6 “Fakta” Tentang Detak Jantung Manusia yang Ternyata Salah Besar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Meski Anda bukan seorang atlet, Anda perlu mengetahui tentang serba-serbi detak jantung untuk membantu Anda mendeteksi masalah jantung sejak dini. Denyut jantung merupakan salah satu indikator penting dari kesehatan jantung.  Sayangnya, hanya sedikit orang yang mengetahui secara tepat mengenai detak jantung.

Detak jantung adalah berapa kali jantung Anda berdetak per menit. Detak jantung seseorang dipengaruhi oleh faktor individu, seperti usia, ukuran tubuh, kondisi jantung, cuaca, aktivitas fisik atau olahraga, emosi, dan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi denyut jantung.

Apa yang mengendalikan detak jantung?

Nodus sino-atrium adalah sel kecil dalam jantung yang terletak di atrium kanan. Nodus sino-atrium  adalah alat pacu jantung alami yang berperan untuk meningkatkan atau menurunkan detak jantung berdasarkan informasi dari saraf yang merespons suhu tubuh, gerakan sendi, kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah.

Bagaimana mengukur detak jantung?

Caranya adalah dengan meletakkan kedua jari Anda -jari telunjuk dan jari tengah- pada beberapa titik dimana denyut nadi dapat teraba seperti pergelangan tangan, di sisi di bawah jempol Anda. Rasakan dan hitung denyut jantung Anda dalam 30 detik, kemudian jumlah tersebut dikalikan dua untuk mengetahui frekuensi nadi Anda per menit.

Berikut adalah beberapa mitos tentang detak jantung yang perlu Anda ketahui:

Denyut jantung cepat menandakan serangan jantung

Mitos. Jika Anda merasa jantung Anda berdetak cepat, bisa saja Anda mengalami palpitasi. Palpitasi atau detak jantung cepat adalah kondisi di mana Anda merasa jantung berdetak lebih cepat. Namun, jika jantung Anda berdebar terus-menerus, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Jantung berdetak cepat hanya ketika sedang stres

Mitos. Meskipun saat Anda mengalami stres, misalnya ketika Anda ketakutan sesaat sebelum presentasi atau setelah Anda menabrak sesuatu saat menyetir, tubuh akan mengeluarkan senyawa kimia yang memicu jantung berdetak lebih cepat; namun, stres bukanlah satu-satunya faktor yang membuat denyut jantung Anda berdetak cepat. Faktor lain yang dapat menjadi pemicu terjadinya kondisi ini adalah aktivitas fiisk yang tinggi, emosi (merasa sangat senang atau cemas atau sedih), atau kondisi medis tertentu.

Anda tidak perlu cek tekanan darah saat denyut jantung normal

Mitos. Keduanya tidak selalu berhubungan. Saat jantung Anda berdetak normal, belum tentu tekanan darah Anda juga normal – bisa saja rendah atau tinggi. Oleh karena itu, meskipun jantung Anda berdetak normal, Anda tetap perlu cek tekanan darah Anda secara rutin.

Jantung berdetak lambat = jantung Anda lemah

Mitos. Detak jantung yang lambat bisa menandakan bahwa Anda dalam keadaan sehat. Atlet terlatih yang memiliki otot jantung yang sehat justru memiliki tidak perlu berdetak dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Selama Anda tidak merasa pusing, kesulitan bernapas, atau nyeri dada; denyut jantung yang lambat bukan menandakan jantung Anda lemah.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca