backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

11 Ciri Gula Darah Tinggi pada Wanita dan Penanganannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

11 Ciri Gula Darah Tinggi pada Wanita dan Penanganannya

Kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada wanita. Kenali ciri kadar gula darah tinggi pada wanita dan cara mengatasinya berikut ini.

Ciri kadar gula darah tinggi pada wanita

Pada dasarnya, kadar gula darah yang naik dan turun sewaktu-waktu merupakan hal yang wajar, termasuk pada orang yang tidak memiliki diabetes. Hal ini bergantung dengan perubahan kondisi tubuh.

Jika kadar gula darah terus-menerus naik, hingga melebihi batas gula darah normal dapat menandakan kondisi hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi. 

Ciri kadar gula darah tinggi bisa bervariasi pada setiap orang. Berikut ini tanda dan gejala kadar gula darah tinggi pada wanita. 

1. Infeksi jamur vagina

Salah satu gejala gula darah tinggi yang umum dialami oleh wanita adalah infeksi jamur pada vagina yang disebabkan oleh jamur Candida Albicans.

Mengutip Diabetes UK, kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan melemahnya sistem imun tubuh. Hal ini mengakibatkan jamur lebih cepat tubuh dan menginfeksi tubuh, termasuk di area vagina. 

Kondisi ini biasanya ditandai dengan vagina yang terasa gatal, bibir vagina yang kemerahan dan bengkak, serta sensasi terbakar saat berhubungan seks atau buang air kecil. 

2. Vagina kering

vagina basah

Ciri kadar gula darah tinggi pada wanita selanjutnya adalah vagina kering. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di area vagina.

Hal ini menyebabkan area vagina kehilangan pelumas alaminya sehingga kelembapan area vagina berkurang. 

Akibatnya, muncul rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual dan menurunkan gairah seksual wanita.

Berapa batas gula darah normal pada wanita?

  • Batas kadar gula darah puasa (GDP) normal, baik wanita maupun pria, adalah antara 70 mg/dl – 100 mg/dl.
  • Gula darah sewaktu (GDS) yang normal kurang dari 200 mg/dl. GDS yang lebih dari 200 mg/dl dikatakan mengalami hiperglikemia.

3. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) juga menjadi salah satu efek gula darah tinggi pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih, termasuk uretra.

Studi dalam jurnal Nature Communication mengungkapkan bahwa seseorang dengan kadar gula darah yang tinggi mengalami penurunan psoriasin, yakni sel imun tubuh yang berfungsi melawan bakteri.

Hal ini mengakibatkan seseorang lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran kemih ketika kadar gula darah tinggi. 

Orang yang mengalami infeksi saluran kemih biasanya merasakan gejala berupa nyeri saat buang air kecil, urine keruh dan berbau menyengat, serta nyeri panggul.

4. Mudah haus dan lebih sering buang air kecil

Ciri kadar gula darah tinggi pada wanita lainnya adalah meningkatnya rasa haus dan keinginan buang air kecil

Kadar glukosa yang tinggi dapat menumpuk dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula.

Untuk membuang kelebihan gula tersebut, ginjal perlu memproduksi lebih banyak urine. Akibatnya, wanita dengan kadar gula darah tinggi lebih sering buang air kecil dan merasa lebih cepat haus. 

5. Mulut kering

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat mengganggu kelenjar air liur, sehingga tubuh tidak menghasilkan air liur dengan normal. Akibatnya, mulut akan terasa kering.

Selain itu, gejala mulut kering bisa disebabkan karena tubuh kehilangan banyak cairan karena sering buang air kecil. 

Pada orang dengan kadar glukosa yang tinggi, kondisi ini juga bisa disertai dengan bibir pecah-pecah, bau mulut, dan sensasi kering di tenggorokan.

6. Cepat merasa lapar

Selain mudah merasa haus, kadar gula darah yang tinggi pada wanita bisa menyebabkan seseorang menjadi mudah lapar.

Pasalnya, kelebihan glukosa dalam darah tidak bisa diubah menjadi energi, sehingga mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup.

Sel dan jaringan tubuh kemudian akan mengirimkan sinyal rasa lapar ke otak sehingga Anda lebih mudah merasa lapar.

7. Penglihatan kabur

kenapa penglihatan tiba-tiba gelap

Penglihatan kabur juga bisa menjadi salah satu gejala kadar gula darah tinggi pada wanita. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu mata atau keduanya.

Kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada lensa mata, yang bertanggung jawab memfokuskan cahaya pada retina di bagian belakang mata. 

Ketika membengkak, bentuk lensa akan terpengaruh, sehingga mempengaruhi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas. 

8. Penurunan berat badan tanpa alasan

Penurunan berat badan drastis yang terjadi bukan karena diet atau kondisi kesehatan lain bisa menjadi salah satu gejala tingginya kadar gula darah pada wanita.

Kondisi ini terjadi karena kadar glukosa yang berlebih menumpuk pada darah dan tidak bisa diolah menjadi energi. 

Akibatnya, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai energi. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan berat badan. 

9. Luka lama untuk sembuh

Mengutip Wound Care Center, kadar gula darah tinggi dapat membuat pembuluh arteri menjadi kaku dan menyempit.

Penyempitan pada pembuluh darah ini menyebabkan sel darah merah tidak dapat membawa zat gizi dan oksigen ke jaringan tubuh yang luka. 

Tanpa zat gizi dan oksigen yang cukup, proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat dan rentan mengalami infeksi.

10. Masalah pada kulit

Bagi wanita yang tidak memiliki diabetes, masalah pada kulit, seperti gatal atau ruam juga bisa menjadi salah satu ciri kadar gula darah tinggi pada wanita. 

Tingginya kadar gula darah menyebabkan sistem imun tubuh melemah. Dampaknya, tubuh akan kesulitan untuk melawan infeksi, sehingga muncul infeksi pada kulit.

Mengutip American Academy Dermatology Association, kadar gula darah melebihi batas normal juga dapat menyebabkan bagian leher, ketiak, dan bagian tubuh lainnya menjadi berwarna lebih gelap. 

11. Nyeri pada kaki

Tingginya kadar gula darah pada wanita juga dapat menyebabkan kerusakan saraf di tubuh termasuk pada kaki. 

Hal ini dapat menyebabkan kaki terasa nyeri atau bahkan menyebabkan mati rasa pada tungkai kaki. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda komplikasi diabetes, yakni neuropati diabetik

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat sirkulasi darah, sehingga pasokan darah ke kaki berkurang. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami kram atau nyeri pada kaki.

Cara mengatasi kadar gula darah tinggi pada wanita

perkembangan janin 1 minggu kehamilan

Melakukan perubahan gaya hidup bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi kembali normal. Berikut ini perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan. 

  • Menjaga pola makan. Kadar gula darah yang tinggi bisa dipicu karena kebiasaan makanan yang tidak sehat. Cobalah perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh untuk mengontrol gula darah.
  • Berolahraga secara teratur. Sempatkan waktu untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari seperti jogging untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.
  • Kurangi stres. Stres juga bisa menjadi penyebab kadar gula darah naik, jadi cobalah kelola stres dengan istirahat cukup, bercerita pada orang yang dipercaya, atau menjalani hobi.
  • Rajin cek gula darah. Jangan lupa untuk rutin cek gula darah guna memantau kadar gula darah dan mencegah hiperglikemia.

Jika Anda merasa kesulitan menjaga kadar gula darah, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan