Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kebersihan mulut dan gigi adalah penting dan sebaiknya mulai ditanamkan sedini mungkin pada anak-anak. Semakin awal Anda mengajarkannya, semakin mudah pula anak Anda melakukannya sebagai rutinitas. Salah satu cara utama menjaga kesehatan rongga mulut adalah dengan menyikat gigi. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk anak mulai menyikat gigi?

Kapan anak mulai menyikat gigi?

mengajarkan anak sikat gigi

Perawatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak gigi pertamanya tumbuh pada usia sekitar 5-7 bulan. Saat gigi pertama baru menempel di gusi, Anda bisa membersihkannya dulu dengan kain kasa atau lap bersih dan agak basah. Nantinya, ketika gigi pertama mulai tumbuh sempurna, Anda bisa mulai menyikat gigi anak Anda.

Namun, ada sebagian dokter yang menyarankan agar mulai menyikat gigi anak saat pertumbuhan gigi anak mencapai usia sekitar 7 bulan atau 4 gigi pertamanya sudah tumbuh. Sebagian lagi menyarankan untuk menunda hingga anak berusia 2-3 tahun.

Pilihlah sikat gigi anak dengan bulu sikat yang lembut, kepala yang kecil, dan pegangan yang besar. Orang tua disarankan untuk terus mendampingi proses menyikat gigi sampai anak Anda bisa berkumur dan meludah tanpa bantuan. 

Proses pendampingan ini biasanya dilakukan hingga anak-anak berusia sekitar enam tahun. Setelah usia tersebut, anak sudah bisa dibiarkan menyikat gigi secara mandiri.

Biasakan untuk menyikat gigi secara rutin sebanyak dua kali sehari yakni pada pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. 

Cukup luangkan waktu Anda dan anak sekitar dua menit untuk menyikat gigi bersama. Bila sudah dibiasakan sejak usia dini, maka semakin mudah juga untuk anak Anda menyikat gigi secara rutin.

Apakah boleh menggunakan pasta gigi saat anak mulai menyikat gigi?

pasta gigi anak

Menurut anjuran sebelumnya, Anda baru bisa menambahkan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menyikat gigi anak setelah mereka berusia sekitar dua tahun.

Namun berdasarkan rekomendasi terbaru, American Academy of Pediatric Dentistry menyarankan penggunaan pasta gigi yang mengandung flouride untuk mencegah gigi berlubang mulai dari gigi pertama tumbuh daripada menunggu sampai usia dua tahun.

Hal yang perlu Anda perhatikan sebagai orang tua adalah tentang seberapa banyak penggunaan pasta gigi pada anak sesuai dengan umurnya, seperti:

  • Anak usia di bawah 3 tahun (balita): penggunaan pasta gigi cukup dioleskan sedikit saja atau kurang lebih sebesar biji beras pada permukaan sikat gigi.
  • Anak usia 3-6 tahun: penggunaan pasta gigi dapat lebih banyak atau kurang lebih sebesar biji jagung pada permukaan sikat gigi.

Pada dasarnya penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoride tidak boleh ditelan. Maka dari itu, Anda perlu terus mendampingi saat anak mulai menyikat gigi. 

Berikan rangsangan anak untuk meludah, misalnya dengan memiringkan posisi kepala anak selama menyikat gigi sehingga sisa pasta gigi dapat keluar dengan sendirinya.

Apakah pasta gigi fluoride aman apabila tertelan anak?

Anda tidak perlu khawatir jika anak hanya menelan sedikit pasta gigi. Dikutip dari Journal of The American Dental Association, kandungan fluoride pada takaran pasta gigi anak yang dianjurkan masih di bawah ambang batas aman tubuh manusia, yakni 0,05 mg per kilogram per harinya.

Namun jika anak tidak sengaja menelan pasta gigi lebih dari takaran yang dianjurkan, mungkin hal ini dapat membuat sistem pencernaannya terganggu.

Sebagai pertolongan pertama, berikan makanan atau minuman dengan kandungan tinggi kalsium, seperti susu atau yogurt. Hal ini karena kalsium dapat mengikat fluoride dalam perut.

Beberapa orang tua mungkin khawatir akan risiko fluorosis, yakni timbulnya noda putih pada permukaan gigi akibat tubuh terlalu banyak menyerap fluoride. Anda bisa saja menggunakan pasta gigi khusus anak yang memiliki label non-fluoride.

Tetapi pasta gigi ini tentu tidak seefektif pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mencegah timbulnya lubang pada gigi anak. Jadi pastikan, Anda selalu mengamati kondisinya selama penggunaan pasta gigi tersebut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Rawat mulut bayi sebelum gigi pertama tumbuh

merawat mulut dan gigi bayi

Merawat gigi bayi sebenarnya bisa dilakukan bahkan sejak gigi mereka belum tumbuh. Beberapa teknik yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan mulut bayi sebelum gigi pertamanya tumbuh, di antaranya:

  • Cuci tangan hingga bersih, lalu lilit jari telunjuk dengan kain kasa atau lap bersih yang sudah dibasahi dengan air hangat.
  • Bersihkan atau seka secara perlahan bagian gusi bayi secara lembut dengan kain kasa atau lap basah. 
  • Lakukan teknik membersihkan mulut bayi ini secara rutin atau setelah selesai menyusui.

Cara ini dilakukan untuk menghilangkan bakteri penyebab munculnya plak pada mulut dan gigi yang nantinya tumbuh. Ini juga dapat meningkatkan kesehatan mulut anak Anda.

Jangan lupa bawa anak ke dokter gigi

Selain mengajarkan anak untuk mulai menyikat gigi, Anda juga perlu bawa anak ke dokter gigi. Hal ini juga merupakan salah satu upaya melindungi kesehatan gigi anak dan langkah perkenalan agar anak tidak takut ke dokter gigi.

Tidak perlu menunggu gigi anak berlubang atau rusak untuk ke dokter gigi. Jika gigi anak tidak ada masalah, anak harus tetap pergi ke dokter gigi.

Biasanya kunjungan pertama anak ke dokter gigi dimulai pada usia satu tahun atau setelah gigi pertamanya timbul. Setelah kunjungan pertama dilakukan, jadwalkan kunjungan lagi setiap enam bulan sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengatasi Gigi Goyang yang Efektif dengan Bahan Alami atau Obat

Gigi goyang memang terasa sangat mengganggu, apalagi saat mengunyah. Bagaimana cara tepat mengatasinya dengan bahan alami atau obat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 9 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

4 Tips Ampuh Menghentikan Gusi Berdarah Setelah Cabut Gigi

Gusi berdarah setelah cabut gigi adalah hal yang wajar. Tapi, adakah cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi? Selengkapnya di sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Gigi Copot Saat Remaja, Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Gigi yang copot di masa anak-anak akan langsung diganti dengan gigi baru. Namun, apakah gigi copot saat remaja masih bisa tumbuh lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
permen karet xylitol

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit