8 Penyebab Bibir Bengkak Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

    8 Penyebab Bibir Bengkak Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

    Bibir bengkak saat bangun tidur memang bisa membuat sebagian orang khawatir. Terlebih bila kondisi bibir Anda sebelumnya tidak bermasalah alias baik-baik saja.

    Sebenarnya, apa saja yang menyebabkan kondisi ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Beragam penyebab bibir bengkak saat bangun tidur

    Penyebab umum yang bisa membuat bibir terlihat membesar saat bangun tidur pada pagi hari adalah penumpukan cairan. Kondisi ini juga dikenal sebagai angioedema.

    Sejumlah cairan berkumpul dan menumpuk pada jaringan bawah kulit bibir Anda. Akibatnya, bentuk bibir seolah tampak bengkak atau membesar.

    Sebelum menyimpulkan sendiri, mari simak informasi berikut untuk memahami lebih lanjut berbagai penyebab bibir bengkak saat baru bangun tidur.

    1. Alergi makanan

    alergi benzoil peroksida kulit kering gatal

    Salah satu kondisi yang bisa menyebabkan bibir bengkak pada pagi hari ialah alergi makanan. Maka dari itu, coba ingat kembali apa saja makanan dan minuman yang Anda konsumsi sebelumnya.

    Beragam makanan dan minuman yang bisa menimbulkan alergi di antaranya telur, seafood, ikan, kacang-kacangan, gandum, kedelai, dan susu.

    Terkadang, makanan yang mengandung rempah, seperti jahe, ketumbar, peterseli, dan cabai, juga bisa menyebabkan reaksi alergi karena tubuh tidak mampu menahan efeknya.

    Anda biasanya akan merasakan sensasi terbakar pada bagian sekitar mulut. Selanjutnya, hal ini bisa mengakibatkan bibir bengkak saat Anda baru bangun tidur.

    2. Efek samping obat-obatan

    Beberapa jenis obat-obatan, terutama golongan antibiotik seperti penisilin dan cephalosporin, bisa menyebabkan alergi. Kondisi ini juga disebut alergi antibiotik.

    Menurut sebuah artikel dalam jurnal The Lancet (2019), antibiotik menjadi penyebab paling umum dari reaksi alergi akibat obat yang bisa mengancam jiwa.

    Minum antibiotik sebelum tidur mungkin membuat bibir bengkak saat bangun. Gejala-gejala lainnya yakni gatal dan kemerahan pada kulit, batuk, serta suara napas yang nyaring (mengi).

    3. Gigitan serangga

    Anda mungkin tidak menyadari gigitan serangga, seperti nyamuk ataupun kutu kasur, yang bisa menyebabkan bibir terlihat bengkak saat bangun tidur.

    Gigitan serangga pada bibir atau bagian kulit mana pun bisa memicu reaksi alergi. Selain bengkak, alergi gigitan serangga juga dapat menimbulkan rasa gatal dan biduran.

    Untuk mencegah kondisi ini, Anda bisa mengenakan pakaian panjang, menggunakan kelambu, dan mengoleskan losien antiserangga sebelum tidur.

    4. Sengatan sinar matahari

    mengatasi bibir kering

    Jika bengkak disertai bibir yang pecah-pecah, kemungkinan ini karena ulah cuaca. Orang yang banyak menghabiskan waktunya di bawah terik matahari rentan mengalami bibir kering dan pecah-pecah.

    Saat bibir kering, sadar atau tidak Anda akan terbiasa menjilati bibir agar tetap lembap. Padahal alih-alih membuatnya lembap, menjilat bibir bisa membuatnya makin kering dan pecah.

    Demi mencegah bibir dan kulit terbakar matahari, Anda dapat mengoleskan pelembap dengan kandungan petroleum jelly dan tabir surya.

    5. Infeksi dan gangguan kulit

    Munculnya gangguan kulit, seperti jerawat di sekitar bibir, bisa mengganggu kesehatan gigi dan mulut Anda. Kondisi ini juga bisa menyebabkan bibir bengkak yang makin kentara saat Anda bangun tidur.

    Selain itu, adanya infeksi herpes di sekitar mulut juga berdampak pada pembengkakan bibir. Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) yang menyebabkannya juga mudah menular.

    Gejala dari infeksi herpes bisa muncul dalam waktu semalam, terlebih bila virus telah ada di dalam tubuh Anda dari infeksi yang tidak disadari sebelumnya.

    6. Cedera

    Tanpa disadari, Anda pernah melakukan sesuatu yang membuat bagian bibir terluka, misalnya menggigit atau mengunyah makanan terlalu kuat.

    Kondisi ini bisa membuat bibir cedera sehingga tampak membesar dan bengkak hanya dalam waktu semalam.

    Selain itu, terbiasa tidur dalam posisi tubuh miring dapat menekan permukaan bibir. Inilah salah satu penyebab bibir atas atau bawah bengkak setelah bangun tidur.

    7. Mukokel

    cara menghilangkan mucocele, cara menghilangkan mucocele tanpa operasi

    Selain bengkak, cedera pada bibir juga dapat menimbulkan benjolan berisi cairan yang disebut kista mukosa atau juga dikenal sebagai mukokel.

    Mukokel terjadi karena adanya kerusakan pada saluran air liur. Benjolan bisa terbentuk pada berbagai bagian mulut, tapi paling sering muncul pada bagian dalam bibir bawah.

    Gangguan mulut ini cukup umum terjadi. Mukokel paling sering dialami orang-orang berusia muda, yang 70% di antaranya berusia kurang dari 20 tahun.

    8. Gesekan kawat gigi

    Saat baru pertama kali menggunakan kawat gigi, Anda mungkin akan sering mendapati bibir bagian atas dan bawah bengkak saat bangun tidur.

    Kondisi ini terjadi karena kawat gigi bergesekan dengan lapisan dalam mulut sehingga terjadilah iritasi dan pembengkakan.

    Menurut artikel dalam British Dental Journal (2008), bahan nikel yang umum digunakan pada perawatan ortodontik bisa memicu reaksi alergi yang ditandai dengan bibir bengkak.

    Ringkasan

    Reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, maupun gigitan serangga dapat menyebabkan bibir bengkak saat bangun tidur. Kondisi ini juga bisa disebabkan infeksi dan gangguan kulit, cedera, mukokel, hingga efek samping pemasangan kawat gigi.

    Cara mengatasi bibir bengkak setelah bangun tidur

    mengatasi bibir bengkak setelah bangun tidur

    Tidak perlu khawatir, kasus bibir bengkak saat baru bangun tidur yang ringan sebenarnya bisa hilang sendiri dalam beberapa jam hingga hari.

    Namun, bila Anda ingin mempercepat penyembuhannya, pengobatan rumahan dan medis seperti di bawah ini dapat membantu mengatasi bibir yang membengkak.

    Pengobatan medis

    Apabila bibir bengkak yang Anda alami disebabkan oleh peradangan, penggunaan obat antiradang nonsteroid seperti ibuprofen dan kortikosteroid biasanya direkomendasikan.

    Selain itu, obat-obatan tersebut juga dapat membantu bila Anda mengalami luka cedera lainnya yang menyebabkan timbulnya pembengkakan pada bibir.

    Pengobatan rumahan

    Sementara untuk pengobatan di rumah, Anda bisa menggunakan es batu yang telah dibungkus handuk atau kain sebagai kompres dingin untuk meredakan pembengkakan.

    Gunakan handuk dingin tersebut untuk mengompres bibir yang bengkak dan meradang. Ingat, hindari menempelkan es langsung ke kulit karena ini berisiko menyebabkan kerusakan kulit yang parah.

    Penggunaan gel lidah buaya juga bisa membantu memulihkan bibir bengkak saat bangun tidur, terutama bila kondisi ini diakibatkan oleh paparan sinar matahari.

    Untuk mengembalikan kelembapan bibir yang bengkak dan pecah-pecah, Anda dapat memakai pelembap bibir (lip balm) dengan tekstur yang lembut.

    Kapan Anda harus periksa ke dokter?

    • Segera hubungi layanan medis darurat bila Anda mengalami reaksi alergi parah atau anafilaksis yang ditandai dengan sesak napas, mengi, serta pembengkakan pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
    • Konsultasikan juga dengan dokter bila gejala bibir bengkak berlanjut lebih dari 24 jam.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Angioedema. NHS UK. (2019). Retrieved 18 October 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/angioedema/

    Allergies Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management. American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (2022). Retrieved 18 October 2022, from https://www.aaaai.org/Conditions-Treatments/Allergies/Allergies-Overview

    Sunburn. MedlinePlus. (2021). Retrieved 18 October 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/003227.htm

    Oral Herpes. Johns Hopkins Medicine. (2022). Retrieved 18 October 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/herpes-hsv1-and-hsv2/oral-herpes

    Blumenthal, K., Peter, J., Trubiano, J., & Phillips, E. (2019). Antibiotic allergy. The Lancet, 393(10167), 183-198. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(18)32218-9

    Nallasivam, K., & Sudha, B. (2015). Oral mucocele: Review of literature and a case report. Journal Of Pharmacy And Bioallied Sciences, 7(6), 731. https://doi.org/10.4103/0975-7406.163516

    Noble, J., Ahing, S., Karaiskos, N., & Wiltshire, W. (2008). Nickel allergy and orthodontics, a review and report of two cases. British Dental Journal, 204(6), 297-300. https://doi.org/10.1038/bdj.2008.198

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.