Minum Antibiotik Terlalu Lama Lewat dari Resep Dokter, Tingkatkan Risiko Batu Ginjal Pada Anak

Batu ginjal terbuat dari kelebihan mineral seperti kalsium dan oksalat atau asam urat, yang akhirnya mengeras dan mengkristal seperti batu. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal dalam tubuh, mulai dari pola makan yang salah sampai masalah pencernaan tertentu. Namun, obat-obatan yang Anda pakai juga dapat menjadi penyebab ginjal lain yang mungkin tak pernah Anda sadari. Terutama antibiotik resep yang diminum melewati jangka waktunya. Kenapa bisa begitu?

Antibiotik yang diminum terlalu lama bisa jadi penyebab batu ginjal

Batu ginjal dari dulu lebih dikenal sebagai penyakitnya orang tua dan jarang terjadi pada anak-anak. Namun menariknya, angka kasus batu ginjal justru meningkat secara dramatis pada kelompok anak dan remaja dalam beberapa tahun belakangan. Sejumlah pakar kesehatan menduga bahwa ini ada kaitannya dengan penggunaan antibiotik oral, khususnya ketika diminum berkepanjangan melewati jangka waktu dosis yang sudah ditentukan dokter. Apalagi jika Anda beli antibiotik tanpa resep dokter.

Sebuah penelitian yang dilakukan American Society of Nephrology melaporkan bahwa obat antibiotik minum berperan besar dalam peningkatan kasus batu ginjal. Sebanyak 30% orang yang terlibat dalam penelitian tersebut diketahui minum antibiotik yang tidak sesuai dengan penyakit yang diderita.

Nah, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan dan paling berisiko terkena batu ginjal akibat pemakaian antibiotik yang tidak perlu. Beberapa antibiotik yang paling sering diresepkan untuk anak-anak adalah obat antibiotik golongan cephalosporin, fluoroquinolone, sulfa, nitrofurantoin/methenamine, dan penisilin guna mengobati radang amandel, infeksi saluran kencing, atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Kenapa bisa begitu?

Menyimpulkan dari berbagai penelitian yang ada, dicurigai bahwa kandungan obat antibiotik dapat membuat perubahan pada ekosistem usus yang bisa memengaruhi metabolisme pengolahan makronutrien dari makanan. Semakin banyak jumlah kalsium dan protein yang harus diproses oleh ginjal, semakin meningkatkan risiko Anda terhadap batu ginjal.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga antibiotik berperan langsung sebagai penyebab batu ginjal. Dalam penelitian American Society of Nephrology ditemukan bahwa batu ginjal bisa terbentuk setelah konsumsi obat antibiotik selama 3-12 bulan berturut-turut. Namun hal ini tidak berarti antibiotik merupakan satu-satunya penyebab batu ginjal.

Minum antibiotik harus sesuai resep dokter

Antibiotik sangat efektif untuk mengobati penyakit akibat infeksi dan telah terbukti mampi menyelamatkan banyak jiwa jika diberikan sesuai indikasi. Namun, penggunaannya yang harus lebih diperhatikan. Saat ini, antibiotik sudah banyak dijual bebas. Di berbagai apotek, kita dapat membeli antibiotik tanpa harus menggunakan resep.

Pada dasarnya, penggunaan antibiotik harus diresepkan oleh dokter dan dosis serta ketentuan jangka panjangnya harus disesuaikan dengan indikasi penyakit. Dokter juga harus lebih mempertimbangkan apakah penggunaan antibiotik benar-benar perlu untuk pasien anak kecil, beserta kemungkinan efek sampingnya.

Jangan beli antibiotik tanpa resep dokter. Jika anak Anda sakit, sebaiknya segera pergi ke dokter agar diberikan obat yang paling tepat dan lebih aman.

Baca Juga:

Sumber
dr. Deiby Sihombing Kesehatan
dr. Deiby Sihombing adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya Jakarta. Saat ini bekerja di salah satu klinik kecantikan di Jakarta.
Selengkapnya