home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Ingus Berdarah

Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Ingus Berdarah

Pernahkah Anda berusaha mengeluarkan ingus, tetapi ingus yang keluar justru berwarna merah atau kecokelatan? Bisa jadi, ingus yang Anda keluarkan mengandung darah. Apa yang menyebabkan ingus berdarah dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Berbagai kondisi yang menjadi penyebab ingus berdarah

Ingus berdarah sering kali dikaitkan dengan mimisan, yaitu perdarahan ringan atau berat di hidung yang disebabkan oleh gangguan di dalam hidung. Biasanya, gangguan tersebut dipicu oleh pembuluh darah yang rusak.

Di dalam dinding hidung Anda, terdapat banyak pembuluh darah yang terletak dekat dengan permukaan dinding hidung. Nah, pembuluh darah tersebut sangat mudah teriritasi dan rusak karena berbagai faktor. Akibatnya, ingus yang Anda coba keluarkan bisa mengandung darah.

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab ingus Anda berdarah:

1. Luka atau cedera pada hidung

Ternyata, kebiasaan Anda dalam memperlakukan hidung bisa menimbulkan luka dan menyebabkan ingus berdarah, lho. Coba ingat-ingat lagi, bagaimana kebiasaan Anda saat membuang ingus atau mengeluarkan kotoran dari hidung, alias mengupil?

Saat berusaha mengeluarkan ingus terlalu keras, hal itu berisiko menyebabkan pembuluh darah di dinding hidung terluka. Akibatnya, ingus yang Anda keluarkan bisa bercampur dengan darah.

Begitu juga dengan kebiasaan mengupil. Apabila gerakan jari terlalu kasar atau masuk terlampau dalam, pembuluh darah Anda juga berpotensi rusak.

Selain kedua kebiasaan tersebut, tak jarang juga ingus yang berdarah disebabkan oleh luka pascaoperasi hidung yang belum sembuh total. Jadi, pastikan Anda merawat hidung Anda dengan baik saat masih dalam masa pemulihan setelah operasi hidung, ya.

2. Udara yang terlalu kering dan dingin

Faktor lingkungan juga bisa menjadi menyebabkan ingus berdarah. Salah satunya adalah udara yang terlalu dingin dan kering. Bagaimana bisa?

Udara yang dingin dan kering berpotensi merusak pembuluh darah karena kurangnya kelembapan di dinding hidung. Kondisi tersebut juga menyebabkan pemulihan pembuluh darah semakin lama dan hidung lebih rentan terkena infeksi. Akibatnya, darah pun dapat keluar saat Anda berusaha membuang ingus.

Kondisi ini biasanya sering terjadi di daerah-daerah dengan musim dingin. Selain itu, tidak menutup kemungkinan berada di ruangan yang terlalu dingin dengan kelembapan rendah dapat menyebabkan ingus berdarah.

3. Benda asing masuk ke dalam hidung

Benda asing yang masuk atau tersangkut di dalam hidung juga berpotensi merusak pembuluh darah, sehingga ingus yang Anda keluarkan bisa berdarah.

Fenomena ini banyak ditemukan pada orang-orang yang memakai obat semprotan hidung, seperti obat steroid untuk mengatasi rhinitis. Menurut sebuah studi dari Ear, Nose, and Throat Journal, sebanyak 5% partisipan yang menggunakan obat semprot steroid mengalami perdarahan dari hidung selama 2 bulan pemakaian.

Selain itu, paparan zat kimia tertentu, seperti amonia yang terlalu keras atau obat narkotika kokain, juga berisiko menyebabkan perdarahan dari hidung.

4. Struktur hidung tidak normal

Terkadang, ada orang-orang yang terlahir dengan bentuk atau anatomi hidung yang tidak normal. Salah satu contohnya adalah tulang hidung bengkok atau deviasi septum. Kondisi ini ternyata juga bisa memicu keluarnya ingus bercampur darah saat Anda berusaha mengeluarkan ingus.

Selain deviasi septum, kecelakaan yang mengakibatkan tulang hidung patah juga bisa saja menyebabkan perdarahan di hidung. Ditambah lagi, perdarahan lebih mudah terjadi jika struktur hidung yang tidak normal dibarengi dengan kondisi hidung terlalu kering.

5. Obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang Anda konsumsi atau gunakan juga bisa menjadi penyebab ingus berdarah. Beberapa di antaranya adalah obat pengencer darah atau antikoagulan, yang biasa diresepkan untuk penyakit atau gangguan darah tertentu.

Contoh obat pengencer darah adalah warfarin dan heparin. Jika memang masih membutuhkan obat tersebut, Anda bisa berkonsultasi ke dokter mengenai dosis pemakaian obat, serta melakukan perawatan hidung yang tepat agar tidak mudah berdarah saat mengeluarkan ingus.

6. Hidung tersumbat atau infeksi saluran pernapasan

Hidung tersumbat akibat kondisi-kondisi tertentu, seperti pilek, sinusitis, alergi, atau adanya polip hidung juga berpotensi menimbulkan perdarahan ketika Anda memaksakan untuk mengeluarkan ingus.

Kondisi-kondisi di atas memang sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang membuat Anda ingin membuang ingus secepatnya. Namun, Anda harus berhati-hati. Terlalu sering membuang ingus juga berpotensi merusak pembuluh darah, sehingga ingus yang Anda keluarkan pun berdarah.

7. Tumor atau kanker hidung

Meski kasusnya sangat jarang ditemukan, tak menutup kemungkinan kondisi ingus berdarah yang Anda miliki disebabkan oleh adanya tumor atau kanker hidung.

Anda harus waspada apabila ingus terus-terusan bercampur darah dan disertai gejala lain, seperti muncul nanah dari hidung, nyeri di bagian telinga dan bawah mata, penciuman menurun, gigi terasa kebas, serta pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Cara mengatasi ingus berdarah dengan cepat

Anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar kasus ingus bercampur datah bisa di atas dengan cara-cara alami yang dapat dilakukan di rumah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba:

  • Duduk dengan posisi tegak dan kepala sedikit condong ke depan.
  • Gunakan lap atau kain basah untuk membersihkan darah.
  • Jepit dan tekan dengan lembut bagian lunak hidung Anda dengan jempol dan telunjuk selama 10-15 menit. Bernapaslah melalui mulut untuk sementara.
  • Pastikan udara di ruangan tetap lembap, terutama jika Anda sering menyalakan AC di dalam ruangan. Anda bisa memasang humidifier di rumah.
  • Lembapkan hidung dengan mengoles petroleum jelly atau menyemprotkan air saline.
  • Hindari mengupil atau meniup ingus dari hidung Anda terlalu keras

Jika ingus Anda terus-menerus keluar bercampur darah, jangan tunda waktu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab ingus berdarah yang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nosebleed (Epistaxis) – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved October 13, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13464-nosebleed-epistaxis 

Managing Nosebleeds: At Home Instructions – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved October 13, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21036-managing-nosebleeds-at-home-instructions 

Nosebleeds – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 13, 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nosebleeds/basics/when-to-see-doctor/sym-20050914 

Tellado, MP. (2019). Nosebleeds – TeensHealth. Retrieved October 13, 2020, from https://kidshealth.org/en/teens/nosebleeds.html#:~:text=Allergies%20can%20also%20cause%20problems,t%20usually%20cause%20for%20alarm

Signs and Symptoms of Nasal and Paranasal Sinus Cancers – American Cancer Society. (2017). Retrieved October 13, 2020, from https://www.cancer.org/cancer/nasal-cavity-and-paranasal-sinus-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html 

Lundberg, N. (2017). What your mucus can tell you about your health – Edward-Elmhurst Health. Retrieved October 13, 2020, from https://www.eehealth.org/blog/2017/11/what-your-mucus-can-tell-you/ 

Tabassom, A. Cho, JJ. (2020). Epistaxis (Nose Bleed). StatPearls.

Tunkel, D. E., Anne, S., Payne, S. C., Ishman, S. L., Rosenfeld, R. M., Abramson, P. J., Alikhaani, J. D., Benoit, M. M., Bercovitz, R. S., Brown, M. D., Chernobilsky, B., Feldstein, D. A., Hackell, J. M., Holbrook, E. H., Holdsworth, S. M., Lin, K. W., Lind, M. M., Poetker, D. M., Riley, C. A., Schneider, J. S., … Monjur, T. M. (2020). Clinical Practice Guideline: Nosebleed (Epistaxis). Otolaryngology–head and neck surgery : official journal of American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, 162(1_suppl), S1–S38. https://doi.org/10.1177/0194599819890327 

Fatakia, A., Winters, R., & Amedee, R. G. (2010). Epistaxis: a common problem. The Ochsner journal, 10(3), 176–178.

Benninger MS. Epistaxis and its relationship to handedness with use of intranasal steroid spray. Ear, Nose, and Throat Journal. 2008 Aug;87(8):463-5. PMID: 18712695.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 23/12/2020
x