Sakit Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi sakit gigi

Sakit gigi adalah rasa nyeri di dalam dan di sekitar gigi hingga rahang yang biasanya disebabkan oleh kerusakan gigi. Kerusakan tersebut terjadi ketika bakteri penyebab pembusukan di dalam mulut menghasilkan asam yang mampu menyerang permukaan atau enamel gigi.

Sakit gigi terasa ketika saraf pulpa teriritasi atau terinfeksi oleh bakteri sehingga menyebabkan rasa nyeri. Saraf pulpa merupakan saraf paling sensitif di area tubuh Anda.

Rasa nyeri di gigi ini seringkali muncul tiba-tiba. Makanan atau minuman dingin dapat memperburuk rasa sakit. 

Kondisi tersebut dapat memburuk di malam hari karena bakteri berkembang biak dan lebih aktif saat malam hari. Sementara itu tubuh justru lebih pasif misalnya dalam memproduksi air liur yang berfungsi sebagai self cleansing rongga mulut dari bakteri. 

Tingkatan rasa sakit dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari yang ringan hingga parah. Kebanyakan orang menggambarkan rasa sakit gigi sebagai nyeri yang terasa tajam seperti nyut-nyutan, senat-senut, atau ngilu.

Rasa sakitnya bisa datang dan pergi dalam hitungan menit bahkan kurang dari 15 detik kemudian hilang sendiri, atau konstan dan bertahan lama hingga berhari-hari.

Kondisi sakit ini bisa memburuk apabila tidak langsung ditangani. Pada kasus yang serius, Anda mungkin butuh berobat ke dokter gigi agar sakitnya cepat sembuh.

Seberapa umumkah sakit ini?

Sakit gigi adalah penyakit yang umum diderita banyak orang. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, setidaknya ada 45,3% penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi, entah itu akibat gigi rusak ataupun berlubang.

Dikutip dari Mayo Clinic, kerusakan gigi seperti karies alias gigi berlubang adalah penyebab nyeri gigi yang paling utama pada sebagian besar anak-anak dan orang dewasa.

Namun, anak-anak yang paling rentan mengalami kondisi ini karena kebiasaan makan makanan manis dan tidak bisa menjaga kebersihan gigi dengan baik.

Sakit gigi memang tidak mengancam nyawa, tapi bisa menjadi pertanda penyakit lain yang lebih gawat hingga diperlukan perawatan medis dengan segera.

Tanda & gejala sakit gigi

Gejala sakit yang dirasakan setiap orang mungkin berbeda. Namun secara umum, tanda dan gejala khas dari kondisi ini meliputi:

  • Nyeri yang berdenyut tajam dan muncul secara konstan 
  • Rasa sakit yang muncul saat menekan gigi atau mengunyah makanan
  • Gigi menjadi sangat sensitif terhadap suhu panas atau dingin
  • Bengkak di sekitar gusi atau rahang
  • Pendarahan atau keluarnya cairan berbau busuk dari gigi yang terinfeksi
  • Demam atau sakit kepala
  • Rasa sakit mulai menyebar ke area pipi, telinga, atau rahang

Kerusakan gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan gigi tanggal.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter gigi bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri yang berlangsung lebih dari 1 atau 2 hari
  • Demam tinggi
  • Rasa sakit yang parah dan tidak tertahankan meski sudah minum obat pereda nyeri yang dijual di apotik, toko obat, atau swalayan tanpa resep dokter
  • Bengkak, rasa sakit saat menggigit, gusi merah, atau keluarnya cairan berbau busuk dan terasa tidak sedap
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Sakit telinga atau sakit saat membuka mulut dengan lebar

Segera cari pertolongan medis setiap kali ada gejala yang tidak biasa atau terasa aneh. Ingat, Anda lah yang paling mengetahui keadaan tubuh sendiri.

Penyebab sakit gigi

Pada anak-anak dan orang dewasa, penyebab utama sakit adalah kerusakan gigi.

Gula dan karbohidrat dari makanan yang menyelip di gigi dapat memancing bakteri dalam mulut Anda untuk berkembang biak dengan liar. 

Bakteri jahat ini kemudian memproduksi racun yang membentuk plak dan menempel pada permukaan gigi.

Plak dapat merusak jaringan gigi dan menghasilkan lubang pada bagian terluar gigi. Dalam tahap awal, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala yang berarti.

Namun ketika kerusakan gigi sudah meluas dan lubang yang muncul juga bertambah besar, Anda akan merasakan sakit.

Apabila kerusakan gigi tidak diobati, ia dapat berkembang sehingga terjadi infeksi di dekat gigi atau pada pulpa di dalam gigi Anda.

Berikut ini sejumlah penyebab nyeri gigi yang mungkin Anda alami. 

1. Gingivitis

Gingivitis adalah infeksi yang disebabkan terjadinya kondisi penumpukan plak di sekitar gusi. Pada tahap awal kondisi gingivitis, gusi Anda bisa meradang dan bengkak (disebut juga periodontitis, penyakit gusi bengkak), bahkan sampai berdarah. 

Infeksi ini bisa menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut.

2. Gigi sensitif

Gigi sensitif merupakan kondisi saat enamel menipis akibat resesi gusi (gusi turun), kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, atau zat asam dari makanan. Menipisnya enamel akan membuat lapisan tengah bernama dentin terekspos. 

Dentin berfungsi sebagai pelindung jaringan tubules yang terhubung dengan saraf gigi dan bersifat sensitif. Sehingga mengonsumsi makanan dan minuman yang panas atau dingin pun bisa menyebabkan gigi Anda terasa ngilu. 

3. Kebiasaan menggertakkan gigi

Menggeretakkan gigi dapat menyebabkan kerusakan saraf. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan sakit. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut bruxism. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, rasa sakitnya bisa menjalar hingga ke rahang dan area sekitar wajah.

4. Gigi retak

Gigi retak juga bisa menyebabkan rasa sakit yang tajam ketika Anda mengunyah makanan. Keretakan gigi dapat terjadi karena cedera di area mulut, menggigit benda yang terlalu keras, hingga kebiasaan menggertakkan gigi.

5. Impaksi gigi bungsu

Impaksi adalah istilah yang dikenal sebagai kondisi ketika gigi bungsu tumbuh tidak biasa atau miring. Gigi bungsu yang tumbuh dalam posisi yang tidak diinginkan dan berdesakkan dengan gigi lain dapat menyebabkan nyeri berdenyut tajam yang sering muncul tiba-tiba.

6. Pulpitis

Pulpitis adalah peradangan yang terjadi di bagian pulpa. Pulpa adalah bagian terdalam gigi yang terdapat banyak sekali saraf dan pembuluh darah. Bagi orang-orang muda, pulpitis merupakan penyebab utama mereka mengalami sakit dan gigi tanggal.

7. Abses gigi

Terjadinya benjolan berisi nanah yang terbentuk di sekitar gigi akibat infeksi bakteri. Gejala yang bisa Anda rasakan ketika terjadi abses adalah nyeri tajam berdenyut di mulut dan bisa sangat menyakitkan. Rasa sakit atau nyeri pun bisa menjalar sampai ke bagian telinga, tulang rahang, dan juga leher.

8. Sinusitis

Gejala penyakit sinusitis bisa membuat gigi dan rahang berdenyut intens. Sebab, gigi belakang atas Anda berbagi jalur saraf yang sama dengan rongga sinus.

9. Erosi pada gigi

Erosi gigi merupakan pembentukan rongga di permukaan luar (enamel gigi) akibat penumpukan plak. Saat plak menumpuk, ia menghasilkan asam yang menyebabkan terjadinya lubang pada gigi sehingga enamel gigi pun rusak. Apabila tidak dirawat maka akan terasa sakit, infeksi, sampai kehilangan gigi.

Faktor risiko sakit gigi

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sakit gigi meliputi:

  • Gangguan makan seperti anoreksia dan/atau bulimia
  • Pola makan yang mengandung banyak gula
  • Mulut kering
  • Kebiasaan membersihkan gigi yang buruk
  • Jarang gosok gigi dan flossing
  • Punya riwayat GERD, kadar asam lambung yang tinggi dapat merusak enamel gigi
  • Merokok atau kebiasaan mengunyah tembakau
  • Obat-obatan tertentu
  • Menjalani perawatan kemoterapi

Obat & Pengobatan sakit gigi

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis sakit gigi?

Guna mengetahui penyebab sakit yang dialami, Anda harus berkonsultasi secara langsung ke dokter gigi. Pertama-tama, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik sembari menanyakan riwayat kesehatan serta gejala yang Anda alami.

Hal lain yang akan dilakukan oleh dokter adalah dengan memeriksa bagian tenggorokan, sinus, telinga, hidung, dan leher Anda.

Rontgen X-ray juga dapat dilakukan, tergantung apa dugaan dokter mengenai penyebab rasa sakit gigi yang Anda alami. Dalam kasus tertentu, tes laboratorium termasuk pemeriksaan EKG jantung juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dokter.

Jika dokter menduga penyebab sakit yang Anda alami bukan karena masalah gigi atau rahang, dokter mungkin akan meresepkan sejumlah obat untuk meredakan gejalanya.

Bagaimana cara mencegah sakit gigi?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu pula halnya dengan sakit gigi. Pencegahan akan lebih baik dilakukan sebelum rasa nyeri yang tidak diharapkan tiba-tiba muncul.

1. Menyikat gigi secara rutin

Dikutip dari Mayo Clinic, American Dental Association merekomendasikan untuk rutin menyikat gigi dua kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan menyikat gigi bermanfaat untuk membersihkan sisa makanan serta plak yang mengandung bakteri di dalamnya.

Gunakan pula sikat gigi yang sesuai dan pasta gigi berfluoride untuk hasil yang maksimal.

2. Menggunakan benang gigi

Penggunaan dental floss bermanfaat untuk meningkatkan kebersihan mulut Anda. Cara kerjanya adalah membersihkan partikel serta plak yang tertinggal dan masih menumpuk karena sulit dijangkau.

3. Berkumur dengan kandungan yang aman

Selain untuk mengusir bau mulut, obat kumur juga dapat menjadi cara andalan untuk mencegah sakit gigi. Kandungan di dalam obat kumur diklaim mampu mengontrol pertumbuhan bakteri sekaligus mengurangi plak yang masih menempel.

Jika Anda mempunyai gigi sensitif, hindari obat kumur dengan kandungan alkohol.

4. Membatasi makanan atau minuman yang dapat merusak gigi

Terdapat beberapa jenis makanan atau minuman yang dapat menyebabkan sakit gigi. Misalnya makanan atau minuman yang panas, dingin, asam, lengket, dan manis berlebih.

Selain membatasi konsumsinya, jangan lupa untuk selalu menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman tersebut.

5. Rutin memeriksakan gigi ke dokter

Cara mencegah sakit gigi yang satu ini sebaiknya Anda lakukan. Walaupun setiap orang mempunyai kondisi gigi dan mulut yang berbeda, disarankan untuk tetap periksa gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali.

Bagaimana cara mengobati sakit gigi oleh dokter gigi?

Begitu dokter gigi telah menemukan penyebabnya, dokter dapat memilih perawatan yang tepat untuk Anda. Pada dasarnya pengobatan sakit gigi akan disesuaikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik apabila Anda mengalami demam atau pembengkakan pada rahang.

Namun, pastikan Anda minum antibiotik sesuai dengan yang dianjurkan dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Diharapkan dalam penggunaan antibiotik, pengguna dapat meminumnya sampai habis sesuai instruksi dokter untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

Dokter gigi juga mungkin akan memberikan obat penawar rasa sakit dan NSAID untuk meringankan gejala. Acetaminophen (paracetamol), ibuprofen, atau aspirin bisa diresepkan dokter untuk mengobati sakit pada orang dewasa.

Aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak karena berpotensi menyebabkan efek samping yang berbahaya yaitu Reye Syndrome (penimbunan lemak di otak, hati, dan organ tubuh lainnya pada anak).

Pengobatan sakit gigi di rumah

Selagi menunggu jadwal berobat ke dokter gigi, ada beberapa pengobatan ala rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejalanya. Diantaranya:

1. Kumur dengan air garam

Larutkan 1/2 sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Lalu berkumurlah selama beberapa saat dan buang bekas airnya. Garam efektif mengurangi peradangan akibat infeksi.

2. Kompres es

Bungkus beberapa bongkah es batu ke dalam sebuah handuk atau kain yang bersih, lalu tempelkan pada bagian yang terasa sakit selama kurang lebih 15 menit.

3. Pakai benang gigi

Jika rasa ngilu yang Anda alami disebabkan karena ada makanan tersangkut di gigi yang bolong, Anda bisa menggunakan benang gigi untuk mengeluarkannya.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

ADA Uses Fluoride Toothpaste to Fight High Cavity Rate in Children . (2014). Retrieved 14 August 2020, from https://www.ada.org/en/press-room/news-releases/2014-archive/february/ada-uses-fluoride-toothpaste

Brushing your teeth: Does timing matter?. (2019). Retrieved 14 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/brushing-your-teeth/faq-20058193

Dental Emergencies. (2014). Retrieved 14 August 2020, from https://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/ADA_PatientSmart_Emergencies.pdf?la=en

Huynh, N. C., Everts, V., Leethanakul, C., Pavasant, P., & Ampornaramveth, R. S. (2016, July 21). Rinsing with saline promotes human gingival fibroblast wound healing in vitro. PLoS One, 11(7)
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4956236/

JP, O. (2000). Nonodontogenic toothache. Texas Dental Journal, 117(7). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11858065/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Retrieved 14 August 2020, from https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin%20gigi.pdf

Periodontal Disease | Oral Health Conditions | Division of Oral Health | CDC. (2013). Retrieved 14 August 2020, from https://www.cdc.gov/oralhealth/conditions/periodontal-disease.html

Sinus infection and toothache: Any connection?. (2019). Retrieved 14 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/expert-answers/toothache/faq-20058299

Toothache: First aid. (2020). Retrieved 19 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628

Toothache . (2017). Retrieved 19 March 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/toothache/

Toothache: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. (2020). Retrieved 14 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Gigi bungsu biasanya baru tumbuh belakangan. Bagaimana mengobati rasa sakit ketik gigi bungsu tumbuh? Perlukah operasi gigi bungsu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit