Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Uang termasuk salah satu benda paling kotor karena dihuni berbagai jenis bakteri. Dengan alasan tersebut, Anda disarankan untuk selalu mencuci tangan dengan baik setelah memegang uang lembaran ataupun koin. Sayangnya, meski sudah paham dan mengerti akan hal ini, orang-orang seringkali lupa atau menghiraukan kewajiban untuk mencuci tangan setalah melakukan kontak langsung dengan uang. Bakteri atau kuman pada uang kertas dan koin dapat menempel di tangan, lalu kemungkinan besar masuk ke dalam tubuh secara disadari atau tidak saat Anda memegang mata, hidung, atau mungkin mulut.

Jenis dan risiko penyakit dari bakteri pada uang kertas dan koin

mysophobia, takut kotor, phobia kuman

Mengingat uang telah berpindah dari satu tangan ke tangan lain, tidak heran jika terdapat ratusan hingga ribuan bakteri dan kuman pada uang. Penelitian menunjukkan bahwa dalam selembar uang kertas membawa 3.000 jenis bakteri. Sebagian besar bakteri yang ditemukan merupakan jenis yang biasa terdapat pada kulit manusia, dan sisanya mirip dengan bakteri yang ada dalam mulut.

Meski jumlah dan jenis bakteri pada uang kertas dan koin dari setiap negara berbeda, Anda dapat menjadikan beberapa penelitian dari luar sebagai bayangan mengenai betapa kotornya uang yang setiap hari Anda pegang.

Uang kertas

Dr. Ted Pope dan peneliti lain memprakarsai sebuah studi  tentang uang kertas yang dikumpulkan dari penjual makanan dan toko kelontong. Dr. Ted mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah bakteri yang dikenal dapat menyebabkan keracunan makanan dan pneumonia pada manusia.

Dr. Ted dan kolega juga mengidentifikasi sebanyak 93 bakteri pada uang kertas yang mereka peroleh. Lima lembar uang di antaranya terdapat bakteri yang dapat menyebabkan infeksi atau pneumonia pada orang sehat.

Dari total 59 lembar uang yang digunakan sebagai bahan penelitian, ditemukan beberapa bakteri seperti:

  • Staphylococcus
  • Streptococcus
  • Enterobacter
  • Escherichia vulneris

Semua bakteri tersebut dikenal dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, terutama infeksi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Uang koin

Meski uang koin sekarang ini mungkin lebih jarang Anda gunakan daripada uang kertas, bakteri pada recehan, menurut Shirley Lowe dari University of California, memiliki jumlah bakteri yang hampir sama banyak.

Shirley menyatakan, “Studi yang telah saya lakukan tak hanya menemukan jumlah bakteri yang sama, tetapi juga 18 persen dari koin yang digunakan dalam penelitian terdapat organisme yang termasuk patogen (mikro-organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit).”

Di sisi lain, Shirley mengklaim bahwa sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini. Hal ini berdasarkan alasan karena belum ditemukan kasus penyakit menular akibat bakteri dari uang. Organisme yang ditemukan pada uang memang berpotensi menyebabkan penyakit. Akan tetapi, jumlah bakteri yang ditularkan dari uang kertas dan koin harus signifikan dan hal tersebut sangat jarang terjadi.

Kebersihan tangan tetap harus dijaga

mitos bakteri penyakit

Namun, meski bakteri pada uang kertas atau koin cukup jarang menyebabkan tertular penyakit, bukan berarti Anda melupakan pentingnya untuk menjaga kebersihan pribadi, terutama tangan. Jika berhalangan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun, Anda dapat selalu sedia dan menggunakan hand sanitizer.

Selain itu, hindari memegang area sekitar wajah, terutama bagian sekitar mulut, hidung, dan mata sebelum Anda mencuci tangan atau memastikan tangan sudah bebas dari bakteri.

Tidak ada yang tahu dari mana dan siapa saja yang telah melakukan kontak dengan uang yang sering Anda gunakan setiap hari. Bahkan uang dipercaya termasuk benda yang lebih kotor dari toilet. Oleh karena itu, upayakan untuk selalu mencuci tangan ketika sempat atau ingat. Kebersihan pribadi hanya dapat dijaga dari diri Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . 3 menit baca

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 12/04/2020 . 5 menit baca

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 31/03/2020 . 6 menit baca

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
bau kaki

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
gedung perkantoran ditinggal kosong

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca