Kista Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kista gigi?

Dental cyst atau kista gigi adalah kondisi terbentuknya kantong abnormal yang biasanya dapat berisi udara, cairan, dan material tertentu di dalam rongga mulut. 

Kista jenis ini umumnya terbentuk pada gusi dekat mahkota, ujung akar gigi mata, gigi geraham bungsu, dan gigi yang tidak sehat. Selain itu, kista rongga mulut juga dapat berkembang di jaringan oral lunak, seperti gusi dan bibir. 

Berdasarkan lokasi kemunculannya, ada beberapa jenis kista yang umum terjadi, di antaranya:

  • Kista periapikal: umum dikenal sebagai kista radikuler yang terbentuk di pangkal gigi sebagai akibat dari infeksi pulpa dan kematian saraf gigi.
  • Kista dentigerous: berasal dari jaringan yang mengelilingi mahkota gigi yang belum erupsi atau muncul ke permukaan gusi, kista jenis ini berkaitan dengan impaksi gigi bungsu.
  • Kista mucocele: jenis kista rongga mulut yang berkembang pada jaringan lunak, seperti pipi bagian dalam, bibir, dan lidah.
  • Keratocystic odontogenic tumor (KCOT): jenis kista yang terjadi pada tulang rahang bawah dekat geraham ketiga, memiliki kecenderungan untuk kambuh seperti tumor setelah prosedur bedah.

Selain itu juga, kista dapat ditemukan pada bagian tubuh lain, misalnya kista ginjal, kista hati, atau kista ovarium

Secara umum pertumbuhan kista cenderung lambat dan tidak tumbuh menjadi kanker. Namun tidak menutup kemungkinan, kista dapat berkembang jadi tumor yang ganas atau kanker.

Seberapa umumkah kista gigi terjadi?

Sifatnya yang kurang simptomatik atau menimbulkan gejala yang mudah disadari membuat kista gigi baru akan Anda rasakan apabila sudah terjadi infeksi. Selain itu, kista cenderung memiliki pertumbuhan yang lambat.

Umumnya, kista gigi berukuran kecil dapat diatasi dengan penggunaan obat anti-inflamasi untuk mencegah peradangan dan antibiotik untuk mengatasi bakteri apabila sudah terjadi infeksi. Hal ini karena kista kecil dapat hilang dengan sendirinya.

Sementara untuk menghilangkan secara permanen, kista perlu diangkat melalui prosedur bedah melalui penanganan langsung oleh dokter. 

Jika menemukan rasa tidak nyaman dan pembengkakan dalam rongga mulut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kista gigi?

Sama seperti kista yang menyerang bagian tubuh lainnya, kista gigi tidak menimbulkan tanda-tanda dan gejala, bahkan rasa sakit bagi penderitanya. 

Kista tumbuh dengan lambat hingga Anda baru menyadari keberadaannya saat ukuran kista sudah relatif besar dan terjadi infeksi.

Walau begitu, ada beberapa tanda-tanda dan gejala kista gigi yang patut Anda waspadai pada rongga mulut, seperti:

  • Gigi sensitif
  • Gigi longgar
  • Gigi berubah posisi sehingga muncul celah antara gigi
  • Gusi bengkak pada area tertentu
  • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan saat menyentuh bagian gusi
  • Mati rasa pada wajah dikarenakan kista dapat menekan saraf

Secara umum gejala-gejala di atas mirip seperti simtom pada abses gigi, namun keduanya berbeda. Anda mungkin akan bingung untuk membedakan kista dan abses gigi.

Dikutip dari National Health Service, abses gigi memiliki gejala utama berupa rasa sakit yang intens. Hal ini diikuti dengan peradangan dan pembengkakan gusi, demam, kelelahan, rasa anyir, dan bau mulut tak sedap.

Nyeri akibat abses juga dapat terjadi secara tiba-tiba, lalu akan meningkat lebih intens selama berjam-jam atau berhari-hari. Rasa sakit bisa menjalar ke leher, rahang, dan telinga apabila tidak mendapatkan penanganan, misal dengan prosedur perawatan saluran akar gigi (root canal treatment) atau cabut gigi yang terinfeksi.

Hal ini berbeda dengan kista gigi yang tidak selalu menyebabkan infeksi sehingga tidak bergejala sama sekali. Kista dapat tumbuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum akhirnya Anda sadari.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda menyadari kondisi abnormal pada gigi dan gusi, serta timbul gejala seperti di atas sebaiknya segera pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan diagnosis dan menentukan metode perawatan yang sesuai.

Selain itu, kista umumnya cukup sulit diamati dengan pemeriksaan yang bisa Anda lakukan mandiri. Perlu pemeriksaan gigi khusus hingga rontgen gigi untuk mengamati kista yang ada pada struktur gigi dan tulang rahang.

Penyebab

Apa saja penyebab kista gigi?

Apabila Anda memiliki kista yang terinfeksi, besar kemungkinan akan timbul peradangan, pembengkakan, dan rasa sakit di sekitar area kista tumbuh.

Namun jika kista tidak mengalami infeksi, Anda mungkin tidak akan merasakan tanda dan gejala yang jelas sama sekali. Kista akan tumbuh secara perlahan dalam hitungan bulan atau tahun, hingga cukup besar untuk dilihat dan dirasakan.

Ada beberapa alasan kenapa kista gigi dapat berkembang di dalam rongga mulut Anda, di antaranya:

  • Kelainan pertumbuhan gigi dalam mulut, misalnya gigi tumbuh miring dalam gusi.
  • Kegagalan setelah mengikuti prosedur perawatan saluran akar gigi (root canal).
  • Faktor genetik, seperti sindrom Gorlin namun hal ini sangat jarang terjadi.
  • Impaksi gigi bungsu atau gigi yang gagal tumbuh dan tertanam pada gusi. Kondisi ini jadi penyebab umum kista dentigerous yang terbentuk di sekitar mahkota gigi.
  • Trauma, infeksi, dan perawatan yang tidak sesuai anjuran yang menyebabkan gigi mati.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis dokter?

Saat Anda melakukan pemeriksaan gigi rutin, jarang ada dokter yang dapat menemukan kista gigi hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik saja. Hanya kista berukuran besar yang mungkin dilihat dan dirasakan.

Walaupun kista yang berukuran cukup besar bisa langsung dideteksi, namun perlu diagnosis lengkap agar dokter mengetahui penyebab timbulnya kista dalam rongga mulut.

Dikutip dari Mayo Clinic, dokter umumnya akan merekomendasikan beberapa prosedur, seperti:

  • Rontgen gigi dengan sinar X, CT scan, atau MRI.
  • Biopsi, yakni dengan mengambil sampel jaringan kista untuk dianalisis di laboratorium untuk mengetahui adanya risiko tumor atau kanker mulut.

Setelah diketahui jenis dan penyebabnya, dokter baru akan menentukan prosedur medis yang tepat dan efisien untuk mengobati kista gigi yang Anda alami.

Bagaimana cara mengobati kista gigi?

Setidaknya ada dua metode yang dapat dokter lakukan sebagai langkah pengobatan medis, yakni dengan obat-obatan atau melalui prosedur operasi.

1. Obat-obatan

Kista gigi yang berukuran sangat kecil dapat hilang dengan sendirinya dan bisa juga diobati dengan penggunaan obat anti-inflamasi dan antibiotik melalui resep dokter.

Obat anti-inflamasi berguna untuk mengatasi peradangan yang disebabkan oleh kista, sementara antibiotik akan memerangi bakteri penyebab infeksi pada rongga mulut.

Walaupun tidak memerlukan perawatan medis serius, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan konsultasi dan perawatan gigi rutin untuk memastikan kista gigi tidak bertambah besar. 

Apabila kista semakin besar dan berisiko mengganggu kondisi kesehatan, barulah tindakan medis dapat direkomendasikan oleh dokter.

2. Prosedur operasi

Jika kista sudah cukup besar dan tidak bisa ditangani dengan obat-obatan, dokter akan melakukan prosedur operasi pengangkatan kista gigi. Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit, sebab dokter akan memberikan anestesi lokal untuk mencegah rasa sakit selama proses berlangsung.

Dikutip dari jurnal Kista radikuler dan kista dentigerous yang diterbitkan Makassar Dental Journal, ada dua metode yang digunakan untuk perawatan kista, yakni:

  • Enukleasi: prosedur untuk menghilangkan lapisan kista secara keseluruhan yang bisa dilakukan apabila lapisan kista mudah dipisahkan dari perlekatan tulang. Enukleasi dapat dilakukan pada semua kista yang berukuran kecil hingga sedang.
  • Marsupialisasi: prosedur pengembalian kista seperti semula, dilakukan dengan memotong lapisan kista dan mengeluarkan isinya. Efeknya tekanan pada rongga kista menghilang, menghentikan penyebaran, dan mendorong penyusutan kista.

Untuk menghilangkan kista secara permanen, Anda dapat mempertimbangkan prosedur enukleasi. Lain halnya dengan marsupialisasi yang jadi alternatif apabila metode enukleasi cukup berisiko, terutama untuk jenis kista periapikal besar dan kista dentigerous pada anak.

Untuk menentukan mana prosedur operasi yang sebaiknya dilakukan, bicarakan terlebih dulu dengan dokter.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mencegah kista gigi?

Walaupun umumnya tidak menimbulkan gejala serius, Anda tetap dapat mencegah pembentukan kista dalam rongga mulut dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat merusak kondisi gigi, misal yang terlalu manis, asam, panas, atau dingin.
  • Menyikat gigi dengan benar dan rutin dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride untuk mencegah timbulnya penyakit gigi.
  • Tingkatkan perawatan gigi dan mulut, misal dengan menggunakan benang gigi (dental floss) dan obat kumur untuk membersihkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi.
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
  • Segera lakukan perawatan gigi dengan prosedur medis apabila menemukan masalah seperti, gigi berlubang (karies), gigi retak, atau penyakit gusi.

Bila ada pertanyaan lanjutan, segera konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Mual, muntah, dan pusing adalah gejala hamil yang paling umum. Bagaimana dengan demam, apakah termasuk tanda hamil? Atau pertanda sakit tertentu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Jika Anda pernah mendengar korban penculikan bersimpati, bahkan mencintai penculiknya, itu adalah contoh Stockholm Syndrome. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gangguan Mental Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata buram kabur sebelah

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
hamil setelah berhenti KB

Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti KB?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab orang mengigau

Mengapa Ada Orang yang Suka Mengigau Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit