Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Tips Aman Membersihkan dan Merawat Kesehatan Gigi Bayi Sedini Mungkin

7 Tips Aman Membersihkan dan Merawat Kesehatan Gigi Bayi Sedini Mungkin

Pada awal masa pertumbuhannya, sangat penting bagi Anda sebagai orang tua untuk melakukan kebiasaan merawat gigi bayi secara rutin dan tepat. Hal ini berguna agar bayi terhindar dari berbagai masalah kesehatan gigi, yang akan memengaruhi tumbuh kembangnya.

Bagaimanakah cara merawat gigi bayi secara maksimal dan hati-hati, tanpa harus melukai gusi dan giginya yang baru mulai tumbuh? Yuk, simak ulasan berikut ini untuk mengetahui ulasan selengkapnya.

Kapan waktu yang tepat untuk Anda merawat gigi bayi?

merawat gigi bayi

Tahap pertumbuhan gigi bayi faktanya dimulai sejak ia berada di dalam kandungan. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga nutrisi ibu hamil agar pertumbuhan tulang dan gigi bayi berjalan sempurna. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mencukupi kebutuhan kalsium, fosfor, vitamin C, dan vitamin D.

Namun begitu, tetap saja gigi ini belum muncul saat bayi dilahirkan. Dikutip dari Stanford Children’s Health, umumnya gigi bayi yang dikenal sebagai gigi susu ini mulai tumbuh pada usia 6-12 bulan. Tumbuh gigi pada bayi biasa ditandai dengan gusi bengkak dan kemerahan yang menyebabkan rasa sakit sehingga ia cenderung lebih rewel.

Dua gigi seri depan pada rahang bawah biasanya jadi gigi pertama bayi, disusul dengan dua gigi seri depan pada rahang atas. Gigi susu ini akan terus tumbuh hingga usia 2-3 tahun dan berjumlah 20 gigi, meliputi 10 gigi di rahang atas serta 10 gigi di rahang bawah.

Merawat dan membersihkan gigi bayi harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum kemunculan gigi pertamanya. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan mulut. Jika mulut bayi tidak dibersihkan secara teratur, tentu akan meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis), infeksi, dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri.

Bagaimana cara memilih sikat gigi dan pasta gigi bayi?

sikat gigi bayi silikon

Hingga gigi bayi pertama kali muncul, Anda sebaiknya jangan terlebih dulu menggunakan sikat gigi untuk membersihkan gusi dan mulut mereka. Sikat gigi hanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada gusi, sehingga bayi akan rewel dan tidak menyukai aktivitasnya ini.

Namun setelah gigi pertama bayi muncul di usia 5-7 bulan, ada dua jenis sikat gigi yang bisa digunakan, di antaranya:

  • Sikat gigi bayi konvensional, memiliki bentuk seperti sikat gigi pada umumnya dengan ujung kepala sikat lebih kecil dan berbulu halus. Jenis sikat gigi bayi juga memiliki pegangan besar sehingga mudah digenggam dengan berbagai pilihan warna dan bentuk yang menarik perhatian si kecil.
  • Sikat gigi bayi silikon, merupakan jenis sikat gigi dengan bahan silikon elastis yang digunakan pada jari telunjuk. Sikat gigi ini memiliki sisi menonjol mirip sikat nilon untuk membantu membersihkan gigi, namun tetap memberi rasa nyaman pada gusi di sekitarnya.

Sama halnya dengan sikat gigi, Anda juga tidak perlu menggunakan pasta gigi bayi hingga gigi pertamanya muncul. Cukup gunakan air bersih untuk membilas gusi bayi saat dibersihkan.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics Dentistry, penggunaan pasta gigi bayi dapat diberikan apabila gigi si kecil sudah timbul. Untuk takarannya, cukup gunakan pasta gigi khusus bayi sebesar butir beras saat Anda sedang menyikat gigi si buah hati.

Saat ini, pasta gigi dengan kandungan fluoride juga sudah ada yang diformulasi khusus untuk bayi sehingga aman apabila tertelan. Sebagaimana diketahui, fluoride dapat menurunkan risiko kerusakan gigi bayi hingga 30 persen.

Tips merawat dan membersihkan gigi bayi

gigi bayi

Proses menyikat gigi bayi memang terdengar cukup mudah, namun apabila tidak dilakukan secara benar dan tepat maka dapat membuat bayi rewel hingga orang tua stres. Membiasakan bayi dan anak-anak merawat gigi sedini mungkin akan berdampak baik pada kesehatan gigi dan gusi mereka di masa mendatang.

Berikut adalah beberapa tips merawat gigi bayi, mulai dari teknik untuk membersihkan gigi dan gusi hingga beberapa kebiasaan yang sebaiknya perlu Anda hindari.

1. Bersihkan gusi dengan kain kasa basah

Mulai usia 0-6 bulan atau hingga gigi pertamanya tumbuh, Anda bisa membersihkan gusi dengan kain kasa atau lap bersih yang sudah dibasahkan. Pastikan tangan Anda sudah bersih dan lilit jari telunjuk dengan kain kasa atau lap tersebut.

Bersihkan bagian gusi, mulut, dan lidah bayi dengan air hangat. Usapkan secara perlahan dan lembut sehingga tetap membuat bayi merasa nyaman.

Proses ini dapat dilakukan sehari sekali atau setiap habis menyusui. Selalu pastikan hal ini dilakukan dengan bersih dan steril untuk menghindari risiko pertumbuhan bakteri di mulut bayi.

2. Lakukan teknik menyikat gigi dengan benar

Setelah gigi bayi timbul, Anda dapat menggunakan sikat gigi dan pasta gigi khusus bayi untuk membersihkannya. Disarankan juga untuk rutin menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi hari setelah menyusui, sebelum tidur, atau menyesuaikan kebiasaan si kecil.

Tidak semua bayi akan merasa nyaman saat giginya harus dibersihkan, maka dari itu Anda perlu melakukan beberapa teknik merawat gigi bayi seperti berikut ini.

  • Pegang bayi dengan posisi setengah tidur pada paha Anda dan sandarkan kepalanya pada dada Anda hingga ia merasa cukup nyaman.
  • Basahi sikat gigi bayi dengan air lalu usapkan dengan lembut dan perlahan dengan pola melingkar pada gigi. Untuk membersihkan bagian gusi yang belum ditumbuhi gigi, Anda bisa menggunakan kain kasa, lap bersih, atau sikat gigi silikon yang lembut.
  • Untuk mencegah timbulnya karies gigi pada bayi, disarankan juga untuk menggunakan pasta gigi bayi yang mengandung fluoride dengan takaran hanya sebesar butir beras.
  • Bila bayi sudah cukup besar, Anda perlu berikan dorongan agar ia meludahkan sisa pasta gigi di mulutnya.

3. Hindari botol susu saat tidur

Beberapa bayi memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi susu formula dalam botol susu atau sippy cup saat tidur. Kebiasaan buruk ini justru akan menimbulkan kerusakan gigi bayi yang dikenal sebagai karies botol atau gigi gigis.

Kandungan gula yang terdapat dalam susu rawan menempel pada permukaan gigi bayi yang memicu pertumbuhan bakteri dalam mulut. Bakteri akan mengubah gula menjadi asam yang mengikis permukaan gigi sehingga membuat gigi berlubang.

Dikutip dari Family Doctor, sebaiknya Anda hanya memberikan susu pada bayi dengan cara digendong. Jangan pernah berikan botol susu di tempat tidur dan membiarkannya terlelap sambil menggunakan botolnya tersebut.

4. Batasi penggunaan botol susu dan empeng

Bayi sudah bisa diajarkan untuk menggunakan sippy cup sebagai pengganti botol susu sejak usia 6 bulan. Beberapa kalangan juga mengajarkan bayi tidak lagi menggunakan botol susu setelah usianya lebih dari 1 tahun.

Selain itu batasi penggunaan empeng hanya sampai usia 2 tahun saja. Hindari pula kebiasaan untuk mengisap jempol yang berisiko mengubah bentuk dan struktur rahang yang menjadi penyebab gigi berantakan (maloklusi) di kemudian hari.

5. Hindari makanan pemicu masalah gigi

Hindari pula makanan dan minuman pemicu masalah gigi sebagai salah satu cara merawat gigi susu pada bayi agar tetap sehat kondisinya. Pasalnya kerusakan gigi bayi yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan infeksi gigi dan gusi yang menyakitkan.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dibatasi, seperti jus buah dengan gula, biskuit, dan permen. Anda bisa menggantinya dengan yogurt atau produk keju yang dapat memicu produksi air liur untuk mencegah kerusakan gigi akibat bakteri.

Selain itu biasakan juga bayi untuk mengonsumsi air minum setelah makan. Hal ini berfungsi untuk melarutkan sisa-sisa makanan yang mungkin masih menempel pada gigi dan gusi.

6. Kunjungi dokter gigi

American Academy of Pediatrics Dentistry dan American Dental Association menyarankan agar Anda membawa si buah hati untuk melakukan kunjungan ke dokter saat gigi pertama kali muncul, sekitar usia 6-12 bulan.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek ada tidaknya risiko kerusakan gigi bayi. Dokter juga dapat memberikan nasihat untuk mencegah timbulnya penyakit gigi dan anjuran cara merawat gigi bayi yang sesuai.

Sama seperti pemeriksaan gigi rutin ke dokter pada umumnya, bayi sebaiknya juga melakukan kunjungan enam bulan sekali.

7. Rutin periksa gigi mandiri

Selain rutin periksa gigi di dokter, Anda sebagai orang tua juga disarankan untuk selalu memerhatikan kondisi gigi bayi apabila timbul kerusakan. Gigi berlubang atau adanya perubahan warna gigi bisa jadi kondisi yang perlu Anda waspadai.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera hubungi dan kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fox, D., 2019. How To Brush My Baby’s Teeth – Oral Hygiene For Babies. [online] Sprout Pediatric Dentistry & Orthodontics. Available at: <https://www.sproutpediatricdentistry.com/blog/pediatric-dentistry/how-to-brush-my-babys-teeth-oral-hygiene-for-babies/> [Accessed 28 December 2020].

nhs.uk. 2019. Looking After Your Baby’s Teeth. [online] Available at: <https://www.nhs.uk/conditions/baby/babys-development/teething/looking-after-your-babys-teeth/> [Accessed 28 December 2020].

Dhsv.org.au. 2020. Dental Advice For Babies And Toddlers (0-3 Years) – Dental Health Services Victoria. [online] Available at: <https://www.dhsv.org.au/dental-advice/general-dental-advice/babies> [Accessed 28 December 2020].

Dhsv.org.au. 2020. How To Brush Your Child’s Teeth – Dental Health Services Victoria. [online] Available at: <https://www.dhsv.org.au/dental-advice/general-dental-advice/children3/how-to-brush-your-childs-teeth> [Accessed 28 December 2020].

familydoctor.org. 2019. Dental Hygiene: How To Care For Your Baby’s Teeth – Familydoctor.Org. [online] Available at: <https://familydoctor.org/dental-hygiene-how-to-care-for-your-babys-teeth/> [Accessed 28 December 2020].

American Academy of Pediatric Dentistry. 2020. Baby-Care Basics. [online] Available at: <https://www.aapd.org/assets/news/upload/2009/3696.pdf> [Accessed 28 December 2020].

Stanford Children’s Health. 2020. Anatomy And Development Of The Mouth And Teeth. [online] Available at: <https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-and-development-of-the-mouth-and-teeth-90-P01872> [Accessed 28 December 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 05/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan