4 Risiko Makan Daging Babi Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Daging babi merupakan salah satu makanan yang cukup banyak diolah di seluruh dunia berkat kandungan gizinya yang tinggi serta rasanya yang lezat. Sayangnya, meski ada berbagai nutrisi yang terkandung dalam daging ini, tetap ada beberapa risiko yang mungkin muncul bila Anda tidak hati-hati saat mengonsumsinya.

Apa saja risiko makan daging babi yang harus diwaspadai? Simak ulasannya berikut ini.

Apa jenis daging babi yang biasanya dimakan?

Sumber: Seious Eats

Berbeda dengan daging celeng atau babi hutan, daging babi yang bisanya dimakan merupakan daging yang diperoleh dari hasil peternakan babi.

Dengan kata lain, daging ini juga didapat dari babi yang dirawat dan diternakkan sehingga tidak jauh berbeda seperti halnya dengan ayam, sapi, kambing, dan juga hewan lainnya yang biasa diternakkan.

Hampir sama seperti daging pada umumnya, daging hewan bertubuh gemuk ini juga mengandung beragam nutrisi. Dalam 100 gram (gr) daging babi segar, terdapat 453 kalori (kal), 11,9 gr protein, dan 45 gr lemak.

Beberapa mineral yang ada di dalam daging babi seperti 7 miligram (mg) kalsium, 117 mg fosfor, 1,8 mg besi, 112 mg natrium, 819,3 mg kalium, 0,22 mg tembaga, dan 0,4 mg seng.

Perhatikan risiko dari daging babi sebelum memakannya

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh Consumer Reports menyebutkan bahwa daging babi punya risiko kontaminasi bakteri Yersinia enterocolitica yang berbahaya. Jika masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri ini bisa menyebabkan demam dan penyakit pada saluran pencernaan. Gejala yang muncul seperti diare, muntah, dan kram perut.

Selain itu, daging hewan bertubuh gemuk ini juga cukup sulit dicerna. Saat Anda makan daging ini, dibutuhkan waktu sekitar enam jam bagi sistem pencernaan untuk mengolah dan mencerna setiap potongannya. Itu sebabnya, konsumsi daging hewan yang satu ini bisa memperlambat proses pencernaan tubuh.

Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa risiko lainnya yang perlu Anda waspadai sebelum makan daging ini. Berikut beberapa risikonya:

1. Kanker kolorektal

menolak pengobatan kanker

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, daging babi olahan yang diproses seperti ham, bacon, dan sosis bisa menjadi salah satu pemicu kanker. Periset menemukan bahwa mengonsumsi 50 gram olahan daging ini setiap hari bisa meningkatkan risiko terserang kanker kolorektal

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Salah satu gejala yang paling terlihat yakni diare, sembelit, sakit perut setelah buang air besar, keluar darah dari anus, tinja berwarna gelap, kram perut, penurunan berat badan drastis. 

2. Penyakit hati

penyakit kanker hati adalah

Selain menyebabkan kanker kolorektal, sebuah studi telah menemukan bukti kuat antara konsumsi daging babi dan penyakit hati. Hal ini disebabkan oleh senyawa N-nitroso, yang banyak ditemukan pada produk olahan daging ini yang dimasak pada suhu tinggi.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, menemukan bahwa konsumsi daging babi merupakan salah satu penyebab tingginya jumlah pengidap penyakit sirosis dan kanker hati di seluruh dunia.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa di samping sering minum alkohol (alkoholisme) dan terinfeksi hepatitis, daging hewan bertubuh gemuk ini seolah punya tempat tersendiri sebagai salah satu penyebab kuat terjadinya penyakit hati.

3. Hepatitis E

hepatitis alkoholik

Produk daging babi, terutama organ hati, seringkali membawa virus hepatitis E yang dapat menyebabkan komplikasi parah hingga berisiko fatal. Jika Anda kurang bersih ketika mengolah dan memasak daging babi lebih rentan terinfeksi virus hepatitis E. 

Virus ini nantinya bisa mengakibatkan demam, kelelahan, penyakit kuning, muntah, nyeri sendi, sakit perut, pembesaran hati, gagal ginjal, bahkan kematian.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, infeksi hepatitis E bisa mengakibatkan penyakit miokarditis (peradangan pada otot jantung), pankreatitis akut (peradangan pada pankreas), gangguan neurologis (masalah pada otak dan sistem saraf), kelainan darah, hingga gangguan muskuloskeletal (menyerang sendi, otot, saraf, ligamen, dan tulang belakang).

4. Cacingan

spasminal obat apa

Makan daging babi yang sudah terkontaminasi larva cacing trichinella bisa menyebabkan cacingan atau penyakit trikinosis. Bukan itu saja, Anda juga dapat terkena infeksi taeniasis yang disebabkan oleh larva dari cacing pita Taenia solium

Semua infeksi cacing tersebut biasanya didapat ketika Anda makan daging babi yang masih mentah atau belum matang sempurna. Pasalnya, parasit cacing tersebut cenderung sulit mati meski sudah melalui proses pemasakan. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak himbauan untuk tidak memakan daging hewan ini yang masih setengah matang. 

Ketika Anda mengalami trikinosis, Anda mungkin mengalami sakit perut, diare, kelelahan, mual, dan muntah. Bahkan, seminggu setelah makan daging yang terinfeksi, cacing betina dewasa sekarang di dalam tubuh Anda menghasilkan larva yang memasuki aliran darah Anda dan akhirnya masuk ke otot atau jaringan lainnya.

Begitu serangan cacing terjadi, gejala infeksi meliputi sakit kepala, demam tinggi, kelemahan umum, sakit otot dan nyeri tekan, mata merah (konjungtivitis), sensitivitas terhadap cahaya, dan pembengkakan kelopak mata atau wajah.

Adakah cara mencegah risiko buruk dari daging babi?

Sumber: The Labrador Site

Jika ingin makan daging babi, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini sebelum mengolah, memasak, atau mengonsumsinya agar tetap aman bagi Anda. 

  • Pilih daging yang segar, bukan yang olahan dan sudah dikemas di pabrik untuk menghindari risiko kanker.
  • Saat memasak daging, gunakan termometer daging untuk memastikan suhu itu mencapai suhu yang tepat, yang dapat membunuh bakteri berbahaya. Pastikan Anda memasak sampai suhu paling tidak 71 derajat Celsius.
  • Pisahkan daging ini dari makanan mentah lainnya di dapur untuk menghindari kontaminasi.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air yang mengalir setelah memegang daging ini.

Pilih daging babi dan produk daging lainnya yang diternak tanpa menggunakan obat-obatan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membeli daging organik bersertifikat, dari hewan yang dibesarkan tanpa antibiotik atau ractopamine.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 13, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca