home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Kanker merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya sel abnormal yang merusak tubuh dan berkembang mengganas. Penelitian dalam satu dekade terakhir menunjukan bahwa hiperinsulinemia adalah salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

Apa itu hiperinsulinemia?

Insulin itu sendiri adalah hormon yang diperlukan tubuh untuk menjaga kadar gula darah agar selalu dalam batas normal. Insulin hanya dilepaskan dalam waktu dan jumlah tertentu ketika kadar gula perlu diseimbangkan. Kadar insulin berlebih dalam darah terjadi ketika pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Hal memicu kondisi resistensi insulin, dimana tubuh tidak lagi merespon kadar insulin dalam jumlah yang normal.

Jika terjadi dalam waktu yang lama, pankreas akan tetap memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak hingga pada akhirnya mengalami kelainan fungsi. Di saat yang bersamaan kadar insulin dalam darah akan tetap tinggi dan menyebabkan kondisi hiperinsulinemia.

Sederhananya, hiperinsulinemia adalah kondisi di mana tubuh memiliki kadar insulin yang terlalu tinggi. Hiperinsulinemia merupakan karakteristik utama dari kondisi pra-diabetes, tapi juga dapat terjadi pada individu yang mengalami obesitas atau bahkan pada orang yang terlihat sehat.

Baik kondisi resistensi insulin dan hiperinsulinemia berkaitan erat dengan sindrom metabolik seperti gejala awal dan lanjutan dari diabetes, obesitas dan penumpukan lemak di sekitar perut serta faktor gaya hidup seperti kurang beraktivitas dan pola konsumsi, serta penggunaan hormone insulin injeksi juga berpotensi sebagai penyebab dari hiperinsulinemia. Dalam beberapa kasus yang jarang kelebihan hormone isulin dalam darah juga dapat disebabkan adanya tumor yang tumbuh pada sel yang memproduksi hormone insulin atau dikenal dengan dengan insuloma serta penyakit genetik nesidioblastosis yang memicu sekresi insulin berlebih akibat kelainan sel pada pankreas.

Apa akibatnya jika punya hiperinsulinemia?

Efek hiperinsulinemia akut akan menimbulkan beberapa beberapa gejala, di antaranya:

  • Ngidam makanan bergula
  • Gampang kelaparan
  • Peningkatan berat badan
  • Sulit berkonsentrasi dan mudah kehilangan fokus
  • Cenderung merasa cemas dan panik
  • Kelelahan kronis

Sedangkan hiperinsulinemia dalam waktu yang lama akan memicu inflamasi kronis yang dapat menyebabkan kerusakan organ, terutama kelenjar pankreas. Selain merupakan pemicu perkembangan penyakit diabetes mellitus, resistensi insulin dan hiperinsulinemia yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Bagaimana hiperinsulinemia dapat memicu tumbuhnya sel kanker?

Hiperinsulinemia adalah salah satu faktor pemicu kanker. Kemungkinannya, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan sel abnormal tumor hingga menjadi kanker melalui proses peradangan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Perubahan sel tumor menjadi kanker sangat dipengaruhi oleh peradangan yang dapat mempermudah sel tumor menyebar dan berkembang. Hal tersebut lebih mudah terjadi ketika kadar insulin dalam darah cenderung tinggi dalam waktu yang lama seperti saat seseroang mengalami obesitas dan diabetes. Berikut terdapat dua cara kondisi hiperinsulinemia dapat memicu perkembangan kanker.

  • Mempercepat pertumbuhan kanker – kelebihan insulin dalam darah secara langsung akan meningkatkan konsentrasi serum insulin, C-peptide dan protein insulin growth factor (IGF) yang bersifat mitogenik, sehingga dapat memicu sel tumor atau kanker untuk tumbuh dan berdiferensiasi lebih cepat. Selain itu peningkatan IGF juga diketahui dapat memperburuk prognosis kanker sehingga meningkatkan risiko kematian akibat kanker.
  • Menurunkan protein penghambat sel abnormal – hiperinsulinemia juga dapat menurunkan jumlah globulin pengikat hormone seks sehingga terjadi peningkatan oestrogen yang dapat menimbulkan inflamasi tumor. Hal tersebut juga diikuti dengan penurunan jumlah protein adiponektin yang berperan dalam mencegah pertumbuhan sel abnormal, akibatnya sel abnormal dari kanker akan lebih mudah berkembang.

Jenis tumor dan kanker yang dapat dipicu oleh hiperinsulinemia

Dalam beberapa studi yang dilakukan pada tahun 2007 dan 2008 kondisi insulin berlebih dapat meningkatkan risiko kanker endometrium, kanker kolorektal dan kanker prostat. Ketiga jenis kanker tersebut berkaitan dengan peningkatan kadar C-peptida akibat dari hiperinsulinemia. Dalam studi lainnya pada tahun 2006 dan 2009 ditemukan peningkatan risiko kanker kolorektal dan pankreas akibat kondisi hiperinsulinemia yang dipicu penggunaan terapi hormon insulin. Penyakit kanker payudara juga diketahui merupakan salah satu jenis kanker yang disebabkan oleh kondisi hiperinsulinemia akibat inflamasi dari insulin growth factor (IGF) yang dipicu oleh diabetes dan obesitas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

owker, S. 2014. Hyperinsulinemia and cancer. Online: https://www.diapedia.org/associated-disorders/6104476165/hyperinsulinemia-and-cancer (Accessed 29 May 2017)

Diabetes.co.uk. 2017. Hyperinsulinemia. Online: http://www.diabetes.co.uk/hyperinsulinemia.html (Accessed 29 May 2017)

Robertson, S. 2015. Hyperinsulinemia Symptoms. Online: http://www.news-medical.net/health/Hyperinsulinemia-Symptoms.aspx (Accessed 29 May 2017)

Cohen, D & LeRoith, D. 2012. Obesity, type 2 diabetes, and cancer: the insulin and IGF connection. Endocrine-Related Cancer. 19 F27–F45

Gunter, et al. 2009 Insulin, insulin-like growth factor-I, and risk of breast cancer in postmenopausal women. Journal of the  National Cancer Institute 101 48–60.

Jenab, et al. 2007 Serum C-peptide, IGFBP-1 and IGFBP-2 and risk of colon and rectal cancers in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. International Journal of Cancer 121 368–376. (doi:10.1002/ijc.22697)

Mu N, Zhu Y, Wang Y, Zhang H, Xue F. Insulin resistance: a significant risk factor of endometrial cancer. Gynecol Oncol. 2012 Jun;125(4):751-7.

Hsing AW, Gao YT, Chua S Jr, Deng J, Stanczyk FZ. Insulin resistance and prostate cancer risk. J Natl Cancer Inst. 2003; 95(1): 67-71.

Jenab, et al. 2007 Serum C-peptide, IGFBP-1 and IGFBP-2 and risk of colon and rectal cancers in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. International Journal of Cancer 121 368–376. (doi:10.1002/ijc.22697)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Kemal Al Fajar
Tanggal diperbarui 03/01/2021
x