Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
Bagikan sekarang

Bagi umat Islam, puasa merupakan ibadah wajib yang datang hanya sebulan dalam setahun, yaitu saat bulan Ramadan. Tentunya ini merupakan ibadah yang ditunggu-tunggu dan kesempatan yang tidak ingin dilewatkan kaum Muslim untuk berlomba-lomba melaksanakan ibadah. Lalu, bagaimana dengan ibu hamil yang menjalankan puasa saat hamil?

Menjalankan ibadah puasa atau tidak merupakan pilihan bagi ibu hamil. Kemampuan menjalankan puasa saat hamil tergantung dengan kondisi ibu hamil dan janinnya apakah dalam keadaan sehat atau tidak. Namun, jikalau ibu hamil tetap memilih menjalankan ibadah puasa, tentunya menu-menu yang dimakan saat berbuka puasa dan sahur harus lebih diperhatikan. Ingat bahwa janin memerlukan gizi yang baik dan tepat untuk perkembangan dan pertumbuhan dalam rahim ibu. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk membatasi zat gizi yang ibu berikan untuk janin. Jika asupan gizi ibu kurang selama puasa, hal ini akan berdampak pada tumbuh kembang janin. Misalnya, bayi akan lahir dengan berat badan rendah, terutama jika usia kehamilan saat puasa masih pada trimester pertama.

Walaupun puasa selama hamil dapat menyebabkan kondisi yang disebut “accelerated starvation” (kondisi di mana hormon yang mengatur glukosa darah terganggu dan kadar glukosa darah dapat menurun drastis), namun kondisi ini dapat dihindari dengan cara mengatur pola makan selama puasa.

Apa saja jenis makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil saat puasa?

  1. Menu makanan saat buka puasa dan sahur harus tetap memperhatikan menu gizi seimbang. Ini termasuk menu makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Contohnya adalah nasi, sayuran hijau, ikan, tahu-tempe, buah, dan susu. Menu yang mengandung zat gizi lengkap ini membantu janin memenuhi gizi yang dibutuhkannya.
  2. Pilih karbohidrat kompleks. Contohnya: nasi merah, roti gandum, pasta gandum, oatmeal, dan kacang-kacangan, dan juga yang mengandung serat, misalnya sayur dan buah, kacang-kacangan, gandum dan biji-bijian. Makanan ini membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga rasa lapar akan datang lebih lama. Serat juga berfungsi untuk mencegah konstipasi.
  3. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak protein. Contohnya: daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Protein dalam jumlah besar sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
  4. Batasi makanan manis. Makanan manis membantu meningkatkan kadar gula darah yang turun saat berpuasa, namun setelah itu dapat menyebabkan menurunnya kadar gula darah dengan cepat. Hal ini mengakibatkan ibu hamil menjadi lemas dan lemah serta dapat membuat cepat merasa lapar. Kebiasaan menyantap makanan manis ketika mengawali buka puasa sebaiknya diganti dengan menyantap buah-buahan yang manis karena dapat membantu menyediakan energi saat awal berbuka puasa. Buah-buahan tertentu juga mengandung serat yang dapat membantu perut kenyang lebih lama.
  5. Batasi juga makanan yang mengandung lemak tinggi. Ini termasuk gorengan, cake, donat, pizza, burger, daging berlemak, kulit ayam, dan lainnya. Ganti dengan makanan yang mengandung lemak baik, seperti alpukat, kacang, minyak ikan, ikan, keju, dan lainnya.
  6. Perbanyak makanan yang mengandung kalsium. Contohnya susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, ikan dengan tulangnya, dan lain-lain. Makanan ini membantu menyediakan cukup kalsium untuk janin.
  7. Banyak minum air putih. Sebaiknya minum sekitar 1,5-2 liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Hindari pula minuman yang berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik. Hal ini menyebabkan seringnya buang air kecil dan akan mengakibatkan kehilangan lebih banyak air.

Sekali lagi, ini adalah pilihan bagi ibu hamil untuk menjalani puasa atau tidak. Ibu hamil harus yakin dengan kondisi tubuhnya saat ia memutuskan untuk menjalani ibadah puasa. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan.

Jika memilih untuk melakukan puasa, dukungan dari suami, orangtua, dan orang sekitar bagi ibu hamil untuk menjalani puasa sangat diperlukan. Orang sekitar dapat membantu mengingatkan ibu hamil untuk tetap menjaga asupan yang dimakannya saat puasa. Penelitian Joosoph, Abu, dan Yu (2004)  menunjukkan bahwa 74% dari 182 wanita hamil yang menjadi responden berhasil melakukan puasa selama kurang lebih 20 hari pada bulan Ramadhan. Keberhasilan ini dicapai berkat dukungan suami dan keluarga, serta keyakinan untuk menjalani ibadah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020

Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Nikmat memang minum jus buah untuk meredakan dahaga saat berbuka puasa. Namun, amankah jika langsung minum jus buah saat berbuka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan sayuran

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020