Penyebab Gusi Berdarah Saat Sikat Gigi yang Harus Diwaspadai, Plus Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang seringnya menganggap sepele ketika gusi mereka berdarah saat menyikat gigi. Mungkin hanya akibat menggosoknya terlalu keras. Meski begitu, gusi berdarah saat sikat gigi bisa menjadi pertanda ada yang tidak normal di dalam mulut. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab gusi berdarah saat sikat gigi?

Jika gusi Anda berdarah saat menyikat gigi meski sudah menggosoknya pelan-pelan, ini mungkin dikarenakan adanya peradangan pada gusi. Radang gusi, yang juga dikenal dengan istilah gingivitis, dapat terjadi karena menumpuknya plak dan karang gigi.

Plak bisa timbul di gigi karena penumpukan bakteri akibat malas menyikat gigi, atau cara sikat gigi Anda tidak efektif — misalnya tidak semua bagian gigi terkena bulu sikat gigi. Plak yang menumpuk ini lama-lama mengeras membentuk karang gigi.

Karang gigi akan menyebabkan gusi yang tadinya sehat menjadi meradang. Tanda awal radang gusi adalah perubahan warna gusi menjadi kemerahan dan mudah berdarah.

Siapa saja yang paling rentan mengalami gusi berdarah saat sikat gigi?

Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan mulut dan giginya dengan baik rentan mengalami gingivitis yang menyebabkan gusi mudah berdarah saat sikat gigi. Gingivitis juga kerap terjadi pada penderita penyakit diabetes serta orang yang mengonsumsi obat hipertensi dan obat penyakit jantung.

Selain itu, gusi berdarah saat sikat gigi juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

  • Gigi berlubang besar sehingga menyebabkan gusi bengkak
  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Pemakaian tusuk gigi berulang yang melukai gusi
  • Posisi gigi yang berantakan dan bertumpuk
  • Tambalan gigi yang kurang baik
  • Memakai gigi palsu yang menekan gusi

Wanita yang sedang hamil, menstruasi, atau sedang minum pil KB juga rentan mengalami gusi berdarah saat sikat gigi karena adanya perubahan hormon tubuh. Biasanya, kondisi ini akan berhenti ketika Anda sudah tidak lagi menjalani faktor risiko tersebut.

Apa yang harus cepat dilakukan begitu gusi berdarah sewaktu menggosok gigi?

Apabila darah yang keluar hanya sedikit, ini tidak menjadi masalah. Darah yang keluar sebaiknya jangan ditelan, dikumur pelan dan dibuang saja.

Begitu gusi berdarah, segera hentikan sesi menyikat gigi Anda untuk sementara dan tekan gusi yang berdarah dengan kapas steril. Jika darahnya sudah mulai mereda, kumur dengan air dingin sampai perdarahan benar-benar berhenti.

Bagaimana dengan air garam? Beberapa ahli membolehkan untuk berkumur air garam, tapi ada yang juga kontra karena jika Anda meraciknya dengan terlalu banyak garam malah dapat semakin mengiritasi gusi yang terlanjur luka. Alternatif yang lebih amannya, gunakan obat kumur antiseptik untuk mencegah berkembangnya infeksi pada luka tersebut.

Setelah perdarahan berhenti, Anda bisa lanjutkan menyikat gigi sampai selesai agar faktor penyebab perdarahan hilang. Sikat gigi secara perlahan dengan gerakan memutar ke seluruh permukaan gigi. Jangan menekan sikat gigi terlalu kencang dan menggerakkan sikat ke atas-ke bawah atau menyikat ke samping.

Bagaimana cara mencegah agar gusi tidak berdarah saat menyikat gigi?

Untuk menjaga gusi tetap sehat ke depannya dan perdarahan tidak terulang lagi, saya menganjurkan Anda untuk minum air putih lebih banyak serta makan sayur dan buah yang tinggi kalsium dan vitamin C.

Jangan lupa juga untuk rutin menggunakan benang gigi atau flossing satu kali sehari untuk membersihkan plak-plak di sela gigi. Penggunaan floss atau benang gigi juga harus hati-hati agar tidak menekan gusi.

Pilih sikat gigi yang bagus, supaya gusi tidak mudah berdarah

Untuk menghindari kejadian ini terulang lagi ke depannya, sebaiknya ganti sikat gigi Anda dengan sikat gigi yang berbulu halus dan kepala sikat yang kecil. Sikat gigi manual atau elektrik sama saja baiknya, asal teknik menyikat gigi yang Anda lakukan benar dan jenis bulu sikatnya bagus. Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 bulan sekali atau saat bulu sikat sudah keluar-keluar.

Sikat gigi dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Kapan harus ke dokter gigi bila gusi keluar darah saat sikat gigi?

Apabila sudah merawat gigi dengan baik, tapi gusi masih tetap berdarah setiap kali sikat gigi, sebaiknya segera ke dokter gigi untuk memeriksakan diri. Terlebih apabila darah yang keluar banyak dan tidak berhenti walaupun sudah dibuang pada saat sikat gigi.

Dokter gigi akan memeriksa penyebab gusi berdarah dan akan melakukan perawatan sesuai kondisi, atau bahkan membersihkan karang gigi yang bisa menyebabkan perdarahan di gusi sewaktu disikat.

Apabila perdarahan tidak hanya terjadi saat sikat gigi, namun lebih sering dan berlangsung lama, kemungkinan disebabkan karena kondisi kelainan darah seperti hemofilia, kelainan trombosit, atau bahkan leukemia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli drg. Melia

Gigi Patah, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Gigi patah bisa terjadi dan disebabkan oleh banyak hal tak terduga. Saat gigi patah, jangan sepelekan dan cepat pergi ke dokter gigi!

Ditulis oleh: drg. Melia
gigi patah
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Dalam beberapa kasus, tremor bisa sembuh tapi bisa juga tidak. Tremor jenis apa yang bisa disembuhkan dan seperti apa pengobatannya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
gigi kelinci gigi tonggos

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit