Minum Vitamin Saat Puasa: Baiknya Ketika Sahur atau Berbuka?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
Bagikan sekarang

Banyak yang masih bingung mengenai waktu yang tepat untuk minum vitamin saat puasa, apakah di waktu sahur atau berbuka. Adakah anjuran dan aturan tertentu untuk minum vitamin saat bulan Ramadan?

Mengapa tubuh butuh minum vitamin saat puasa?

Minum vitamin saat puasa, dirasa cukup penting guna mencukupi kebutuhan mineral dan vitamin saat tubuh berhenti makan dan minum sementara waktu. Tidak semua vitamin bekerja dalam tubuh Anda dengan cara dan di waktu yang sama. Oleh karena itu, ada baiknya Anda tahu aturan dan kapan harus minum vitamin, terlebih ketika puasa dengan jam makan yang terbatas.

Berikut ini merupakan panduan untuk mengetahui jenis vitamin dan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya di kala puasa:

Vitamin larut dalam lemak, lebih baik dikonsumsi sehabis berbuka

Sebelumnya, ada dua jenis vitamin umum yang larut dalam lemak dan larut dalam air. Nah, untuk vitamin atau suplemen kesehatan yang berjenis larut dalam lemak, baiknya dikonsumsi setelah Anda berbuka puasa.

Waktu berbuka puasa atau makan malam merupakan waktu optimal untuk mengonsumsi vitamin larut lemak.

Vitamin yang larut dalam lemak, akan dilarutkan dalam tubuh kita dengan menggunakan lemak dari makanan dalam tubuh. Kemudian, kandungan vitamin tersebut dibawa ke aliran darah untuk memaksimalkan fungsinya masing-masing.

Contoh vitamin larut dalam lemak dan bisa dikonsumsi malam hari antara lain termasuk vitamin A, vitamin K, vitamin E, dan vitamin D.

Ketika tubuh kita mendapatkan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin tersebut akan disimpan pada organ hati. Maka dari itu, vitamin tersebut paling baik dikonsumsi dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh atau mengandung minyak untuk membantu penyerapan fungsi secara maksimal.

Vitamin larut dalam air, lebih baik dikonsumsi waktu sahur

Untuk jenis vitamin yang larut dalam air, baiknya dikonsumsi pada waktu sahur. Minimal Anda bisa mengonsumsinya 30 menit sebelum makan atau 1 jam sesudah makan sahur. Ini disebabkan waktu penyerapan terbaik vitamin yang larut dalam air ketika kondisi perut masih kosong.

Vitamin yang larut dalam air biasanya mudah dicerna tubuh bersama minuman dan makanan sehari-hari. Contohnya antara lain vitamin C, vitamin B, dan folat (asam folat) yang larut dalam air.

Tubuh Anda membutuhkan jumlah vitamin yang dibutuhkan untuk menghilangkan sisa-sisa urin yang masih mengendap di dalam tubuh. Karena tubuh Anda tidak menyimpan vitamin dalam jangka waktu lama, maka vitamin ini juga akan keluar bersama urin dalam beberapa waktu.

Untuk vitamin jenis ini, baiknya Anda konsumsi sewaktu sahur guna melancarkan aktivitas Anda di bulan puasa. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi vitamin B sebelum makan sahur.

Vitamin B adalah jenis vitamin meningkatkan energi dan berfungsi menurunkan tingkat stres. Beberapa vitamin B yang paling banyak dikonsumsi adalah B-2, B-6, dan B-12. Sudah terbukti juga secara klinis kalau vitamin B dapat mengurangi jumlah stress serta memperbaiki mood Anda sehari-hari.

Tips minum vitamin saat puasa

  • Efek samping yang paling umum yang dialami orang saat mengkonsumsi vitamin adalah mual, diare ringan dan ada rasa tidak nyaman di perut. Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan membatasi efek samping, kebanyakan para produsen vitamin menyarankan agar mengonsumsi suplemen dicampurkan atau dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
  • Beberapa orang bisa mengalami overdosis vitamin dan mengakibatkan efek samping tertentu. Misalnya, sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin K dengan suplemen pengencer darah atau warfarin, karena tubuh akan menimbulkan reaksi buruk.
  • Meskipun Anda aturan dan anjuran yang direkomendasikan produsen obat vitamin, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi lagi dengan dokter. Apalagi fungsi biologis tubuh akan berbeda selama bulan puasa. Jadi mungkin akan butuh penyesuaian dan anjuran dokter untuk mengonsumsi vitamin-vitamin tertentu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psstt.. Ternyata Ini Penyebab Warna Urine Anda Berubah Setelah Minum Vitamin

Kalau diperhatikan, warna urine sering kali berubah setelah Anda minum vitamin. Kira-kira, kenapa bisa begitu ya? Apakah ini hal yang normal? Simak disini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Apakah Boleh Minum Vitamin yang Sudah Kedaluwarsa?

Sama seperti jenis obat-obatan lainnya, vitamin juga memiliki tanggal kedaluwarsa. Tapi, apa jadinya kalau Anda minum vitamin kedaluwarsa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Tips Memilih Suplemen Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh

Untuk melawan penyakit, dibutuhkan nutrisi yang komplit dari makanan, dan kalau perlu juga suplemen daya tahan tubuh. Yang seperti apa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Nutrisi, Hidup Sehat 27/07/2018

Pentingnya Zinc untuk Membantu Penyerapan Vitamin C Dalam Tubuh

Jangan hanya memerhatikan asupan vitamin C, asupan zinc juga penting dicukupi. Pasalnya, zinc berperan penting dalam penyerapan vitamin C.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 09/06/2018

Direkomendasikan untuk Anda

fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020
manfaat psikologis puasa

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
meningkatkan kekebalan tubuh meningkatkan daya tahan tubuh

4 Cara Alami Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
vitamin ibu menyusui

4 Vitamin yang Penting untuk Dipenuhi oleh Ibu Menyusui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/10/2019