Efek Samping dan Komplikasi yang Mungkin Timbul Dari Obat Anestesi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Tergantung dari besar kecilnya skala prosedur medis yang Anda butuhkan, dokter biasanya akan menyuntikkan obat anestesi untuk mematikan rasa sakit pada tubuh Anda selama operasi atau pembedahan. Tindakan anestesi dapat membuat seorang pasien kebal dari rasa sakit dan nyeri untuk sesaat, namun bukan berarti obat anastesi bebas risiko efek samping dan komplikasi setelah efek biusnya mereda.

Apa itu obat anestesi?

Istilah anestesi berasal dari bahasa Yunani yang berarti hilangnya sensasi. Anestesi adalah tindakan medis pra-operasi yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin ditimbulkan selama prosedur dengan cara menghambat sinyal indera perasa menuju otak yang membuat seseorang waspada/bangun atau merasakan sesuatu.

Selama dalam pengaruh obat anestesi, Anda menjadi lebih tenang, tidak merasakan sakit, atau tertidur secara paksa. Anestesi juga berguna untuk mengatur kecepatan bernapas, tekanan dan aliran darah serta denyut dan irama jantung. Saat efek anestesi hilang sinyal saraf akan kembali ke otak sehingga kesadaran dan sensasi yang dialami tubuh kembali normal.

Efek samping obat anestesi dapat mulai muncul saat efek bius hilang. Terdapat banyak faktor yang bisa memicu peningkatan risiko seseorang mengalami efek samping dan dampak dari anestesi, seperti tingkat kesehatan dan kebugaran, serta pola makan dan gaya hidup. Risiko efek samping yang ditimbulkan juga bisa berbeda satu sama lain, tergantung dari jenis obat anestesi yang diterima pasien.

Efek samping dari anestesi umum

Anestesi umum dikenal juga sebagai bius total. Ini merupakan jenis obat anestesi yang menyebabkan pasien benar-benar tidak sadarkan sehingga dan tidak akan merasakan rasa sakit selama operasi. Efek obat ini memengaruhi kerja otak dan seluruh bagian tubuh lainnya.

Anestesi umum dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan obat anestesi ke dalam pembuluh darah vena ataupun dengan menggunakan aliran gas bius lewat pemasangan masker khusus. Jenis anestesi ini digunakan untuk operasi besar dengan mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Terdapat beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan dari anestesi umum antara lain:

  • Reaksi alergi terhadap obat anestetik
  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Kerusakan gigi
  • Penurunan suhu tubuh hingga hipotermia
  • Sakit kepala
  • Nyeri punggung
  • Kegagalan fungsi sistem pernapasan
  • Tersadar ditengah-tengah proses operasi

Dampak komplikasi spesifik yang dapat ditimbulkan dari anestesi umum:

  • Infeksi saluran pernapasan – dapat berupa infeksi pada laring, sakit tenggorokan hingga pneumonia. Hal ini dikarenakan penurunan kesadaran dapat menyebabkan saluran pernapasan tidak terlinggu. Terutama jika efek anestesi membuat pasien mual dan muntah dan cairan muntah tidak sempat untuk dikeluarkan dapat menyebabkan inflamasi dan infeksi di saluran pernapasan hingga paru. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan berpuasa atau membatasi asupan beberapa jam sebelum operasi, dokter juga dapat memberikan obat dengan substansi metoclopramide untuk membantu mengosongkan lambung dan ranitidine untuk meningkatkan kadar pH lambung.
  • Kerusakan saraf tepi – merupakan jenis dampak yang dapat dialami jenis anestesi lainnya; anestesi regional dan lokal. Hal tersebut dapat terjadi karena proses operasi atau posisi tubuh yang menetap dan tidak bergerak dalam waktu yang lama. Bagian tubuh yang paling sering terkena dampak ini adalah lengan bagian atas dan pada kaki di sekitar lutut. Kerusakan saraf dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara menghindari posisi tubuh pasien yang ekstrim dan menghambat aliran darah selama operasi.
  • Emboli – adalah hambatan aliran darah akibat adanya benda asing di dalam pembuluh darah termasuk penggumpalan darah dan udara. Emboli yang disebabkan oleh angina lebih mungkin pada tindakan operasi sistem saraf dan operasi di sekitar tulang pelvis. Risiko dari hal tersebut dapat diminimalisir dengan pemberian profilaksis thromboembolic deterrents (TEDS) dan low molecular weight heparin (LMWH).
  • Kematian – merupakan jenis komplikasi yang paling serius meskipun peluang terjadinya sangat kecil. Kematian akibat bius total merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jenis operasi, tingkat kesehatan pasien dan penyakit penyerta atau kondisi lainnya yang dapat membahayakan proses operasi.

Efek samping dari anestesi regional

Anestesi regional adalah jenis obat anestesi yang berfokus pada kerja saraf dengan cara memblokir kerja saraf motorik, sensori maupun otonom. Anestesi regional dilakukan dengan sasaran saraf tulang belakang ataupun pada cairan cerebrospinal. Anestesi regional memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan anestesi umum, namun memiliki risiko terhadap kerusakan sistem saluran pernapasan.

Efek samping yang dapat ditimbulkan akibat anestesi regional:

  • Rasa nyeri dan sakit kepala
  • Hipotensi
  • Penurunan suhu tubuh hingga hipotermia
  • Perdarahan
  • Keracunan bahan anestetik
  • Reaksi alergi
  • Infeksi tulang belakang
  • Infeksi selubung otak (meningitis)
  • Kegagalan fungsi sistem pernapasan

Berikut beberapa dampak komplikasi spesifik yang dapat disebabkan anestesi regional

  • Total spinal block – merupakan istilah untuk pemblokiran sel saraf tepi yang disebabkan kelebihan dosis zat anestetik yang digunakan pada tulang belakang. Hal tersebut menyebabkan efek paralisis pada otot. Pemblokiran saraf juga dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan saat pasien tidak sadarkan diri. Untuk mengatasi gangguan pernapasan kemungkinan diperlukan tindakan tambahan membuat saluran pernapasan dan ventilasi.
  • Hipotensi – penurunan tekanan darah merupakan dampak dari pemblokiran fungsi saraf simpatetik. Hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dengan cairan tambahan, namun hal tersebut perlu memperhatikan riwayat kesehatan jantung pasien.
  • Defisit neurologis – merupakan penurunan fungsi dari beberapa saraf yang terdapat pada tulang belakang yang dapat bersifat sementara ataupun permanen. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada saraf tulang belakang yang mengakibatkan penurunan kerja saraf sensori dan penurunan kemampuan motorik tubuh.

Efek samping dari anestesi lokal

Anestesi lokal adalah jenis obat anestesi yang digunakan untuk operasi ringan yang melibatkan hanya sebagian kecil dari area permukaan tubuh. Anestesi lokal menyebabkan mati rasa pada bagian kecil tubuh dengan menyuntikan obat anestetik pada area yang akan dibedah untuk menghilangkan rasa sakit. Pasien akan tetap terjaga saat dilakukan bius lokal.

Tidak seperti jenis anestesi umum dan regional, jenis anestesi ini tidak memiliki dampak komplikasi, tetapi masih mungkin untuk menimbulkan beragam efek samping yaitu:

  • Rasa sakit
  • Berdarah
  • Infeksi
  • Kerusakan sebagian kecil saraf
  • Kematian sel

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca