Bahaya Menjadi Perokok Pasif, Terutama Pada Ibu Hamil dan Anak-Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Sudah bukan rahasia umum bahwa merokok bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko terkena berbagai penyakit. Perokok pasif juga memiliki peluang yang sama untuk terserang berbagai penyakit akibat asap rokok. Perokok pasif yaitu mereka yang ikut menghirup asap rokok dari orang-orang di sekitarnya yang merokok tetapi dirinya sendiri tidak merokok. Yuk, cari tahu bahaya perokok pasif akibat menghirup asap rokok terlalu sering.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif

merokok menyebabkan kanker hati

Asap rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia yang terdiri dari partikel dan juga gas. Lebih dari 50 zat yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan kanker dan sisanya dapat mengiritasi semua organ di dalam tubuh termasuk mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Terdapat dua jenis asap rokok yaitu asap mainstream dan sidestream. Asap mainstream adalah yang dihirup langsung melalui ujung mulut rokok oleh perokok sedangkan asap sidestream adalah yang berasal dari ujung rokok yang terbakar dan menyebar ke udara.

Di antara keduanya, asap sidestream adalah yang paling berbahaya karena empat kali lebih beracun dibandingkan dengan asap mainstream. Pasalnya, asap sidestream mengandung karbon monoksida tiga kali lebih banyak, 10 sampai 30 kali lipat nitrosamin, dan 15 hingga 300 kali lipat amonia.

Biasanya, para perokok pasif menghirup asap sidestream dan asap yang diembuskan langsung oleh para perokok di sekitarnya. Sama seperti perokok aktif, perokok pasif juga juga berpotensi terkena kanker dan penyakit jantung. Selain itu, bagi wanita hamil dan anak-anak, bahaya asap rokok dan menjadi perokok pasif bisa membawa akibat yang sangat fatal.

Banyak orang yang berpendapat bahwa menjadi perokok pasif aman-aman saja. Padahal asap rokok bagi perokok pasif sangat bahaya. Oleh karenanya, anggapan ini salah besar. Meskipun tidak merokok, berada di lingkungan yang penuh asap rokok masih dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh Anda yang sama seperti perokok itu sendiri.

Walaupun tidak selalu terlihat, tapi asap yang dihembuskan setelah merokok memiliki efek yang lebih berbahaya dari asap yang dihirup perokok. Asap ini terbentuk oleh partikel yang sangat kecil sehingga lebih mudah terhirup oleh orang lain di sekitarnya.

Risiko bahaya yang mengintai perokok pasif karena menghirup asap rokok

Secara langsung, bahaya asap rokok yang langsung bisa dirasakan oleh perokok pasif yaitu iritasi mata dan hidung, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan batuk.

Lama-lama, kondisinya akan semakin parah dan bisa meningkatkan berbagai masalah yang lebih serius seperti:

1. Kanker

Perokok pasif juga memiliki potensi terkena kanker seperti perokok aktif. Selain kanker paru-paru, bahaya asap rokok bagi perokok pasif juga membuatnya rentan mengalami berbagai macam kanker, seperti:

  • Kanker laring
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker hidung (sinus nasal)
  • Kanker otak
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker rektum
  • Kanker lambung
  • Kanker payudara

Asap rokok jadi satu dari sekian banyak penyebab kanker pada manusia. Asap rokok yang dihirup perokok pasif adalah penyebab utama kanker paru-paru pada orang-orang yang bukan perokok.

Risiko kanker paru meningkat hingga 20-30% pada orang-orang yang tidak merokok tapi selalu dikelilingi oleh asap rokok, dibanding nonperokok yang tidak terkena paparan asap.

Asap rokok dapat menjadi penyebab kanker nasal sinus dan kanker payudara pada wanita yang belum menopause. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hal ini.

2. Penyakit jantung

Selain kanker, perokok pasif juga sama berisikonya untuk terkena penyakit jantung seperti perokok aktif. Meski tidak pernah merokok sebelumnya, perokok pasif bisa mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga sekitar 25-30 persen. Hal ini tentu saja jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah terkena paparan asap rokok.

Asap kepulan rokok yang terhirup akan masuk ke dalam darah dan memengaruhi lapisan dinding pembuluh darah sehingga darah mengental dan lebih mudah membeku. Akibatnya, aliran darah jadi terhambat.

Karbon monoksida dari asap rokok kemudian mengikat oksigen dalam darah, mengurangi aliran oksigen pada jantung dan otot. Dengan berkurangnya oksigen, kerusakan jangka pendek atau permanen pada jantung dan jaringannya bisa lebih mudah terjadi.

Dalam beberapa tahun, perokok pasif akan memiliki penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya mengeras menjadi plak. Penyempitan pembuluh darah alias aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Hal ini membuat mayoritas kematian pada perokok pasif disebabkan oleh penyakit jantung.

Tak perlu waktu lama, dilansir dari laman Cleveland Clinic, berdasarkan lama paparannya, perokok pasif akan mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Terpapar asap selama 5 menit, mengencangkan pembuluh aorta sama seperti sedang merokok
  • Terpapar asap selama 20 sampai 30 menit, menyebabkan pembekuan darah berlebih dan meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah
  • Terpapar asam selama 2 jam, meningkatkan kemungkinan detak jantung yang tidak teratur dan memicu serangan jantung

3. Mengganggu kesuburan wanita

Perokok pasif terancam mengalami masalah kesuburan. Pada wanita, terpapar asap rokok terlalu banyak bisa membuatnya menjadi sulit hamil. Hal ini diduga kuat karena keberadaan tembakau dan zat lain di dalam rokok yang mengacaukan kadar hormon di dalam tubuh.

Bahkan, merokok juga bisa mempercepat menopause pada wanita. Berbagai kandungan racun pada rokoklah yang menyebabkan hal ini. Oleh karena itu, jauhi paparan asap rokok terlebih jika Anda sedang merencanakan hamil. Mintalah pasangan untuk tidak merokok saat program hamil sedang dijalani.

Pasalnya, sebuah studi menemukan bahwa wanita yang menjadi perokok pasif jumlah telurnya akan berkurang. Jumlah ini dilihat ketika seorang wanita sedang menjalani program bayi tabung. Tak tanggung-tanggung, jumlah telur yang berkurang hingga mencapai 46 persen.

4. Membahayakan kehamilan

Terlalu sering menghirup asap rokok selama hamil sangat berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Menjadi perokok pasif saat hamil sangat bahaya karena asap rokok bisa membawa banyak masalah bagi bayi dan ibu, seperti:

Keguguran, kelahiran mati, dan hamil anggur

Dilansir dari WebMD, peneliti melihat hubungan antara tingkat paparan asap rokok. Hasilnya, para perempuan yang terpapar asap rokok di rumah 17 persennya lebih mungkin mengalami keguguran. Sementara 55 persennya berisiko tinggi mengalami kelahiran mati dan 61 persen lebih mungkin mengalami kehamilan ektopik atau hamil anggur.

Kelahiran prematur

Kelahiran prematur adalah bahaya lain dari asap rokok bagi wanita hamil yang jadi perokok pasif. Kelahiran prematur ini salah satunya bisa disebabkan karena abruptio plasenta. Abruptio plasenta adalah kondisi saat plasenta terlepas dari uterus sebelum melahirkan baik sebagian atau sepenuhnya.

Padahal plasenta bertugas untuk memasok bayi dengan nutrisi dan oksigen. Ketika hal ini terjadi, asupan oksigen dan nutrisi pada bayi menjadi terhambat. Akibatnya, tumbuh kembang si kecil bisa terhambat. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan perdarahan hebat pada ibu.

Berat bayi lahir rendah

Para ilmuwan telah menemukan hubungan sebab akibat antara merokok dan paparan asap rokok selama kehamilan dengan berat bayi lahir rendah.

Berat bayi lahir rendah bukanlah kondisi sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Di Amerika Serikat, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi hingga sekitar 300.000 setiap tahunnya.

Tak hanya dari asap rokok secara langsung, wanita hamil juga bisa terpapar asap rokok dari pihak ketiga. Pihak ketiga maksudnya adalah residu atau sisa asap yang menempel pada benda di sekitar mulai dari karpet, sofa, dan lainnnya.

Asap ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, jika Anda menemukan tempat yang berbau asap, sebaiknya menjauhlah dan cari tempat yang udaranya lebih bersih.

Pasalnya, racun yang menempel pada benda tetap bisa masuk ke aliran darah ketika Anda menghirupnya. Ketika racun masuk ke dalam tubuh, zat ini bisa sampai pada bayi.

Dilansir dari laman American Pregnancy, sebuah penelitian menetapkan bahwa residu asap dari pihak ketiga ini punya efek merugikan untuk janin. Di kemudian hari, racun dari asap yang menempel di benda ini bisa menyebabkan masalah pernapasan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin jauhi tempat-tempat berbau rokok setiap kali Anda pergi ke luar rumah. Jika pasangan Anda merokok, mintalah ia untuk merokok di luar rumah dan mengganti bajunya saat masuk.

Bahaya asap rokok bagi kesehatan bayi dan anak-anak yang menjadi perokok pasif

Saat anak-anak menjadi perokok pasif, ada banyak masalah kesehatan yang mengintai. Berikut berbagai risikonya:

1. Masalah pernapasan kronis

Anak-anak yang menjadi perokok pasif berisiko terkena penyakit pernapasan seperti bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia. Selain itu, anak-anak yang menjadi perokok pasif rentan terkena flu, batuk, mengi (napas berbunyi lirih seperti ngik-ngik), dan sesak napas. Bagi anak-anak, bahaya asap rokok yang satu ini tentu bisa mengganggu aktivitas dan tumbuh kembangnya akibat menjadi perokok pasif.

2. Memperparah asma

Memiliki riwayat asma dan menjadi perokok pasif merupakan kombinasi yang buruk. Pasalnya, ketika anak-anak menjadi perokok pasif, asma yang ia memiliki menjadi mudah kambuh.

Selain itu, anak berisiko mengonsumsi obat asma untuk jangka waktu yang lebih lama. Apalagi jika salah satu anggota keluarga di rumah ada yang merokok di dalam ruangan sehingga asapnya cenderung menetap dan menempel.

3. Sindrom kematian bayi mendadak

Kematian mendadak yang tidak terduga pada bayi atau sindrom kematian bayi mendadak jadi salah satu bahaya asap rokok ketika buah hati jadi perokok pasif. Kondisi ini biasanya terjadi saat bayi sedang tidur tanpa sedang sakit apa pun.

Bahkan, bayi bisa meninggal tiba-tiba saat sedang berada dalam buaian sang ibu ketika tidur. Sindrom ini cenderung menyerang bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Dilansir dari Mayo Clinic, bayi yang tinggal dengan orang yang merokok lebih berisiko terkena masalah yang satu ini.

4. Infeksi telinga tengah

Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah kondisi yang terjadi ketika tabung eustachius tersumbat dan bengkak. Tabung eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah ke belakang tenggorokan.

Cairan yang terperangkap ini lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Nah, asap rokok cukup bahaya karena bisa menyebabkan infeksi ini pada anak yang menjadi perokok pasif.

Dari laman The Cancer Council Victoria, anak-anak yang terpapar asap rokok 35 persen berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Risikonya akan bertambah jika sang ibu juga merokok.

Ketika si kecil sering mengalami masalah pada telinganya di usia dini, risiko gangguan pendengaran di kemudian hari akan meningkat.

5. Penurunan fungsi paru

Di masa kanak-kanak, paru-paru akan terus tumbuh dan berkembang. Rentang waktu mulai dari baru lahir hingga empat tahun adalah masa-masa yang sangat rentan untuk pertumbuhan dan perkembangan paru.

Nah, ketika anak terpapar oleh asap rokok di usia ini, fungsi paru-paru akan menurun. Gangguan ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan paru lainnya. Nantinya, anak akan lebih rentan mengalami masalah paru di kemudian hari karena polusi udara atau hal-hal lainnya.

6. Gangguan kognitif

Paparan asap rokok dan menjadi perokok pasif bisa merusak kemampuan anak untuk belajar dan hal ini tentu membawa bahaya jangka panjang bagi masa depannya. Lebih dari 21,9 juta anak berisiko mengalami keterlambatan dalam membaca akibat menjadi perokok pasif.

Tingginya paparan asap rokok juga berkaitan dengan keterlambatan dalam menalar pelajaran matematika dan visuospasial. Visuospasial adalah kemampuan menempatkan benda dalam sebuah tempat atau ruangan. Bahaya asap rokok yang satu ini tentu akan mengganggu perkembangan anak di sekolah akibat menjadi perokok pasif.

7. Gangguan perilaku

Anak-anak yang terpapar asap rokok selama kehamilan berisiko tinggi menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah kondisi saat perkembangan dan aktivitas otak anak mengalami gangguan yang berpengaruh pada kemampuan untuk mendengarkan perintah dan mengendalikan diri.

Umumnya anak dengan ADHD sangat sulit untuk memerhatikan, mendengarkan, dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Perhatiannya mudah terganggu dan sulit untuk fokus pada satu tugas atau satu hal. Selain itu, anak dengan ADHD juga cenderung linglung atau pelupa terhadap barangnya sendiri.

Anak dengan ADHD juga terkadang cenderung hiperaktif alias tidak bisa diam. Mereka bisa melakukan banyak hal mulai dari memanjat, melompat, dan banyak hal lainnya. Mereka tidak memedulikan orang di sekitarnya sehingga cenderung mengganggu tanpa bermaksud demikian.

Ciri lain dari anak ADHD yaitu bertindak impulsif atau terlalu cepat tanpa berpikir terlebih dahulu. Anak dengan ADHD mungkin sering kali menyela, mendorong, atau mengambil barang milik temannya.

Jauhi asap rokok mulai sekarang

Semakin seseorang sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif, semakin tinggi risiko bahaya bagi kesehatannya.

Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menjauhkan diri Anda dan keluarga dari asap rokok sebisa mungkin.

Jika ada orang terdekat Anda yang merokok, mintalah ia untuk merokok di area terbuka yang jauh dari orang lain. Pasalnya, bahaya asap rokok bagi perokok pasif bisa sangat fatal dan berakibat jangka panjang untuk kesehatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Rokok kretek adalah rokok asli Indonesia yang tak kalah berbahaya dengan rokok filter biasa. Kenali kandungan dan bahayanya dalam ulasan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

social smoker

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
merokok menyebabkan gangguan kecemasan

Apakah Merokok Menyebabkan Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
penggumpalan darah

Benarkah Rokok Menyebabkan Penggumpalan Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020
asap rokok

5 Tips untuk Tetap Sehat Meski Selalu Terpapar Asap Rokok

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 17/02/2020