Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Manfaat Diet Vegetarian untuk Diabetes dan Tips Menjalaninya

Kenali Manfaat Diet Vegetarian untuk Diabetes dan Tips Menjalaninya

Pasien diabetes (diabetesi) perlu lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari guna menjaga kadar gula darah dan kesehatan secara keseluruhan. Diet vegetarian dapat menjadi pilihan yang menyehatkan untuk pasien diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 karena membantu mengendalikan penyakit gula darah ini. Namun, bagaimana memastikan asupan nutrisi diabetesi tetap seimbang saat menjalani diet vegetarian?

Manfaat diet vegetarian untuk diabetes

diet vegetarian menurunkan risiko stroke

Terdapat berbagai jenis diet vegetarian. Ada yang benar-benar menghindari semua makanan yang berasal dari hewan, tetapi ada pula yang masih mengonsumsi ikan, susu, atau telur.

Namun, secara umum, diet vegetarian berfokus pada konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan serat yang tinggi (sayuran, biji-bijian, dan buah) serta menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan trans.

Diabetesi bisa mendapatkan berbagai keuntungan dengan menjalani diet vegetarian. Tak hanya bisa menjaga kadar gula darah, diet ini pun bisa menekan risiko komplikasi diabetes yang berbahaya.

Berikut ini adalah manfaat yang bisa pasien diabetes peroleh dengan menjalani diet vegetarian.

1. Mengendalikan gula darah

Diet vegetarian dapat meningkatkan jumlah asupan serat harian untuk pasien diabetes. Serat sendiri adalah nutrisi yang berperan penting dalam proses pencernaan makanan.

Makanan tinggi serat bisa memperlambat proses pencernaan sehingga makanan tidak cepat diproses menjadi glukosa.

Hal ini tentunya mencegah kadar gula darah melonjak drastis setelah makan. Artikel ilmiah dari American Association Diabetes juga menjelaskan beberapa riset terkait hal ini.

Menurut artikel tersebut, pasien diabetes yang menjalani diet vegetarian mengalami penurunan kadar gula darah yang lebih signifikan dibandingkan dengan yang pasien yang tidak mengikuti diet.

Diet vegetarian bahkan bisa menurunkan konsumsi obat-obatan penurun gula darah karena kadar gula darah pasien cenderung lebih stabil dari waktu ke waktu.

2. Menurunkan serta menjaga berat badan

Selain dapat menjaga kadar gula darah tidak cepat naik, makanan berserat juga memberikan efek kenyang lebih lama.

Diet vegetarian juga mengutamakan konsumsi makanan dan minuman yang utuh (tidak diolah ke dalam bentuk makanan lain) dan mengandung kalori rendah.

Dengan begitu, pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2 yang mengalami kelebihan berat badan bisa mengurangi jumlah kalori secara keseluruhan tanpa merasa kelaparan.

Manfaat diet vegetarian ini bisa membantu pasien diabetes untuk menurunkan berat badan berlebih atau menjaga berat badan tetap ideal.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian rilisan JAMA Network yang menyebutkan bahwa diet vegetarian bisa meningkatkan proses metabolisme dan sensitivitas insulin.

Selanjutnya, pengaruh diet pun dapat menurunkan berat badan. Berat badan yang seimbang bisa mendukung pengendalian penyakit diabetes.

3. Mencegah penyakit komplikasi

Diet vegetarian menghindari konsumsi daging yang menjadi sumber lemak jenuh dan trans.

Jika mengikuti diet vegetarian yang lebih ketat, Anda bahkan hanya boleh menyantap makanan yang bebas kolesterol.

Konsumsi makanan rendah lemak seperti ini dapat mengurangi risiko berbagai penyakit yang menyerang sistem kardiovaskular, seperti jantung, hipertensi, dan stroke.

Jenis-jenis penyakit tersebut tak lain adalah komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien diabetes.

Artinya, diet vegetarian juga bisa mencegah komplikasi diabetes.

Namun, diabetesi tetap perlu mengatur porsi beberapa sumber makanan yang dianjurkan pada diet vegetarian, seperti kacang-kacangan, keju, dan margarin.

Pasalnya, makanan ini mengandung kolesterol jahat yang bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah jika tidak dibatasi konsumsinya.

Cara melakukan diet vegetarian untuk pasien diabetes

Sayur untuk diabetes

Satu hal yang kerap menjadi permasalahan dalam diet vegetarian adalah cara untuk memenuhi keseimbangan nutrisi.

Pasalnya, prinsip diet sehat untuk diabetes menganjurkan pasien menjalani pola makan yang teratur dan bernutrisi lengkap.

Sementara pada diet vegetarian, Anda perlu menghindari konsumsi daging sehingga asupan protein dan lemak menjadi terbatas.

Tak perlu khawatir, pasien diabetes tetap bisa menjalani diet vegetarian tanpa kekurangan asupan nutrisi tertentu dengan mengikuti panduan berikut ini.

1. Pilih karbohidrat kaya serat

Untuk sumber karbohidrat, utamakan mengonsumsi jenis makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks karena lebih kaya serat.

Beberapa sumber karbohidrat yang aman untuk diabetes adalah beras meras, beras brasmati, jagung, gandum, dan ubi jalar.

Namun, penting bagi diabetesi untuk mengatur porsi makanan tersebut sesuai dengan kebutuhan karbohidrat harian sehingga tidak membuat gula darah melonjak naik.

2. Utamakan sumber protein nondaging

Diet vegetarian tetap bisa memenuhi kebutuhan protein.

Jika Anda mengikuti diet vegetarian yang memperbolehkan konsumsi telur dan susu, Anda bisa mencukupi kebutuhan protein dari makanan tersebut.

Sementara untuk yang menghindari konsumsi terlur dan susu, Anda bisa beralih mengonsumsi sumber protein nabati yang berasal dari kacang-kacangan atau biji-bijian.

Berikut adalah pengganti daging sebagai sumber protein dalam diet vegetarian:

  • tahu,
  • tempe,
  • susu kedelai,
  • kacang polong,
  • edamame,
  • kacang almon,
  • quinoa,
  • kacang merah,
  • biji chia,
  • seitan, dan
  • oat.

3. Cukupi kebutuhan lemak baik

Saat menjalani diet vegetarian, pasien diabetes bisa kekurangan lemak yang bermanfaat, seperti asam lemak omega-3 yang umumnya berasal dari telur dan ikan.

Jika Anda tidak mengonsumsi telur, Anda bisa mendapatkan asupan omega-3 dari susu kacang kedelai, kenari, minyak kanola, atau biji rami (flaxseed).

4. Lengkapi asupan vitamin dan mineral

Selama menjalani diet vegetarian, Anda tetap bisa memperoleh berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika khawatir kekurangan zat besi dan kalsium yang umumnya diperoleh dari konsumsi daging, Anda bisa mengonsumsi telur, roti, sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah.

Lagi pula, diet vegetarian juga menganjurkan pasien diabetes untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur yang tinggi kandungan vitamin C.

Vitamin ini dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh sel-sel tubuh.

Diet vegetarian bisa mencukupi hampir semua kebutuhan nutrisi, kecuali vitamin B12, terutama untuk jenis diet yang tidak mengonsumsi telur dan olahan susu.

Oleh karena itu, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 melalui konsumsi suplemen.

Jika tertarik mencoba diet vegetarian, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis gizi.

Nantinya, dokter akan membantu merencanakan menu diet vegetarian yang tepat sesuai dengan kondisi diabetes Anda.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kahleova, H., Petersen, K., Shulman, G., Alwarith, J., Rembert, E., & Tura, A. et al. (2020). Effect of a Low-Fat Vegan Diet on Body Weight, Insulin Sensitivity, Postprandial Metabolism, and Intramyocellular and Hepatocellular Lipid Levels in Overweight Adults. JAMA Network Open, 3(11), e2025454. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2020.25454

Papier, K., Appleby, P., Fensom, G., Knuppel, A., Perez-Cornago, A., & Schmidt, J. et al. (2019). Vegetarian diets and risk of hospitalisation or death with diabetes in British adults: results from the EPIC-Oxford study. Nutrition & Diabetes, 9(1). https://doi.org/10.1038/s41387-019-0074-0

Qian, F., Liu, G., Hu, F., Bhupathiraju, S., & Sun, Q. (2019). Association Between Plant-Based Dietary Patterns and Risk of Type 2 Diabetes. JAMA Internal Medicine, 179(10), 1335. https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2019.2195

Pawlak, R. (2017). Vegetarian Diets in the Prevention and Management of Diabetes and Its Complications. Diabetes Spectrum, 30(2), 82-88. https://doi.org/10.2337/ds16-0057

Tonstad, S., Stewart, K., Oda, K., Batech, M., Herring, R., & Fraser, G. (2013). Vegetarian diets and incidence of diabetes in the Adventist Health Study-2. Nutrition, Metabolism And Cardiovascular Diseases, 23(4), 292-299. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2011.07.004

Diabetes UK. (2021). Vegetarian diets and diabetes. Retrieved 21 April 2021, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/vegetarian-diets

Mayo Clinic. (2021). Vegetarian diet: Can it help me control my diabetes?. Retrieved 21 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/expert-answers/diabetes/faq-20058117

Cleveland Clinic. (2020). Want to Go Vegetarian? What to Do If You Have Diabetes. Retrieved 21 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/want-go-vegetarian-diabetes/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.