Ternyata, Buah Jeruk Juga Bisa Bikin Alergi!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Buah-buahan citrus, alias jeruk-jerukan, ternyata membawa efek samping pada orang-orang tertentu, salah satunya alergi. Alergi terhadap buah citrus memang jarang terjadi, tetapi tidak ada salahnya bukan untuk tetap waspada terhadap kondisi ini?

Jika membiarkan alergi terhadap berbagai jenis jeruk ini dibiarkan, tentu saja akan menimbulkan reaksi yang cukup parah. Oleh karena itu, untuk mengurangi potensi tersebut yuk tambah pengetahuan seputar alergi citrus/jeruk berikut.

Apa saja gejala dari alergi buah citrus (jeruk)?

gejala alergi dingin

Buah citrus memiliki berbagai jenis. Itu sebabnya, jika memiliki alergi terhadap buah citrus, Anda mungkin juga harus menghindari berbagai jenis jeruk yang termasuk ke dalam kelompok buah ini.

Sebelum mengetahui gejala alergi yang muncul, Anda perlu mengetahui jenis jeruk apa saja yang termasuk ke dalam kelompok buah citrus, di antaranya:

  • Jeruk
  • Jeruk nipis
  • Lemon
  • Jeruk bali
  • Jeruk limau

Mudahnya, buah citrus adalah buah yang mengandung citric acid. Apabila Anda secara tidak sengaja menyentuh (dermatitis kontak) atau mengonsumsi buah di atas, bisa jadi akan muncul gejala alergi.

Tanda umum yang akan muncul jika Anda mengalami alergi jeruk, yaitu:

  • Merasakan sensasi kesemutan pada bibir, lidah, dan tenggorokan
  • Terjadi pembengkakan berwarna merah pada gusi dan bibir.
  • Kulit melepuh terasa seperti terbakar
  • Kulit kering dan mengelupas
  • Merasakan sensasi gatal
  • Kulit terlihat merah dan mengalami pembengkakan.

Apabila Anda mengonsumsinya, pada kasus tertentu, reaksi dari alergi buah citrus bahkan juga bisa menyebabkan reaksi anafilaktik.

Reaksi anafilaktik merupakan reaksi alergi parah yang sangat gawat dan membutuhkan penanganan segera ke unit gawat darurat terdekat. Beberapa gejala reaksi anafilaktik akibat alergi, yaitu:

  • Gatal-gatal
  • Kulit memerah
  • Daerah sekitar mulut dan tenggorokan bengkak sehingga sulit bernapas
  • Asma
  • Diare, mual, dan muntah
  • Tekanan darah rendah sehingga badan terasa lemah
  • Denyut nadi cepat

Penyebab alergi buah citrus

alergi benzoil peroksida kulit kering gatal

Umumnya, reaksi alergi terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang salah mengenali bahwa citrus adalah alergen. Nah, jenis alergi yang satu ini biasanya juga terjadi pada orang yang sensitif terhadap serbuk sari.

Sebuah penelitian pada tahun 2013 menunjukkan bahwa orang yang menderita alergi serbuk sari rentan juga terkena alergi citrus.

Penelitian tersebut memperlihatkan ketika mereka diberikan kulit jeruk, 39% di antaranya menunjukkan reaksi alergi. Meskipun demikian, tidak semua orang yang alergi serbuk sari juga bereaksi yang sama terhadap buah citrus.

Jenis makanan yang harus dihindari

lemon menurunkan berat badan

Segala jenis jeruk dan lemon sudah sepatutnya tidak Anda sentuh dan konsumsi jika memiliki alergi. Nah, selain buah-buahan tersebut, ada pula beberapa makanan yang memiliki kandungan citrus di dalamnya, antara lain:

  • Minuman dan jus dengan kandungan buah citrus
  • Es krim dan yogurt rasa buah
  • Jelly
  • Teh herbal
  • Saus, mayones, dan kecap asam manis
  • Ikan panggang dan bakar, bebek, dan udang
  • Suplemen vitamin C
  • Makan-makanan manis, seperti kue dan permen

Walaupun sebenarnya yang berbahaya adalah mengonsumsi buah citrus yang masih mentah atau alami, tak ada salahnya jika Anda meneliti lagi sebelum mengonsumsi makanan di atas.

Jika Anda memiliki alergi dan ingin mengonsumsi makanan yang memiliki sensasi rasa masam seperti dalam buah citrus, terdapat beberapa alternatif yang bisa Anda pilih, di antaranya:

  • Cuka
  • Anggur putih
  • Brokoli
  • Kiwi
  • Kembang kol
  • Pepaya
  • Mangga

Bagaimana cara mendeteksi adanya alergi terhadap buah citrus?

alergi memicu depresi

Unuk mengetahui apakah Anda alergi dengan jeruk atau kelompok buah citrus lainnya, dokter mungkin akan menyarankan tes alergi dengan uji tusuk kulit.

Caranya, dokter akan menusukkan jarum yang telah mengandung kulit buah citrus ke kulit Anda. Jika muncul lingkaran merah kecil setelah 15-20 menit berlangsung, artinya Anda alergi.

Mengetahui bahwa Anda memiliki alergi dapat membantu Anda menghindarkan diri dari mengonsumsi atau bahkan menyentuh buah jeruk di waktu mendatang.

Pertolongan pertama ketika mengalami alergi citrus (jeruk)

obat antihistamin untuk alergi

Memiliki alergi terhadap apapun tentu saja membuat Anda harus terus siaga. Apalagi alergi terhadap buah-buahan yang sering ditemui di negara tropis ini.

Obat-obatan di bawah ini mungkin tidak dapat mengatasi alergi jeruk secara kesuluruhan. Namun, mengonsumsinya dapat meredakan reaksi alergi yang muncul.

1. Obat-obatan

Umumnya, obat-obatan yang direkomendasikan dokter untuk meringankan gejala alergi bisa ditemukan di apotek terdekat. Contohnya,

  • Antihistamin
  • Inhaler
  • Losion atau salep

2. Imunoterapi

Imunoterapi memang biasa digunakan untuk mengobati reaksi alergi yang ditimbulkan, tidak terkecuali dari buah citrus.

Tujuan dari injeksi imunoterapi ini adalah untuk mengurangi respons imun tubuh dan sensitivitas secara rutin. Metode ini cukup sering dipakai oleh penderita alergi serbuk sari dengan cara mengonsumsi tablet di bawah lidah mereka.

3. Epinefrin

Pada orang-orang tertentu, reaksi alergi buah citrus bisa menimbulkan gejala anafilaktik yang cukup berbahaya. Nah, untuk mengatasi gejala tersebut harus selalu tersedia injeksi epinefrin untuk keadaan darurat.

Sebelumnya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan obat ini.

Kapan saya harus ke dokter?

tanya dokter

Jika Anda mengalami gejala reaksi alergi terhadap buah jeruk, segera konsultasikan kepada dokter Anda. Biasanya, mereka akan melakukan tes dengan jarum dan tes darah untuk memastikan kondisi Anda.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk segera menemui dokter ketika gejala awal alergi mulai muncul.

Alergi terhadap buah citrus atau kelompok jeruk lainnya memang jarang terjadi, tetapi tetap tidak boleh disepelekan. Selain buahnya sering ditemukan dan dikonsumsi, risiko yang cukup berbahaya dapat mengintai Anda jika dibiarkan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca