Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya sel abnormal yang merusak tubuh dan berkembang mengganas. Penelitian dalam satu dekade terakhir menunjukan bahwa hiperinsulinemia adalah salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

Apa itu hiperinsulinemia?

Insulin itu sendiri adalah hormon yang diperlukan tubuh untuk menjaga kadar gula darah agar selalu dalam batas normal. Insulin hanya dilepaskan dalam waktu dan jumlah tertentu ketika kadar gula perlu diseimbangkan. Kadar insulin berlebih dalam darah terjadi ketika pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Hal memicu kondisi resistensi insulin, dimana tubuh tidak lagi merespon kadar insulin dalam jumlah yang normal.

Jika terjadi dalam waktu yang lama, pankreas akan tetap memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak hingga pada akhirnya mengalami kelainan fungsi. Di saat yang bersamaan kadar insulin dalam darah akan tetap tinggi dan menyebabkan kondisi hiperinsulinemia.

Sederhananya, hiperinsulinemia adalah kondisi di mana tubuh memiliki kadar insulin yang terlalu tinggi. Hiperinsulinemia merupakan karakteristik utama dari kondisi pra-diabetes, tapi juga dapat terjadi pada individu yang mengalami obesitas atau bahkan pada orang yang terlihat sehat.

Baik kondisi resistensi insulin dan hiperinsulinemia berkaitan erat dengan sindrom metabolik seperti gejala awal dan lanjutan dari diabetes, obesitas dan penumpukan lemak di sekitar perut serta faktor gaya hidup seperti kurang beraktivitas dan pola konsumsi, serta penggunaan hormone insulin injeksi juga berpotensi sebagai penyebab dari hiperinsulinemia.  Dalam beberapa kasus yang jarang kelebihan hormone isulin dalam darah juga dapat disebabkan adanya tumor yang tumbuh pada sel yang memproduksi hormone insulin atau dikenal dengan dengan insuloma serta penyakit genetik nesidioblastosis yang memicu sekresi insulin berlebih akibat kelainan sel pada pankreas.

Apa akibatnya jika punya hiperinsulinemia?

Efek hiperinsulinemia akut akan menimbulkan beberapa beberapa gejala, di antaranya:

  • Ngidam makanan bergula
  • Gampang kelaparan
  • Peningkatan berat badan
  • Sulit berkonsentrasi dan mudah kehilangan fokus
  • Cenderung merasa cemas dan panik
  • Kelelahan kronis

Sedangkan hiperinsulinemia dalam waktu yang lama akan memicu inflamasi kronis yang dapat menyebabkan kerusakan organ, terutama kelenjar pankreas. Selain merupakan pemicu perkembangan penyakit diabetes mellitus, resistensi insulin dan hiperinsulinemia yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Bagaimana hiperinsulinemia dapat memicu tumbuhnya sel kanker?

Hiperinsulinemia adalah salah satu faktor pemicu kanker. Kemungkinannya, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan sel abnormal tumor hingga menjadi kanker melalui proses peradangan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Perubahan sel tumor menjadi kanker sangat dipengaruhi oleh peradangan yang dapat mempermudah sel tumor menyebar dan berkembang. Hal tersebut lebih mudah terjadi ketika kadar insulin dalam darah cenderung tinggi dalam waktu yang lama seperti saat seseroang mengalami obesitas dan diabetes. Berikut terdapat dua cara kondisi hiperinsulinemia dapat memicu perkembangan kanker.

  • Mempercepat pertumbuhan kanker – kelebihan  insulin dalam darah secara langsung akan meningkatkan konsentrasi serum insulin, C-peptide dan protein insulin growth factor (IGF) yang bersifat mitogenik, sehingga dapat memicu sel tumor atau kanker untuk tumbuh dan berdiferensiasi lebih cepat. Selain itu peningkatan IGF juga diketahui dapat memperburuk prognosis kanker sehingga meningkatkan risiko kematian akibat kanker.
  • Menurunkan protein penghambat sel abnormal – hiperinsulinemia juga dapat menurunkan jumlah globulin pengikat hormone seks sehingga terjadi peningkatan oestrogen yang dapat menimbulkan inflamasi tumor. Hal tersebut juga diikuti dengan penurunan jumlah protein adiponektin yang berperan dalam mencegah pertumbuhan sel abnormal, akibatnya sel abnormal dari kanker akan lebih mudah berkembang.

Jenis tumor dan kanker yang dapat dipicu oleh hiperinsulinemia

Dalam beberapa studi yang dilakukan pada tahun 2007 dan 2008 kondisi insulin berlebih dapat meningkatkan risiko kanker endometrium, kanker kolorektal dan kanker prostat. Ketiga jenis kanker tersebut berkaitan dengan peningkatan kadar C-peptida akibat dari hiperinsulinemia.  Dalam studi lainnya pada tahun 2006 dan 2009 ditemukan peningkatan risiko kanker kolorektal dan pankreas akibat kondisi hiperinsulinemia yang dipicu penggunaan terapi hormon insulin. Penyakit kanker payudara juga diketahui merupakan salah satu jenis kanker yang disebabkan oleh kondisi hiperinsulinemia akibat inflamasi dari insulin growth factor (IGF) yang dipicu oleh diabetes dan obesitas.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Amiloidosis

    Amiloidosis adalah salah satu penyakit langka yang bisa menyebabkan gagal organ mematikan. Apa penyebabnya? Bisakah penyakit ini disembuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

    Rhabdomyosarkoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lunak tubuh. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Prolaktinoma

    Kalkulator BMI Benarkah berat badan Anda sudah ideal? Ayo Cari Tahu! Your browser does not support iframes. ...

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cek atau tes gula darah

    5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    Diet pasien diabetes

    Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    penyakit degeneratif

    Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    pilihan beras untuk menurunkan berat badan

    Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit