Ini Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pembicaraan mengenai radiasi yang jarang dilakukan menyebabkan masih sering kali timbul kesalahpahaman mengenai hal ini. Beberapa orang mengatakan terpapar radiasi dalam dosis kecil takkan memberi pengaruh kepada tubuh. Namun beberapa orang lain mengatakan berbeda. Bagaimana sebenarnya bahaya radiasi pada tubuh manusia?

Apa itu radiasi?

Radiasi adalah energi yang dilepaskan, baik dalam bentuk gelombang maupun partikel. Berdasarkan muatan listrik yang akan dihasilkannya setelah menumbuk obyek tertentu, radiasi dibagi menjadi radiasi ion dan radiasi non-ion.

Radiasi non-ion mungkin akan lebih sering kita temui di sekeliling kita seperti gelombang radio, gelombang mikro (microwave), inframerah, cahaya tampak dan sinar ultraviolet. Sedangkan kelompok radiasi ion antara lain sinar-X (CT- can), sinar gamma, sinar kosmik, beta, alfa dan neutron.

Bahaya radiasi biasanya lebih umum ditemukan pada jenis radiasi ion, karena sifatnya yang akan memberi substansi bermuatan listrik terhadap obyek yang ditabraknya. Kondisi ini biasanya akan memberikan pengaruh, terutama bila obyek tersebut adalah mahluk hidup.

Bahaya radiasi bagi manusia tergantung pada faktor ini

Penyusun tubuh mahluk hidup terkecil adalah sel. Saat sel berinteraksi dengan radiasi ion, energi dari radiasi akan terserap ke dalam sel dan mampu mengakibatkan perubahan kimiawi pada molekul yang terkandung dalam sel. Perubahan kimiawi inilah yang dapat memicu terjadinya kelainan genetik yang lain. Bahaya radiasi terhadap tubuh manusia sendiri berbeda-beda, bergantung dari:

Sumber radiasi

Paparan yang bersumber dari sinar kosmik biasanya cenderung bisa diabaikan, karena sebelum mencapai tubuh mahluk hidup, radiasi tersebut telah lebih dulu berinteraksi dengan atmosfer bumi.

Radiasi neutron biasanya hanya ditemukan pada reakton nuklir. Sedangkan radiasi beta hanya mampu untuk menembus kertas tipis, begitu pula dengan radiasi alfa yang hanyak mampu menembus beberapa milimeter udara. Namun sinar-X dan sinar gamma, selain terdapat di sekitar manusia, sinar ini berbahaya bila berhasil memapari mahluk hidup.

Hal ini juga dapat dibedakan dengan radiasi yang Anda terima saat Anda melalui mesin scan tubuh di bandara (yang intensitasnya lebih rendah), dengan radiasi yang Anda terima bila Anda tinggal dekat wilayah yang mengalami peristiwa nuklir, karena perbedaan jenis radiasinya.

Banyaknya dosis radiasi yang diterima tubuh

Pada dosis rendah, sel tubuh yang terpapar radiasi masih mampu memulihkan dirinya sendiri dalam waktu yang tak begitu lama. Sel yang rusak hanya akan mati dan digantikan oleh sel yang baru.

Namun pada dosis yang tinggi, sel yang rusak akan memperbanyak diri hingga menjadi sel kanker (terlebih bila pola hidup Anda mendukung untuk terpapar penyakit kanker seperti perilaku merokok, konsumsi makanan rentan karsinogen, dan sebagainya).

Lama paparan

Paparan radiasi pada dosis yang tinggi dalam satu waktu atau jangka pendek juga akan menimbulkan beberapa gejala (yang disebut sindrom radiasi akut) pada tubuh Anda seperti mual, muntah, diare, demam, lemas hingga pingsan, kerontokan rambut, kulit memerah, gatal, bengkak hingga terasa terbakar, nyeri hingga kejang-kejang. Gejala ini tentu akan berbeda bila Anda terpapar dalam jangka waktu lama.

Terkadang kepekaan tubuh seseorang juga mempengaruhi dampak paparan radiasi pada tubuh seseorang. Contohnya, radiasi gamma sebanyak 400 rem akan menyebabkan kematian kepada seseorang bila dipapari sebanyak dua waktu yang berbeda, dengan rentang waktu 30 hari. Namun, dosis yang sama malah tak akan memberi efek apapun bila kita terpapar selama satu tahun dalam dosis merata yang lebih kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Saat menjemur bayi yang baru lahir, atau sekadar berjemur meresapi sinar matahari pagi, Anda harus tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Fakta Menarik Tentang Pusar Alias “Udel” Manusia

Tahukah Anda bahwa udel alias pusar ternyata termasuk salah satu zona sensitif secara seksual? Simak berbagai fakta lain tentang pusar manusia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat teh chamomile

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit