Efek Samping Minum Obat Pereda Nyeri, dari Ringan Hingga yang Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai jenis obat pereda nyeri (analgetik) dengan keunggulan dan efek samping masing-masing. Memahami efek samping obat-obatan ini sangatlah penting, terutama bila Anda perlu mengonsumsinya dalam jangka waktu panjang.

Efek samping obat pereda nyeri (analgetik) berdasarkan jenisnya

Obat pereda nyeri terbagi menjadi banyak kategori. Beberapa di antaranya bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek, bahkan tanpa resep dokter. Namun, ada pula yang lebih keras sehingga harus disertai dengan resep dokter.

Berikut adalah berbagai jenis obat pereda nyeri (analgetik) yang sering dikonsumsi beserta efek sampingnya.

1. Paracetamol

Paracetamol digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat ringan hingga sedang, seperti sakit kepala. Obat ini biasanya dikonsumsi hanya saat dibutuhkan, tapi penderita nyeri kronis juga bisa meminumnya secara rutin dalam dosis tertentu.

Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang jarang menimbulkan efek samping, kecuali jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping paracetamol, antara lain:

  • Reaksi alergi berupa ruam dan bengkak pada kulit
  • Wajah tampak memerah, denyut jantung dan tekanan darah menurun pada pemberian paracetamol melalui suntikan
  • Penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit
  • Pada kasus overdosis dapat menimbulkan kerusakan hati dan ginjal sehingga berakibat fatal

2. Obat antiinflamasi nonsteroid/Non-Steorid Anti-Inflammation Drugs (NSAID)

NSAID adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat ringan hingga sedang disertai peradangan. Contoh NSAID, antara lain ibuprofen, naproxen, aspirin, diklofenak, dan asam mefenamat.

NSAID aman dikonsumsi dalam dosis kecil atau jangka waktu pendek. Efek samping biasanya muncul jika obat pereda nyeri (analgetik) ini dikonsumsi dalam dosis yang besar dan berkepanjangan.

Berikut adalah efek samping yang perlu Anda waspadai:

  • Sakit perut, luka pada lambung, dan rasa perih pada perut bagian atas akibat naiknya asam lambung (heartburn)
  • Reaksi alergi seperti ruam, batuk, dan pembengkakan pada tenggorokan
  • Kepala berkunang-kunang
  • Telinga pengang
  • Tekanan darah meningkat
  • Pada pengguna aspirin dapat menghambat pembekuan darah

ibuprofen obat apa

3. Kortikosteroid/steroid

Obat pereda nyeri berbasis steroid digunakan apabila obat-obatan lain tidak ampuh mengatasi keluhan. Steroid seperti prednisone, dexamethasone, dan triamcinolone dapat meredakan nyeri dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Kendati pengaruhnya cepat terasa, obat pereda nyeri steroid juga dapat menimbulkan  efek samping. Berikut adalah beberapa keluhan yang mungkin akan Anda alami:

  • Gangguan penglihatan
  • Masalah tidur hingga insomnia
  • Mudah memar
  • Tekanan darah meningkat
  • Rentan mengalami infeksi
  • Nafsu makan meningkat
  • Iritasi lambung

4. Opioid

Opioid digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat menengah hingga berat. Misalnya, pada pasien pascaoperasi atau untuk mengatasi nyeri akibat penyakit kanker. Contoh obat-obatan dari golongan ini di antaranya codeine, morfin, tramadol, dan oxycodone.

Obat-obatan opioid harus dikonsumsi berdasarkan anjuran ketat dari dokter. Pasalnya, penyalahgunaan obat pereda nyeri dari golongan opioid dapat menyebabkan efek samping berupa kecanduan. 

Jika Anda meminumnya sesuai instruksi dokter, efek samping yang muncul biasanya tidaklah parah. Anda mungkin hanya akan mengalami mual atau muntah, sembelit, pusing, mulut terasa kering, serta mengantuk.

Setiap jenis obat pereda nyeri akan memberikan manfaat apabila digunakan dengan bijak. Anda juga dapat berperan aktif untuk mencegah munculnya efek samping, yakni dengan meminum obat pereda nyeri sesuai dosisnya.

Jangan menambah ataupun mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Apabila obat yang Anda konsumsi tidak memberikan perubahan, sampaikan masalah ini kepada dokter agar Anda bisa mendapatkan alternatifnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Ibu Hamil Minum Ibuprofen untuk Redakan Nyeri?

Ibuprofen relatif aman jika dikonsumsi dalam dosis kecil, tapi ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Minum Obat Pereda Nyeri Agar Tetap Aman Tanpa Efek Samping

Setiap obat pereda nyeri memiliki efek samping. Untungnya, ada tips yang dapat dilakukan agar obat pereda nyeri yang Anda minum tetap aman dan efektif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Obat pereda nyeri memang efektif, tapi juga memiliki sederet efek samping. Lalu, berapa banyak dosis aman minum obat pereda nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

Minum Obat Opioid Sembarangan Bisa Bikin Kecanduan, Seperti Ini Prosesnya

Kecanduan opioid dapat terjadi bila obat ini dikonsumsi secara sembarangan. Inilah prosesnya dan cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
menghilangkan pegal setelah bekerja

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
badan mudah pegal

6 Penyebab Badan Mudah Pegal dan Nyeri Beserta Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2019 . Waktu baca 5 menit