6 Penyebab Gusi Terasa Gatal, dari yang Ringan Sampai Bahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bukan cuma kulit yang bisa terasa gatal, gusi pun juga demikian. Gusi gatal bisa menandakan adanya masalah pada kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, dari yang ringan sampai yang mungkin memerlukan perhatian dokter. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa berimbas pada infeksi yang lebih serius. Tapi sebelumnya, ketahui dulu hal apa yang bisa menyebabkan gusi terasa gatal, dan bagaimana cara menanganinya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Hal-hal yang menyebabkan gusi gatal

1. Gusi terluka

Luka pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit, tidak nyaman, dan gatal. Gusi yang terluka biasanya disebabkan oleh cedera fisik, misalnya menggosok gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi usang yang berbulu kasar sehingga melukai gusi. Kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (bruxism) lama-kelamaan juga bisa melukai gusi sehingga terasa gatal. Gusi gatal juga mungkin disebabkan oleh iritasi karena menggunakan rokok elektrik dan vape.

2. Kebersihan mulut dan gigi yang buruk

Jarang sikat gigi dan memakai benang gigi bisa menyebabkan gusi terasa gatal. Pasalnya sisa-sisa makanan yang terselip di gigi yang bercampur dengan liur dan bakteri dalam mulut lama-lama akan berubah menjadi plak. Seiring berjalannya waktu, plak gigi yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit gusi. Gejala penumpukan plak bisa termasuk menurunnya sensitivitas gusi, perdarahan saat menyikat gigi, dan gusi gatal.

3. Reaksi alergi

Kalau Anda punya alergi terhadap sesuatu, biasanya makanan atau obat-obatan tertentu, paparan terhadap alergen dapat menyebabkan gusi gatal. Bahkan alergi musiman seperti rhinitis alergi bisa menyebabkan gusi jadi gatal.

4. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang dialami wanita, khususnya pada saat hamil, masuk masa pubertas, menstruasi, ataupun menopause bisa membuat mulut dan gusi gatal. Selain itu perubahan hormonal ini bisa menyebabkan masalah lain termasuk rasa sakit, berkurang atau bertambahnya sensitivitas dan pendarahan pada mulut.

5. Mulut kering

Mulut umumnya punya kemampuan untuk mengatur kelembaban alaminya secara sendiri. Terkadang, kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat membuat mulut Anda tidak menghasilkan cukup air liur untuk menjaga gusi dan kelembaban lidah Anda. Hal ini dapat menyebabkan mulut terasa kering, dan salah satu gejala umum dari kondisi ini adalah gusi gatal.

6. Gingivitis atau radang gusi

Salah satu akibat tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi seperti yang telah dijelaskan di atas adalah peradangan gusi. Peradangan yang disebabkan bakteri dalam plak bisa terasa menyakitkan — mengakibatkan gusi gatal, membengkak, merah, dan berdarah — dan sementara pembusukan gigi terus berlanjut, gusi juga jadi lebih sensitif. Ini disebut dengan gingivitis.

Infeksi ini dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut, jadi penting untuk memeriksakannya ke dokter gigi secepat mungkin untuk dapat ditangani lebih awal. Ketika gingivitis tidak ditangani dengan benar, radang gusi yang lebih serius bisa menyebabkan abses (infeksi yang mengakibatkan penggumpalan nanah) dan menimbulkan rasa sakit berdenyut tumpul, yang menyebabkan bau mulut kronis dan merusak jaringan lunak serta tulang yang mendukung gigi Anda. Gigi bisa goyah akibat infeksi ini, sehingga perlu dicabut.

Lalu, bagaimana menangani gusi yang gatal?

Untuk mengetahui apa penyebab pasti dari keluhan gusi gatal Anda, kunjungilah dokter gigi terdekat. Dokter dapat menyarankan beberapa pengobatan atau peawatan sederhana terkait dengan masalah Anda. Misalnya:

  1. Menggunakan obat antihistamin. Jika gusi gatal disebabkan oleh alergi, biasanya dokter akan memberikan obat resep antihistamin untuk menghentikan gejala gatal yang berlebih.
  2. Menghilangkan plak di gigi. Jika gusi gatal yang Anda alami disebabkan oleh penumpukan plak, Anda diharuskan untuk membuang plak berlebih pada gigi Anda menggunakan alat khusus. Pasalnya, tidak mungkin dengan menyikat gigi saja bisa menghilangkan penumpukan plak ini.
  3. Berkumur air garam. Coba larutkan 1 sendok teh garam dalam segelas air hangat. Selanjutnya kumur dengan lembut di seluruh rongga mulut, lalu buang air berkumur. Kumur air garam selama beberapa kali untuk meredakan gatal dan iritasi pada gusi.
  4. Kompres es batu. Caranya, cukup tempelkan atau kulum es batu di gusi yang gatal. Sebagai bonus, es batu juga bisa membantu menghidrasi tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Mata Anda terus-terusan berair padahal tidak sedang kelilipan atau nonton drama Korea? Sebaiknya periksakan ke dokter. Mata berair bisa disebabkan infeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mata 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pentingnya Ventilasi Udara yang Baik di Dalam Rumah untuk Kesehatan

Setiap rumah dan gedung wajib punya sistem ventilasi yang baik. Sebab, ventilasi udara yang baik bermanfaat bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Crystal X, Tongkat Ajaib Pengencang Vagina yang Justru Bahayakan Kesehatan

Banyak wanita yang ingin pakai crystal X untuk mengencangkan vagina mereka. Namun, hati-hati. Pakai crystal X lebih banyak mudharat daripada manfaatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana Yang Lebih Sehat untuk Dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit