3 Penyakit Kelamin yang Paling Sering Menyerang Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, sulit untuk mendiagnosis penyakit kelamin pria secara langsung. Gejala umum yang biasanya timbul adalah, adanya benjolan atau ruam pada alat kelamin, gatal di penis atau testis, dan juga nyeri saat kencing. Lalu, apa saja penyakit menular seksual yang biasa terjadi pada pria? Mari simak pembahasan tentang beberapa contoh penyakit kelamin yang sering menginfeksi pria di bawah ini.

3 penyakit kelamin yang sering menyerang pria

1. Klamidia

Penyakit kelamin pria satu ini biasa disebabkan oleh infeksi bakteri. Klamidia seringnya disebarkan oleh seks vaginal, anal, ataupun seks oral.

Klamidia akan ditandai dengan gejala rasa sakit atau panas saat pria buang air kecil. Untuk penanganan medis awal, Anda biasanya hanya diberikan obat antibiotik. Setelah dalam masa penyembuhan, Anda harus menjalani tes ulang dalam waktu tiga bulan, untuk mendeteksi apa Anda benar-benar sudah bebas dari klamidia atau belum.

2. Gonore

Gonore merupakan salah satu penyakit kelamin pria yang disebabkan oleh bakteri. Gejala penyakit kelamin ini, biasanya muncul sekitar 10-20 hari setelah Anda mulai terinfeksi. Ketika gejala mulai muncul, Anda lebih baik mendapatkan pengobatan sesegera mungkin. Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan ruam, demam, dan akhirnya nyeri sendi.

3. Sipilis

Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Sipilis dikenal juga dengan nama sifilis atau raja singa. Jika terdeteksi lebih awal, sipilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen.  

Tetapi, penyakit sipilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung. Meski sama-sama menyerang pria dan wanita, jumlah penderita sipilis pada pria tidak menurun.

Bagaimana agar terhindar dari penyakit kelamin pria?

Siapapun pria yang aktif secara seksual dapat berisiko terkena penyakit menular seksual. Namun, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan tubuh dan kelamin Anda. Pastinya, Anda harus belajar tentang bagaimana bakteri dan virus tersebut menyebar serta bagaimana Anda dapat mengurangi risiko terkena infeksi seperti di bawah ini:

  • Central for Disease Control (CDC) merekomendasikan untuk melakukan vaksin human papillomavirus, terutama untuk pria yang berusia 26 tahun ke atas. Sedangkan gay, biseksual dan lainnya berisiko lebih besar untuk terkena penyakit kelamin lain seperti hepatitis A, hepatitis B, dan human papillomavirus (HPV).
  • Pastikan untuk selalu memakai kondom saat berhubungan seks. Hindari juga untuk menggunakan kondom yang sama pada hubungan seks yang berbeda.
  • Dilarang keras untuk memicu perilaku seks bebas tanpa kondom. Perilaku tersebut bisa dipicu dengan mencampur minuman beralkohol dan obat-obatan seks lainnya, yang mana bisa membuat pikiran dan tubuh tidak sadarkan diri melakukan seks tanpa kondom
  • Batasi jumlah pasangan seks Anda. Dengan setia pada satu pasangan seks, nyatanya bisa menurunkan risiko penyakit menular seksual.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit