Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Uang termasuk salah satu benda paling kotor karena dihuni berbagai jenis bakteri. Dengan alasan tersebut, Anda disarankan untuk selalu mencuci tangan dengan baik setelah memegang uang lembaran ataupun koin. Sayangnya, meski sudah paham dan mengerti akan hal ini, orang-orang seringkali lupa atau menghiraukan kewajiban untuk mencuci tangan setalah melakukan kontak langsung dengan uang. Bakteri atau kuman pada uang kertas dan koin dapat menempel di tangan, lalu kemungkinan besar masuk ke dalam tubuh secara disadari atau tidak saat Anda memegang mata, hidung, atau mungkin mulut.

Jenis dan risiko penyakit dari bakteri pada uang kertas dan koin

mysophobia, takut kotor, phobia kuman

Mengingat uang telah berpindah dari satu tangan ke tangan lain, tidak heran jika terdapat ratusan hingga ribuan bakteri dan kuman pada uang. Penelitian menunjukkan bahwa dalam selembar uang kertas membawa 3.000 jenis bakteri. Sebagian besar bakteri yang ditemukan merupakan jenis yang biasa terdapat pada kulit manusia, dan sisanya mirip dengan bakteri yang ada dalam mulut.

Meski jumlah dan jenis bakteri pada uang kertas dan koin dari setiap negara berbeda, Anda dapat menjadikan beberapa penelitian dari luar sebagai bayangan mengenai betapa kotornya uang yang setiap hari Anda pegang.

Uang kertas

Dr. Ted Pope dan peneliti lain memprakarsai sebuah studi  tentang uang kertas yang dikumpulkan dari penjual makanan dan toko kelontong. Dr. Ted mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah bakteri yang dikenal dapat menyebabkan keracunan makanan dan pneumonia pada manusia.

Dr. Ted dan kolega juga mengidentifikasi sebanyak 93 bakteri pada uang kertas yang mereka peroleh. Lima lembar uang di antaranya terdapat bakteri yang dapat menyebabkan infeksi atau pneumonia pada orang sehat.

Dari total 59 lembar uang yang digunakan sebagai bahan penelitian, ditemukan beberapa bakteri seperti:

  • Staphylococcus
  • Streptococcus
  • Enterobacter
  • Escherichia vulneris

Semua bakteri tersebut dikenal dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, terutama infeksi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Uang koin

Meski uang koin sekarang ini mungkin lebih jarang Anda gunakan daripada uang kertas, bakteri pada recehan, menurut Shirley Lowe dari University of California, memiliki jumlah bakteri yang hampir sama banyak.

Shirley menyatakan, “Studi yang telah saya lakukan tak hanya menemukan jumlah bakteri yang sama, tetapi juga 18 persen dari koin yang digunakan dalam penelitian terdapat organisme yang termasuk patogen (mikro-organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit).”

Di sisi lain, Shirley mengklaim bahwa sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini. Hal ini berdasarkan alasan karena belum ditemukan kasus penyakit menular akibat bakteri dari uang. Organisme yang ditemukan pada uang memang berpotensi menyebabkan penyakit. Akan tetapi, jumlah bakteri yang ditularkan dari uang kertas dan koin harus signifikan dan hal tersebut sangat jarang terjadi.

Kebersihan tangan tetap harus dijaga

mitos bakteri penyakit

Namun, meski bakteri pada uang kertas atau koin cukup jarang menyebabkan tertular penyakit, bukan berarti Anda melupakan pentingnya untuk menjaga kebersihan pribadi, terutama tangan. Jika berhalangan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun, Anda dapat selalu sedia dan menggunakan hand sanitizer.

Selain itu, hindari memegang area sekitar wajah, terutama bagian sekitar mulut, hidung, dan mata sebelum Anda mencuci tangan atau memastikan tangan sudah bebas dari bakteri.

Tidak ada yang tahu dari mana dan siapa saja yang telah melakukan kontak dengan uang yang sering Anda gunakan setiap hari. Bahkan uang dipercaya termasuk benda yang lebih kotor dari toilet. Oleh karena itu, upayakan untuk selalu mencuci tangan ketika sempat atau ingat. Kebersihan pribadi hanya dapat dijaga dari diri Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

    Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

    Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

    Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Berita Dalam Negeri, Berita 11 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

    Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    obat kusta

    Daftar Obat Kusta yang Kerap Diresepkan Dokter

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    penyebab bisul mengobati bisul

    Apa Penyebab Bisul dan Kapan Perlu Diperiksa Dokter?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit