Kemungkinan terkena kanker prostat adalah satu banding tujuh, dan penyakit ini bisa terjadi kapan saja selama hidup Anda. Meskipun, kanker prostat tidak menimbulkan tanda-tanda awal, banyak pria mengalami gejala kanker prostat yang berkaitan dengan gangguan kelenjar prostat. Mengetahui ciri-ciri dan gejala awal kanker prostat ini bisa membantu diagnosis dini dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Apa saja gejala kanker prostat?

Meskipun sebagian besar kasus kanker prostat tidak menyebabkan masalah kesehatan serius, persentase kecil dari penyakit ini bisa menjadi sangat serius. Masalah yang paling umum pada pria dengan kanker prostat serius terlihat saat buang air kecil. 

Gejala kanker prostat awal

Tanda-tanda yang mungkin Anda alami jika mengidap kanker prostat adalah:

  • perubahan pada kebiasaan buang air kecil, seperti harus sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • desakan kuat untuk buang air kecil
  • sulit untuk memulai atau menghentikan aliran urin
  • tidak mampu untuk buang air kecil
  • aliran urin yang lemah atau berkurang
  • aliran urin yang putus-putus
  • perasaan bahwa kandung kemih belum sepenuhnya kosong
  • rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • darah di urin (hematuria) atau air mani 
  • rasa sakit saat ejakulasi

Gejala kanker prostat yang sudah menyebar

Tanda-tanda dan gejala yang disebabkan oleh kanker yang tumbuh lebih besar atau sudah menyebar ke bagian tubuh dan organ lainnya, adalah:

  • nyeri tulang (terutama di punggug, pinggang, paha, atau leher)
  • penurunan berat badan
  • kelelahan 
  • jumlah sel darah merah rendah (anemia)
  • kelemahan atau mati rasa di tungkai atau telapak kaki
  • kehilangan kendali buang air kecil atau besar

Tanda-tanda dan gejala kanker prostat juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lain. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan gejala yang tidak biasa pada dokter.

Selain mewaspadai tanda-tanda kanker prostat, Anda harus melakukan tes pemeriksaan kanker secara rutin. Jika dicurigai kanker, tim dokter akan mengonfirmasi apakah ada tumor atau tidak, dan termasuk jenis apa kanker tersebut. Proses diagnosis bisa tampak lama dan membuat frustrasi, tetapi penting bagi dokter untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab masalah kesehatan lainnya sebelum membuat diagnosis kanker.

Bagaimana dokter mendiagnosis kanker prostat?

Ada beberapa cara bagi dokter untuk memastikan diagnosis jika Anda mengidap kanker prostat:

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa tanda-tanda kanker prostat dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat keluarga.
  • Pemeriksaan rektum digital (DRE): dokter memasukkan jarinya ke dalam rektum untuk meraba kelenjar prostat melalui dinding rektum.
  • Tes antigen spesifik-prostat (PSA): dilakukan untuk mengukur kadar PSA—protein yang dihasilkan prostat.
  • Ultrasound transrektum (TRUS): menggunakan probe ultrasound yang dimasukkan ke dalam rektum untuk membuat citra prostat.
  • Biopsi: digunakan untuk mendiagnosis kanker prostat. Biopsi prostat bisa dilakukan jika kelainan ditemukan dalam DRE atau ultrasound transrektum. Metode ini juga bisa dilakukan jika kadar PSA terlalu tinggi untuk usia pria tersebut atau telah meningkat dari waktu ke waktu atau meningkat dengan cepat.
  • Hitung darah lengkap (CBC): mengukur jumlah dan kualitas sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
  • Tes kimia darah: mengukur bahan kimia tertentu dalam darah. Tes ini menunjukkan seberapa baik fungsi organ tertentu dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan.
  • Scan tulang: menggunakan bahan radioaktif pencari-tulang (radiofarmaka) dan komputer untuk menghasilkan gambar tulang untuk memeriksa apakah kanker prostat telah menyebar ke tulang.

Cara mencegah kanker prostat

Kanker prostat dapat dicegah dengan pilihan gaya hidup yang baik, yaitu diet rendah lemak. Makanan yang mengandung lemak meliputi daging, kacang, minyak dan produk susu, seperti susu dan keju.

Makanlah lebih banyak lemak yang berasal dari tumbuhan daripada hewan. Dalam studi yang meneliti konsumsi lemak dan risiko kanker prostat, lemak hewani lebih cenderung berkaitan dengan peningkatan reiiko kanker prostat. Produk hewani yang mengandung lemak meliputi daging, lemak babi, dan mentega.

Makanlah ikan. Ikan berlemak—seperti salmon, tuna, dan ikan haring—mengandung asam lemak omega-3, jenis asam lemak yang telah dikaitkan dengan penurunan resiko kanker prostat. Jika saat ini Anda tidak mengonsumsi ikan, pertimbangkan untuk menambahkannya ke dalam diet Anda. Cara lain untuk menambahkan omega-3 ke dalam diet Anda adalah dengan mengonsumsi flaxseed (biji rami).

Kurangi jumlah produk susu yang Anda konsumsi setiap hari. Dalam studi, pria yang paling banyak mengonsumsi produk susu—seperti susu, keju dan yogurt—setiap harinya memiliki risiko tertinggi untuk kanker prostat. Namun, risiko yang dikaitkan dengan produk susu diperkirakan tidak besar.

Jika berat badan Anda termasuk sehat, upayakan untuk mempertahankannya dengan berolahraga beberapa kali dalam seminggu dan memilih diet sehat yang kaya buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh. Olahraga dapat membantu Anda menjaga berat badan atau mengurangi berat badan. Pria yang mengalami obesitas lebih berisiko untuk mengalami kanker prostat

Studi terkait olahraga dan risiko kanker prostat paling sering menunjukkan bahwa pria yang berolahraga bisa memiliki penurunan risiko kanker prostat. Selain itu, olahraga memberikan banyak manfaat kesehatan lainnya dan bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca