Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kedua kalinya dalam sejarah pasien HIV yang dinyatakan sembuh setelah mendapatkan berbagai pengobatan, baik untuk HIV maupun alternatif lainnya. Pasien yang merupakan warga negara Inggris ini sebenarnya telah pulih dari HIV sejak Maret lalu dan akhirnya memutuskan untuk membuka jati dirinya sekarang.

Satu pertanyaan bagi masyarakat yang ditujukan kepada pria Inggris tersebut adalah bagaimana ia dapat sembuh dari penyakit yang belum ditemukan obatnya.

Bagaimana pasien dapat dinyatakan sembuh dari HIV?

mitos HIV dan AIDS

Menurut laporan dari sejumlah media, pasien yang bernama Adam Castillejo ini dilaporkan sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sumsum tulang untuk limfoma.

Menurut laporan dari jurnal Nature, transplantasi tersebut berasal donor dengan mutasi genetik yang dapat menghambat kemampuan HIV memasuki sel, alias mencegah penularan. Hasilnya, transplantasi ini dapat menggantikan sistem kekebalan tubuh pasien agar kebal terhadap virus.

Metode ini sebenarnya dilakukan untuk menyembuhkan kanker darah yang diidap oleh pasien dan bukan pilihan pertama untuk mengobati HIV.

Kanker darah yang diderita oleh Adam menyebabkan kemoterapi tidak dapat dilakukan. Maka itu, metode ini digunakan sebagai upaya untuk mengobati kanker darah agar dapat menerima pengobatan.

Sebenarnya, transplantasi sumsum tulang sudah lama digunakan untuk menyembuhkan kanker darah seperti ini. Akan tetapi, hasilnya cukup memuaskan dari donor sumsum tulang ternyata memiliki kemampuan untuk melawan HIV.

Alih-alih menggunakan donor yang kriterianya hanya cocok, tim peneliti memilih donor dengan dua salinan mutasi gen CCR5. CCR5 merupakan gen yang memberikan perlawanan terhadap infeksi HIV.

Kode gen ini merupakan reseptor pada permukaan sel darah putih yang terlibat dengan respon imun tubuh. Normalnya, HIV akan mengikat reseptor tersebut dan menyerang sel, tetapi hilangnya CCR5 membuat reseptor berhenti bekerja, sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Dua salinan mutasi gen ini dapat ditemukan setidaknya pada 1% orang keturunan Eropa dan kebal terhadap infeksi HIV. Oleh karena itu, transplantasi sumsum tulang dari mutasi gen yang dipilih membuat pasien HIV dari Inggris ini dinyatakan sembuh.

Mengenal transplantasi sumsum tulang yang menyembuhkan HIV

transplantasi kepala

Sebelumnya, transplantasi sumsum tulang ternyata juga digunakan untuk menyembuhkan pasien pertama yang dinyatakan sembuh dari HIV, yaitu Timothy Ray Brown.

Brown yang disebut sebagai pasien Berlin ini dianggap ‘bebas’ dari HIV setelah menerima metode yang sama dengan Adam Castillejo pada 2007. Selama lebih dari satu dekade hingga sekarang, ia tidak lagi mengonsumsi obat anti-HIV.

Pendekatan yang dilakukan oleh dokter pada Brown dianggap sebagai keajaiban. Mirip dengan pasien dari Inggris, Brown menerima transplantasi sumsum tulang untuk mengobati leukimia yang dideritanya agar dapat menjalani kemoterapi.

donor sumsum tulang belakang

Setelah menjalani pengobatan tersebut, ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Donor sumsum tulang yang ada di tubuh Brown memiliki mutasi gen yang dapat mencegah HIV untuk memperburuk sel-sel di tubuhnya.

Walaupun demikian, transplantasi sumsum tulang ini ternyata memiliki efek samping yang hampir menyebabkan kematian pada Brown. Sebagai pasien pertama yang sembuh dari HIV, metode yang digunakan oleh dokter ternyata mengalami banyak kegagalan dan efek samping.

Maka itu, Brown memang dinyatakan sembuh dari HIV, tetapi transplantasi sumsum tulang tidak direkomendasikan oleh dokter sebagai pengobatan utama untuk HIV.

Lantas, adakah obat khusus agar sembuh total dari HIV?

data hiv aids di indonesia

Transplantasi sumsum tulang yang dijalani oleh Brown dan Castillejo memang dianggap sebagai salah satu ‘terobosan baru’ dalam dunia kesehatan. Akan tetapi, para ahli masih belum yakin apakah metode ini dapat digunakan oleh mayoritas pasien HIV agar mereka sembuh.

Menurut Avert, sampai saat ini belum ada obat yang dikhususkan untuk melawan virus HIV. Akan tetapi, ada beberapa pengobatan HIV yang dilakukan agar pasien tetap hidup sehat dan risiko kematiannya rendah.

Normalnya, ketika seorang pasien dinyatakan mengidap HIV mereka akan menjalani perawatan dengan obat antiretroviral (ARV). Penggunaan obat antiretroviral bertujuan untuk mengelola HIV dan mencegah virus ini merusak sistem kekebalan tubuh.

Walaupun demikian, para ahli masih dalam proses penelitian untuk mencari dan mengembangkan obat khusus menyembuhkan HIV. Berikut ini merupakan beberapa percobaan yang dilakukan oleh para ahli untuk menemukan obat yang dapat membuat pasien HIV sembuh.

Penyembuhan fungsional

diet untuk penderita hiv

Salah satu metode yang dicoba agar pasien sembuh dari HIV adalah penyembuhan fungsional. Metode ini dipakai untuk mengurangi ukuran jaringan virus HIV dalam tubuh hingga tidak dapat dideteksi sama sekali atau menyebabkan rasa sakit meskipun sebenarnya masih ada.

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa antiretroviral adalah metode penyembuhan fungsional yang efektif. Namun, perlu diketahui bahwa metode ini bertujuan untuk menekan virus agar tidak diperlukan penggunaan obat dalam jangka panjang.

Penyembuhan secara fungsional sudah diuji pada beberapa pasien dan di antara mereka terdapat pasien yang sembuh. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan virus HIV muncul kembali di tubuh pasien, sehingga tidak dapat dikatakan sembuh total.

Penyembuhan steril

transplantasi

Selain fungsional, metode obat sterilisasi juga digunakan agar pasien dapat sembuh total dari HIV, termasuk virus yang mungkin tidak terdeteksi.

Penyembuhan steril adalah metode yang dipakai oleh Brown dan Castillejo. Keduanya menjalani transplantasi sumsum tulang untuk mengobati kanker darah yang dideritanya.

Transplantasinya berasal dari donor dengan gen yang resisten alami terhadap HIV. Belum ada jawaban pasti mengapa kedua pasien ini dapat sembuh dari HIV. Bahkan, metode ini juga dianggap cukup serius karena efek sampingnya dapat membahayakan nyawa pasien.

Walaupun demikian, kedua pasien ini menjadi harapan di dunia kedokteran untuk memberikan informasi tambahan dalam perjalanan mereka menemukan obat untuk sembuh dari HIV.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menyampaikan Bahwa Anak Anda Terkena HIV

Bila anak terkena HIV dari orang tuanya, perlukah orang tua memberi tahu hal tersebut ke anak? Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
HIV/AIDS, Health Centers 22/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama setelah terdiagnosis. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Health Centers 16/08/2019 . Waktu baca 7 menit

Tips Hidup Sehat dan Panjang Umur untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ada banyak hal yang bisa dilakukan para ODHA atau penderita HIV supaya tetap segar dan fit. Simak berbagai tips sehat untuk ODHA berikut ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
HIV/AIDS, Health Centers 30/04/2019 . Waktu baca 10 menit

Selain Infeksi Menular Seksual, Ini Dampaknya Jika Sering Gonta-ganti Pasangan

Kecenderungan gonta-ganti pasangan dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan fisik dan psikis. Berikut di antaranya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apakah HIV Bisa Sembuh dengan Sendirinya? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 6 menit
mengobati thalassemia

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat anak HIV AIDS

Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21/03/2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat HIV Dapat Digunakan untuk Melawan Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/02/2020 . Waktu baca 6 menit