Tips Mencegah Kadar Gula Darah Terlalu Rendah (Hipoglikemia)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kondisi kadar gula darah rendah atau hipoglikemia memang paling berisiko dialami oleh orang yang menjalani terapi insulin atau pengobatan gula darah, seperti penderita diabetes. Namun, gula darah juga bisa turun terlalu rendah dalam waktu-waktu tertentu, tanpa dipengaruhi oleh pengobatan apa pun. Hal ini membuat hipoglikemia bisa dialami oleh siapa pun, termasuk Anda yang sehat. Untungnya, bahaya hipoglikemia bisa dicegah dengan menerapkan trik untuk menghindari gula darah rendah.

Kapan perlu waspada kadar gula turun?

Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah lebih rendah dari batas gula darah normal hingga mencapai 70 mg/dL. Beberapa gejala yang menandakan kadar gula darah Anda terlalu rendah, antara lain:

  • Pusing
  • Badan lemas dan gemetar
  • Jantung berdebar
  • Pandangan kabur
  • Kehilangan keseimbangan.

Jika Anda tidak berusaha menghindari gula darah rendah atau bahkan sampai terjadi berulang, hipoglikemia bisa menyebabkan kerusakan otak yang berujung pada kejang, koma, bahkan kematian.

Pengobatan diabetes yang berfokus menurunkan kadar gula darah yang tinggi, seperti suntik insulin dan obat metformin, memang memiliki efek samping yang memicu hipoglikemia. Akan tetapi, turunnya gula darah secara drastis juga bisa dipengaruhi dari reaksi alami tubuh.

Beberapa hal dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami hipoglikemia, seperti:

  • Saat tidur di malam hari, karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu lama.
  • Tidak makan secara teratur dengan porsi makan yang tidak seimbang.
  • Terlalu banyak beraktivitas dan tidak menambah asupan karbohidrat harian.
  • Makan terlalu sedikit dan tidak teratur, tapi tetap menyuntikan insulin dalam dosis tetap.
  • Kelebihan dosis terapi insulin dari yang dianjurkan dokter.
  • Suntik insulin di waktu yang tidak tepat, seperti sebelum berolahraga.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dalam keadaan perut kosong dalam waktu lama.
  • Berolahraga terlalu intens tanpa dibarengi dengan asupan makanan yang cukup.

Trik mencegah kadar gula darah turun terlalu rendah

kesehatan wanita

Masalah kesehatan yang ditimbulkan hipoglikemia bisa dicegah melalui kombinasi penerapan pola hidup sehat dengan kedisiplinan dalam menjalani pengobatan, khusunya untuk penderita diabetes.

Agar gula darah lebih terkendali, National Institute of Diabetes menyarankan Anda untuk melakukan trik mencegah gula darah rendah berikut ini:

1. Rutin cek kadar gula darah

Pemeriksaan atau cek kadar gula darah secara rutin setiap harinya diperlukan untuk mengukur apakah Anda telah menjalani pengobatan dengan baik, cukup aktif bergerak, ataupun sudah memenuhi kebutuhan asupan makanan setiap harinya.

Cek kadar gula darah secara mandiri menggunakan alat pengukur gula darah beberapa kali sehari sesuaiĀ  yang dianjurkan dokter. Anda perlu langsung memeriksa ketika menunjukkan keluhan yang dicurigai sebagai gejala hipoglikemia.

Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, selalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur. Apabila kadar gula darah penderita diabetes selalu turun di malam hari, sebaiknya minta kepada dokter untuk menyesuaikan dosis insulin harian Anda.

2. Makan secara teratur dengan gizi seimbang

Kadar gula darah mestinya cenderung naik sehabis makan. Namun, hipoglikemia juga bisa terjadi ketika penderita diabetes tipe 1 yang makan terlalu sedikit dan sering melewati waktu makan, tapi selalu menyuntikkan insulin dalam dosis tetap.

Oleh karena itu, kunci dari trik menghindari gula darah turun terlalu rendah adalah makan dan mengonsumsi camilan secara teratur sesuai jadwalnya. Hal ini perlu dibarengi dengan jadwal penyuntikan insulin yang juga teratur utamanya bagi penderita diabetes.

Di samping itu, Anda juga sebaiknya mengatur jenis makanan yang Anda konsumsi. Pastikan telah memenuhi kebutuhan gizi harian, terutama jumlah asupan karbohidrat guna menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.

Pilihan Makanan untuk Menaikkan Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Tips mencegah gula darah rendah saat olahraga

mencegah hipoglikemia saat olahraga

Menjalani aktivitas berat seperti berolahraga membuat penderita diabetes lebih berisiko mengalami hipoglikemia. Padahal Anda tetap dituntut untuk selalu aktif secara fisik guna mengendalikan kadar gula darah.

Maka dari itu, Anda perlu menerapkan trik-trik khusus untuk menghindari kadar gula darah rendah selama berolahraga.

1. Melakukan pengecekan kadar gula darah

Cek kadar gula darah sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Pastikan kadar gula darah Anda berada di atas 100 mg/dl sebelum memulai olahraga.

Jika kadar gula darah Anda berada di atas 250 mg/dl sebelum memulai olahraga, periksalah zat keton dalam urine Anda.

Jika hasil tes urine Anda menyatakan adanya keton, jangan melanjutkan berolahraga. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dan meningkatkan risiko ketoasidosis, yaitu kondisi dehidrasi berat.

Jika kadar gula darah Anda selama berolahraga berada dalam angka 70 mg/dL atau lebih rendah, hentikan kegiatan dan konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat, seperti potongan buah, yogurt rendah lemak, dan granola bar. Periksalah setiap 15 menit, jika tak kunjung berubah ulangi lagi hal ini.

Periksalah setelah Anda selesai. Hal ini akan membuat Anda mengetahui bagaimana olahraga yang Anda lakukan dapat memengaruhi kadar gula darah Anda. Pengecekan ini juga akan memberikan informasi kepada Anda apakah Anda membutuhkan membutuhkan camilan untuk menaikkan kadar gula (jika di bawah 100 mg/dl) atau tidak.

2. Makanlah sebelum Anda berolahraga

Untuk mencegah gula darah rendah, pastikan Anda memiliki energi yang cukup selama berolahraga dengan mengonsumsi makanan sumber kalori, terutama karbohidrat. Hindari konsumsi alkohol baik sebelum maupun sesudah berolahraga

Namun, pastikan memberi jeda di antara waktu setelah makan dengan berolahraga, setidaknya 2 jam. Jangan berolahraga dalam kedaan perut kenyang. Oleh sebab itu, hindari makanan dan camilan yang tinggi lemak karena membutuhkan waktu lama untuk dicerna.

Jika Anda menggunakan insulin sebelum makan, pastikan Anda juga mengetahui kapan puncak kerja insulin tersebut. Tunda untuk berolaharaga sampai masa kerja insulin selesai.

3. Selalu sedia makanan ringanĀ 

Terkadang sulit untuk mencegah kondisi gula darah rendah saat berolahraga. Untuk mengantisipasi, sebaiknya Anda selalu membawa makanan ringan yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Jika beberapa kali mengalami gangguan kesehatan yang mirip dengan gejala hipoglikemia, segera cek kadar gula darah Anda. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Bagi penderita diabetes, Anda perlu berkonsultasi untuk menyesuaikan rencana perawatan diabetes yang lebih aman untuk kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

    Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

    Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kanker Tiroid

    Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah diabetes sejak dini

    3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah diabetes pada keluarga

    Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
    bisul atau abses

    Bisul

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit