Aspirin adalah salah satu obat tertua di dunia. Obat ini pertama kali tercatat digunakan oleh bangsa Sumeria dan Mesir dalam pengobatan sehari-hari, terutama untuk mengobati rasa sakit. Obat aspirin pada zaman dahulu terbuat dari tanaman daun willow. Hippocrates juga mengembangkan aspirin melalui ekstrak tanaman ini. Kemudian, banyak penelitian dikembangkan untuk mencari berbagai khasiat dari aspirin beserta dosis yang digunakan. Faktanya, aspirin kini menjadi obat yang mampu mengatasi banyak masalah kesehatan.

Tapi, di balik khasiatnya yang multi fungsi, obat ini pun memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Apa saja baik-buruk obat sejuta umat ini? Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.

Kandungan obat aspirin yang multifungsi

Obat aspirin, atau dalam dunia farmasi disebut asam asetil salisilat, adalah bentuk olahan senyawa salisin yang terdapat dalam banyak tumbuhan. Senyawa ini memiliki beberapa fungsi, sesuai dosisnya. Pada dasarnya, aspirin bekerja menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja prostaglandin, sebuah senyawa dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi peradangan. Jadi, semua hal yang melibatkan prostaglandin dapat dicegah oleh aspirin.

Beberapa efek yang dihasilkan aspirin antara lain:

  • Efek antipiretik berfungsi menurunkan suhu tubuh saat demam.
  • Efek anti-inflamasi berfungsi meredakan peradangan.
  • Efek analgetik peredam rasa nyeri.
  • Efek anti-platelet mencegah sel darah (trombosit) menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga pembekuan darah dapat dihambat.

Berapa dosis aspirin yang tepat?

Ada perbedaan antara obat aspirin yang dijual bebas dan yang diresepkan oleh dokter. Aspirin yang dijual bebas di apotek biasanya tersedia dalam bentuk tablet oral, tablet kunyah, bentuk bubuk, juga permen karet. Sedangkan yang diresepkan dokter biasanya berupa tablet lepas berkala, sehingga dapat melepaskan obat secara perlahan-lahan. Pada tablet lepas berkala, kadar obat dalam darah dapat terjaga dan menghasilkan efek terapi jangka panjang.

Dalam buku farmakologi, Katzhung et al menyebutkan bahwa dosis obat aspirin untuk mendapatkan efek anti nyeri dan anti-demam adalah 300-900 mg, diberikan setiap 4-6 jam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari, karena jika lebih dari itu, aspirin akan menunjukkan efek sampingnya. Sedangkan untuk mendapatkan efek anti peradangan, dosis yang digunakan adalah 4-6 gram per hari.

Untuk mendapatkan efek anti-platelet, dosis yang digunakan adalah 60-80 mg secara oral per hari. Pada proses pembekuan darah, aspirin menghambat jalur siklooksigenase yang memproduksi tromboksan A2 dan prostaglandin yang menyebabkan penggumpalan darah yang mungkin menyumbat pembuluh darah.

Konsumsi aspirin dianjurkan agar mengikuti dosis sesuai dengan kebutuhan. Pada orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati, penyesuaian dosis mutlak dilakukan. Begitu pun untuk pemakaian jangka panjang. Bila Anda rutin mengonsumsi aspirin dan akan melakukan operasi baik operasi besar ataupun operasi kecil (seperti cabut gigi), konsumsi aspirin wajib dihentikan untuk mencegah perdarahan pada saat operasi berlangsung.

Walaupun pada umumnya aspirin aman, namun aspirin tetap memiliki efek samping, bahkan dapat berbahaya bagi sebagian orang. Oleh sebab itu, konsumsi aspirin yang aman haruslah dalam pengawasan dokter.

Manfaat aspirin untuk kesehatan

1. Mengatasi demam

Ketika Anda mengalami demam dan gejala penyerta seperti badan ngilu, tablet aspirin dosis tunggal dapat membuat Anda merasa jauh lebih baik. Senyawa anti-piretik dalam obat aspirin dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk mengatur suhu tubuh, sehingga demam dapat diatasi.

2. Obat sakit kepala mujarab

Prostaglandin adalah senyawa yang bertugas mengirim sinyal sakit ke otak, sedangkan aspirin bekerja memblok senyawa ini, sehingga bermanfaat untuk pengobatan sakit kepala. Nyeri kepala sebelah atau migrain pun dapat diatasi oleh aspirin dalam waktu yang relatif cepat.

3. Baik untuk kesehatan kulit

Tidak hanya bagi kesehatan organ dalam, aspirin juga bermanfaat sebagai obat luar akibat efek anti-peradangan yang dimilikinya. Aspirin dapat menghilangkan jerawat dan bekas gigitan serangga pada kulit. Untuk kebutuhan ini, penggunaan aspirin bukan diminum, melainkan dibuat bentuk adonan/pasta.

Pasta aspirin dapat dibuat dari dua butir aspirin yang dihancurkan, ditambah beberapa tetes air. Cukup oleskan pada jerawat atau bekas gigitan serangga dan biarkan mengering. Setelah itu, bilas dengan air. Hati-hati untuk orang yang sensitif aspirin, karena pasta aspirin bukan menghilangkan noda di kulit, tapi malah justru menimbulkan iritasi.

4. Menurunkan angka kematian akibat kanker dan perlemakan hati

Liver dapat mengalami perlemakan pada orang-orang yang mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang. Aspirin dapat menghambat proses perlemakan hati ini, sehingga tidak terjerumus pada komplikasi yang lebih lanjut yaitu kanker hati. Beberapa penelitian juga dikembangkan untuk mencari manfaat lain dari aspirin. Hasilnya, sebuah penelitian dari John Radcliffe Hospital, Oxford, menunjukkan bahwa obat aspirin dapat mengurangi kematian akibat beberapa jenis kanker.

Angka kematian turun 34% untuk semua kanker dan 54% bagi kanker pencernaan. Setelah 20 tahun, risiko kematian kanker 20% lebih rendah pada kelompok yang diberi aspirin dibandingkan kelompok tanpa aspirin. Namun, penelitian lain masih berlangsung dan diharapkan dapat menyempurnakan hasil tersebut.

5. Sebagai pengencer darah

Efek anti penggumpalan yang dimiliki aspirin membuat obat ini dapat mengencerkan darah. Ada beberapa penyakit yang dapat dicegah, antara lain penyakit jantung koroner dan penyumbatan vena akibat duduk terlalu lama. Walaupun aspirin dapat membantu mencegah serangan jantung, tetap saja pasien tidak boleh meminum obat aspirin setiap hari tanpa anjuran dokter. Biasanya dokter akan memberikan aspirin sebagai pengencer darah pada:

  • Pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung atau stroke
  • Pasien dengan cincin/stent jantung, atau pernah menjalani operasi bypass
  • Pasien yang berisiko mengalami serangan jantung dan mengalami diabetes

Efek samping aspirin yang mungkin terjadi

1. Perdarahan organ-organ dalam

Sifatnya yang mengencerkan darah dapat menyebabkan perdarahan di berbagai tempat dalam tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah tak terbatas dan melebihi dosis. Tempat yang paling sering mengalami perdarahan adalah lambung. Gejala yang timbul akibat perdarahan akibat aspirin antara lain nyeri perut hebat, feses yang menghitam, dan urin yang kemerahan.

2. Aspirin berbahaya untuk anak-anak

Aspirin dapat menyebabkan timbulnya gangguan serius yang disebut dengan Sindroma Reye. Pada sindroma ini, terjadi penimbunan lemak di otak, hati, dan organ tubuh lainnya pada anak, terutama jika obat aspirin diberikan saat anak mengalami cacar air atau flu.

3. Aspirin berbahaya untuk ibu hamil

Aspirin tidak dianjurkan diminum oleh ibu hamil. Obat ini berbahaya bagi janin karena menyebabkan banyak kelainan bawaan, seperti penyakit jantung bawaan dan mengurangi berat badan lahir. Hal ini karena aspirin mampu menembus lapisan plasenta dan mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Nah, walaupun aspirin memiliki banyak manfaat bagai obat dewa, namun penggunaannya harus hati-hati. Tetap komunikasikan pada dokter Anda sebelum memulai terapi dengan obat ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca