Benarkah Puasa Bisa Bermanfaat untuk Detoks Tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
Bagikan sekarang

Beberapa manfaat puasa adalah membantu menurunkan berat badan dan menghilangkan kecanduan dengan mengurangi keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat. Kabarnya, puasa juga bermanfaat sebagai detoks untuk tubuh, benarkah demikian?

Bagaimana puasa bekerja untuk detoks tubuh?

cara berpuasa bagi penderita diabetes

Banyak yang percaya bahwa puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membuang zat-zat yang berbahaya dari dalam tubuh.

Saat puasa, tubuh memasuki fase ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk membakar energi, sehingga akhirnya menggunakan lemak sebagai bahan bakarnya.

Lemak merupakan tempat di mana tubuh menyimpan banyak racun yang diserap dari berbagai makanan yang dikonsumsi. Terbakarnya lemak inilah yang akan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Namun sayangnya, tidak ada bukti penelitian yang spesifik menunjukkan efek puasa untuk detoks tubuh. Sebenarnya tubuh sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk membersihkan racun di dalamnya.

Organ hati sebagai pusat detoksifikasi alami yang dibantu dengan paru-paru, usus besar, ginjal, dan kulit sudah bekerja sangat baik dalam melindungi tubuh dari racun.

Puasa tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap seberapa banyak racun yang keluar dari dalam tubuh.

Bagaimana cara kerja tubuh saat detoksifikasi?

puasa untuk detoks tubuh
Sumber: Longevity Wellness Worldwide

Tubuh memiliki dua jalur utama untuk menghilangkan zat berbahaya. Pertama adalah jaringan kekebalan pada saluran usus, kedua adalah enzim yang ada pada organ hati.

Usus dapat menghasilkan sekitar 70% dari keseluruhan antibodi yang berperan untuk menjaga tubuh dari penyakit. Nantinya, antibodi ini akan melekat pada makanan yang masuk ke usus untuk memerangi bakteri, racun, dan virus yang terbawa.

Zat berbahaya yang tidak dapat dibersihkan dalam sistem detoks di usus pun dikirim ke organ hati. Organ hati memiliki dua fase detoksifikasi, yaitu mencegah kerusakan pada tubuh dengan mengubah sifat racun menjadi netral, lalu zat yang telah menjadi netral atau berkurang racunnya akan diubah senyawanya agar bisa dikeluarkan melalui urin dan feses.

Jika dikaitkan kembali dengan puasa, kemampuan untuk detoks tubuh malah bisa jadi berkurang karena puasa cenderung membuat Anda makan lebih sedikit dari biasanya.

Sedangkan, salah satu faktor yang paling penting dari lancarnya detoksifikasi adalah gizi yang terpenuhi.

Berpuasa dapat menghilangkan bahan baku tubuh seperti kalori, protein, serta mineral tertentu yang dibutuhkan untuk memproduksi antibodi. Hal ini juga yang membuat Anda merasa lebih lemas saat puasa.

Menjaga kemampuan tubuh untuk detoks dari racun

manfaat makan mentimun
Sumber: Silver Cuisine Blog

Untuk mendukung proses detoksifikasi tubuh, Anda tidak memerlukan pola makan yang khusus atau tambahan suplemen. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kemampuannya.

  • Tidur yang cukup. Sepanjang Anda tidur, proses detoks dari racun terjadi di dalam tubuh. Tidur akan membantu mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh yang telah tertumpuk seharian.
  • Minum air putih. Tidak hanya detoksifikasi, air putih akan membantu melancarkan pencernaan dan memperbaiki penyerapan nutrisi.
  • Kurangi asupan gula, garam, dan makanan instan.
  • Makan makanan yang mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan dikenal dapat melindungi sel-sel tubuh dari molekul yang dapat menyebabkan kerusakan bernama radikal bebas.
  • Menjadi lebih aktif dengan berolahraga atau melakukan kegiatan yang akan membuat Anda lebih banyak bergerak.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Can fasting help purge the body of toxins?. (2015). Retrieved 9 April 2020, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/can-fasting-help-purge-body-toxins

Full Body Detox: 9 Ways to Rejuvenate Your Body. (2019). Retrieved 9 April 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/how-to-detox-your-body

Is Fasting Healthy?. (2019). Retrieved 9 April 2020, from https://www.webmd.com/diet/features/is_fasting_healthy#1

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020