanya sedang dalam fase hidup yang juga berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara gejala bipolar pada anak dan orang dewasa, yaitu:

1. Gejala pertama

Gejala pertama dari gangguan bipolar pada anak biasanya adalah episode depresi, bukan episode mania seperti gejala pertama yang biasa ditemukan pada orang dewasa.

Bahkan, seperti yang dikutip dalam bphope, beberapa penelitian menyebutkan 20 hingga 30 persen anak-anak yang telah mengalami depresi umumnya akan merasakan episode mania pada saat tumbuh dewasa.

2. Lama gangguan

Jika dibandingkan dengan bipolar pada orang dewasa, bipolar pada anak sering kali berkelanjutan. Jika pada orang dewasa, gejala bipolar bisa muncul pada saat tertentu, baik episode mania maupun episode depresi. Namun, setelah beberapa waktu, gejala itu akan hilang, bahkan hingga menahun.

Tetapi, pada anak, gejala bipolar dapat berlangsung untuk waktu yang lama dan berkelanjutan. Episode yang dirasakan anak biasanya berganti-ganti, mulai dari depresi dan mania. Keduanya pun bisa saja berganti pada satu hari yang sama.

3. Faktor genetik

Gangguan bipolar yang muncul pada anak sebelum mengalami pubertasi umumnya disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Pada kebanyakan anak yang memiliki gangguan bipolar, keluarga dari kedua sisi umumnya memiliki gejala dari gangguan bipolar ini.

Dibandingkan dengan gejala bipolar orang dewasa yang baru muncul setelah pubertasi, jenis gangguan bipolar yang muncul pada anak-anak cenderung lebih berat dan gejala yang dialami oleh penderita lebih sering muncul.

4. Kesulitan yang dialami

Seperti yang disampaikan oleh Sheryl M. Hakala dan dikutip oleh bphope, berbeda dengan orang dewasa, anak sedang dalam masa pertumbuhan.

Umumnya, anak sedang dalam proses pembentukan karakter seiring dengan tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, jika anak mengalami gangguan ini, proses pembentukan karakter dan jati dirinya menjadi terganggu.

Hal ini dapat menyulitkan diri mereka saat berada pada dunia luar, misalnya lingkungan sekolah, kehidupan sosial di luar rumah, dan transisi dari anak-anak ke remaja saat pubertas yang cenderung menjadi lebih sulit dengan adanya gangguan bipolar ini.

5. Perubahan suasana hati

Gejala bipolar yang satu ini terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun, pada orang dewasa, episode yang mereka rasakan dapat bertahan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum suasana hatinya berubah. Tetapi, mereka juga mengalami kondisi normal di antara episode-episode yang mereka alami.

Sedangkan, pada anak, suasana hati mereka cenderung sering kali berubah dalam waktu singkat. Jadi, episode-episode yang mereka alami tidak berlangsung lama, namun berganti-ganti. Hanya saja, di antara episode-episode yang dialami, jarang sekali ada kondisi normal yang membatasi antara episode satu dengan episode lainnya.

6. Fase yang dialami

Gejala bipolar pada anak cenderung berbeda dengan gejala bipolar orang dewasa. Salah satu contohnya, anak cenderung mengalami “mixed state” atau merasakan kedua episode dalam waktu yang bersamaan. Hal ini membuat anak rentan terhadap gangguan mental lain seperti ADHDanxiety disorder, atau kesulitan dalam belajar dan berkembang.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 28, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca