Kopi Dengan Ampas dan Kopi Tanpa Ampas: Mana yang Lebih Sehat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Sayangnya apabila dikonsumsi secara berlebihan, kopi justru dapat meningkatkan beberapa risiko kesehatan seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, bahkan insomnia. Uniknya, sebagian orang percaya bahwa minum kopi tanpa ampas bisa mengurangi kemungkinan efek samping tersebut.

Lantas, apa benar minum kopi tanpa ampas lebih baik untuk kesehatan dibandingkan jika minum kopi dengan ampas?

Kopi tanpa ampas atau dengan ampas, sebenarnya sama saja

Setiap cara penyajian kopi memberikan sensasi yang berbeda-beda untuk setiap orang. Biasanya kopi yang diseduh langsung dari serbuk kopi akan memiliki bau khas yang disukai oleh sebagian orang. Sementara beberapa orang lainnya lebih senang mengonsumsi kopi instan tanpa bubuk karena ampasnya tidak ikut terminum sehingga semakin menambah kenikmatan dari cita rasa kopi itu sendiri.

Beberapa orang penganut kebiasaan minum kopi tanpa ampas percaya bahwa racikan seperti itu dapat mengurangi efek kecanduan kopi. Efek candu kopi seperti sakit kepala, gugup, kelelahan, gelisah, cepat marah, jantung berdebar, dan sulit berkonsentrasi sebenarnya diakibatkan oleh kafein yang merangsang sistem saraf tubuh menjadi lebih aktif. Tidak ada kaitannya dengan minum kopi dengan atau tanpa ampas.

Ketika Anda menyaring kopi, berbagai senyawa yang terkandung dalam kopi akan tetap saja ada pada kopi yang Anda konsumsi. Ini artinya, manfaat dan efek samping kopi tanpa ampas sebenarnya sama saja dengan kopi biasa atau kopi dengan ampas. Hanya saja rasa kopi tanpa ampas mungkin tidak sepekat atau sepahit kopi tubruk.

Jadi, baik kopi dengan atau tanpa ampas sebenarnya memiliki manfaat dan efek samping yang sama. Minum kopi tetap dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh jika diminum sewajarnya. Kopi diketahui dapat mencegah beberapa penyakit seperti Parkinson, batu empedu, penyakit hati, dan diabetes tipe 2. Kuncinya, jangan minum kopi lebih dari 4 cangkir dalam satu hari.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi dengan atau tanpa ampas sama-sama dapat menaikkan kadar kolesterol dan tekanan darah yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Efek ini tentu berbahaya jika dialami oleh orang yang memiliki hipertensi.

Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan kopi

Meski kopi menawarkan beragam manfaat kesehatan, namun jika Anda sudah kecanduan kopi maka manfaat tersebut tentu akan hilang. Nah, jika Anda salah satu orang yang kecanduan kopi, mulailah secara perlahan untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Mengurangi kopi bagi yang memang pecandu berat memang merupakan hal yang susah-susah gampang, dan tidak semua orang berhasil melakukannya. Meski begitu bukan berarti Anda tidak dapat melakukannya sama sekali.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membantu mengatasi kecanduan kopi:

  • Mulai perlahan. Ingat, tidak ada yang instan. Jadi, saat memutuskan untuk terlepas dari kecanduan kopi, Anda perlu memulainya secara perlahan dan bertahap. Ini bisa dimulai dengan berusaha untuk mengurangi konsumsi kopi 1 cangkir per hari. Ketika sudah mulai terbiasa, tingkatkan lagi batasan Anda menjadi 4 cangkir per minggu. Begitu pula seterusnya sampai Anda benar-benar dapat menghilangkan kebiasaan buruk satu ini.
  • Ganti kebiasaan baru. Jika Anda terbiasa mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari, kini secara perlahan ubalah kebiasaan ini. Anda dapat mendapatkan asupan kafein dari zat lain selain kopi, misalnya minum teh herbal atau makan coklat. Selain itu, Anda pun dapat memulai kebiasaan baru dengan mengonsumsi minuman yang lebih sehat, misalnya lemon atau jahe hangat.
  • Perbanyak air putih. Minum air putih sudah terbukti jauh lebih bermanfaat daripada kopi. Tidak hanya itu, air putih juga bisa digunakan sebagai bentuk cara detoksifikasi tubuh Anda, lho.

Baca Juga:

Sumber