Memahami dari Mana Asal Ingus dan Ciri-Ciri Ingus yang Berbahaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat terkena flu atau alergi, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan bagian hidung Anda. Pasalnya, Anda akan sibuk membersihkan cairan hidung atau ingus yang mengalir tanpa henti walaupun sudah dikeluarkan berkali-kali. Sebenarnya, dari mana asalnya ingus? Apakah ingus bisa menjadi pertanda masalah pada tubuh? Baca terus ulasan berikut ini, ya!

Fakta unik seputar ingus

Ingus merupakan lendir atau cairan yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa yang melapisi saluran pernapasan. Saluran ini meliputi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tubuh menghasilkan lendir secara terus menerus, bahkan mencapai satu sampai dua liter lendir setiap harinya.

Menariknya lagi, Anda tidak sadar bahwa setiap hari Anda menelan ingus saat sedang tidak dalam kondisi flu. Hal ini terjadi ketika rambut halus pada sel hidung (silia) memindahkan lendir ke saluran hidung bagian belakang menuju tenggorokan dan menelannya.

Namun jangan salah, lendir hidung memiliki peran penting untuk tubuh Anda, di antaranya:

  • Menjaga kelembapan lapisan dalam hidung agar tidak kering
  • Menangkap debu dan partikel lain saat bernapas
  • Melawan infeksi
  • Melembapkan udara yang dihirup sehingga menjadi lebih nyaman saat bernapas

Dari mana asal ingus?

Lendir hidung yang normal memiliki tekstur yang sangat tipis dan encer. Peningkatan produksi ingus merupakan salah satu cara tubuh merespon zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, ingus berperan sebagai penghalang infeksi dengan cara membersihkan organ hidung dari partikel-partikel yang menyebabkan peradangan.

Bila selaput lendir meradang, maka hal ini dapat membuat tekstur lendir menjadi lebih pekat. Kondisi inilah yang cenderung membuat Anda tak nyaman saat kena flu. Penyebab peradangan selaput lendir bisa karena infeksi, alergi, iritan, atau rhinitis vasomotor.

1. Infeksi

Saat Anda demam atau kedinginan, hidung menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Virus flu akan memicu tubuh untuk melepaskan histamin, yaitu bahan kimia yang memicu peradangan pada selaput hidung. Ini sebabnya produksi lendir menjadi meningkat dan menebal.

Namun, penebalan tekstur lendir tidak selalu buruk. Pasalnya, penebalan ini membuat bakteri menjadi sulit mengendap di lapisan hidung. Hidung berair merupakan cara tubuh untuk memindahkan bakteri dan zat-zat lain yang tidak dibutuhkan untuk keluar dari hidung.

2. Alergi

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, jamur, bulu hewan, atau alergen lainnya dapat menyebabkan peradangan selaput lendir. Sel mast dalam tubuh akan mengeluarkan histamin yang menyebabkan bersin, gatal, dan hidung tersumbat. Selanjutnya, hidung akan mengeluarkan ingus secara berlebihan.

3. Iritan (penyebab iritasi)

Berbagai iritan non-alergen dapat memicu timbulnya peradangan dan memunculkan sensasi pilek dalam jangka pendek, contohnya saat Anda terkena asap rokok atau kaporit usai berenang. Mengonsumsi makanan yang sangat pedas juga bisa menyebabkan peradangan sementara pada membran hidung. Meskipun tidak berbahaya, hal ini membuat produksi lendir menjadi berlebihan.

4. Rhinitis vasomotor

Pernah mengalami hidung meler dalam waktu lama? Bisa jadi Anda mengalami rhinitis vasomotor. Rhinitis vasomotor merupakan kondisi saat pembuluh darah di membran hidung mengalami pembengkakan sehingga produksi lendir menjadi lebih banyak. Hal ini dapat dipicu oleh alergi, infeksi, iritasi dari udara, dan masalah kesehatan lainnya.

5. Menangis

Menangis merupakan satu-satunya pemicu produksi ingus yang tidak ada kaitannya dengan infeksi, alergi, atau kondisi medis lainnya. Saat menangis, kelenjar air mata yang terletak di bawah kelopak mata akan menghasilkan cairan (air mata).

Sebagian air mata akan mengalir ke luar dan mengalir di pipi. Namun, sebagian akan mengalir ke saluran air mata yang terletak di sudut mata Anda. Selanjutnya, cairan ini akan bercampur dengan lendir yang ada di dalam hidung sehingga terdorong keluar menjadi ingus.

Apa tanda ingus yang berbahaya?

Sehat atau tidaknya kondisi tubuh Anda dapat dilihat dari warna ingus. Warna ingus biasanya cenderung bening dan berair. Jika warna ingus berubah menjadi hijau atau kuning, ini bisa menjadi pertanda infeksi bakteri sedang berkembang di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena sel darah putih yang melawan infeksi mengandung enzim yang berwarna hijau. Jika dalam jumlah yang besar, maka ini bisa menyebabkan lendir berubah warna menjadi hijau.

Bila Anda pernah mengalami perubahan warna lendir hidung menjadi merah atau kecokelatan, kemungkinan ini disebabkan oleh adanya pembuluh darah hidung yang pecah. Hal ini dapat terjadi saat lapisan hidung terlalu kering atau terdapat luka karena gosokan yang terlalu keras.

Meski demikian, perubahan warna ingus tidak selalu mutlak menandakan adanya infeksi bakteri dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, segera tanyakan pada dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca