backup og meta
Kategori

3

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Ibuprofen untuk Ibu Hamil, Boleh atau Tidak? Ini Aturannya

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Ibuprofen untuk Ibu Hamil, Boleh atau Tidak? Ini Aturannya

Ibuprofen kerap menjadi pilihan pertama saat demam, sakit kepala, hingga sakit perut. Namun, apakah ibuprofen masih aman untuk ibu hamil, mengingat kondisi tersebut merupakan hal yang kerap dikeluhkan selama kehamilan?

Ketika hamil, seorang wanita memang harus lebih berhati-hati dalam memilih obat. Pasalnya, beberapa zat yang terkandung dalam obat-obatan bisa terbawa oleh plasenta dan membahayakan janin.

Apakah obat ibuprofen aman untuk ibu hamil?

Sejauh ini, ibuprofen termasuk dalam obat-obatan yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil, terutama jika usia kehamilan Anda sudah di atas 20 minggu.

Itu artinya meski ibuprofen bisa dibeli secara bebas di apotek, ibu hamil hanya boleh menggunakannya setelah mendapatkan izin dari dokter.

Sebagai golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), ibuprofen berfungsi untuk mengatasi nyeri pada bagian tubuh tertentu, seperti kepala, gigi, hingga perut.

Obat ini juga dapat diresepkan untuk mengatasi peradangan terkait gangguan muskuloskeletal, seperti radang sendi, nyeri otot, dan keseleo.

Meski tidak dianjurkan, laman National Health Services (NHS) menyebutkan bahwa pemberian ibuprofen selama tiga hari pada ibu hamil mungkin masih relatif aman.

Namun, penggunaannya wajib diawasi secara ketat oleh dokter kandungan. Pasalnya, penggunaan ibuprofen secara rutin saat hamil bisa membuat Anda memiliki kehamilan berisiko tinggi.

Pemberian obat-obatan saat hamil memang harus mempertimbangkan banyak hal, seperti usia kehamilan, kondisi janin, dan kesehatan ibu secara keseluruhan.

Efek ibuprofen untuk ibu hamil dan janin

minum melatonin saat hamil

Selama ini, efek ibuprofen pada ibu hamil memang lebih banyak dilaporkan terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Meski begitu, NSAID ternyata sudah bisa memberikan dampak buruk sejak trimester pertama kehamilan.

Berikut ini adalah efek yang dikhawatirkan bisa terjadi jika ibu minum ibuprofen saat hamil.

1. Trimester pertama

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrical & Gynecological Survey (2018) menyebutkan bahwa konsumsi ibuprofen pada trimester pertama dapat menghambat proliferasi sel.

Proliferasi adalah proses ketika sel janin mulai berkembang sehingga organ-organ janin mulai terbentuk. Ketika proliferasi terhambat, risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran bisa meningkat.

Selain itu, ada pula penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi ibuprofen pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko cacat lahir berupa kelainan jantung hingga gastroschisis.

Namun, efek samping ibuprofen dan risiko cacat lahir masih perlu diteliti lebih lanjut. Pasalnya, kemunculan efek samping ibuprofen mungkin berkaitan dengan penyakit tertentu yang Anda miliki saat hamil.

2. Trimester kedua

Saat memasuki trimester kedua, tepatnya minggu ke-20 kehamilan, efek samping yang dikhawatirkan bisa terjadi pada ibu hamil yang minum ibuprofen adalah oligohidramnion dan gangguan ginjal pada janin.

Oligohidramnion adalah kondisi ketika jumlah air ketuban terlalu sedikit. Padahal, air ketuban sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan janin, terutama paru-paru dan sistem pencernaan.

Air ketuban yang kurang dapat menghambat perkembangan janin. Pada beberapa kasus, oligohidramnion sebagai dampak minum ibuprofen bahkan bisa menyebabkan kematian janin.

3. Trimester ketiga

Minum ibuprofen di akhir kehamilan atau trimester tiga dapat menyebabkan penutupan dini pada duktus arteriosus, pembuluh darah yang membantu proses pernapasan janin.

Padahal, pembuluh darah tersebut seharusnya menutup saat bayi telah dilahirkan. Akibatnya, janin bisa mengalami hipertensi pulmonal atau tekanan darah tinggi pada paru-paru.

Selain membahayakan janin, konsumsi ibuprofen pada trimester ini juga dapat menghentikan atau memperlambat persalinan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum minum obat apa pun, termasuk ibuprofen.

Obat yang aman untuk meredakan nyeri saat hamil

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ibuprofen bukanlah pilihan yang tepat untuk mengatasi berbagai keluhan selama kehamilan.

Sebagai gantinya, dokter biasanya meresepkan paracetamol untuk ibu hamil yang dinilai lebih aman dengan efek samping lebih ringan.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis nyeri bisa diredakan dengan paracetamol.

Oleh karena itu, jika rasa nyeri tidak kunjung mereda setelah minum paracetamol atau justru timbul efek samping tertentu, segera periksakan kondisi Anda ke dokter kandungan.

Kesimpulan

Ibuprofen bukan obat yang disarankan untuk ibu hamil. Sebagai gantinya, dokter biasanya meresepkan paracetamol. Konsumsi ibuprofen secara rutin saat hamil dapat meningkatkan risiko oligohidramnion, hipertensi pulmonal pada janin, hingga keguguran.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan