Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kopi adalah salah satu minuman yang sangat populer di seluruh dunia. Dahulu, kopi menjadi pendamping camilan, tetapi kini semua orang dapat menikmati berbagai jenis kopi dengan atau tanpa makanan. Namun, tidak semua orang dapat menikmati kopi dan salah satunya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap kafein. 

Apa itu alergi kafein seperti pada kopi?

Kafein adalah zat stimulan alami yang merangsang kerja otak, sistem saraf pusat, jantung, dan otot. Kafein juga berfungsi menghambat pemicu rasa kantuk di otak dan menggantinya dengan memproduksi hormon stres adrenalin, sehingga Anda pun lebih fokus. 

Selain kopi, Anda juga dapat menjumpai kafein di teh, soda, coklat, hingga minuman berenergi. Bahkan, zat stimulan ini juga dipakai dalam beberapa obat. 

Umumnya, dosis maksimal kafein yang terbilang aman bagi orang dewasa adalah 400 miligram per hari atau setara dengan empat cangkir kopi. 

Sementara itu, alergi kopi adalah jenis alergi makanan yang menganggap asupan kafein sebagai senyawa berbahaya. Akibatnya, tubuh memproduksi antibodi (imuniglobulin E) yang memicu setiap sel tubuh melawan balik dan menyebabkan peradangan. 

Peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat konsumsi kafein ini menimbulkan beragam gejala, seperti: 

Umumnya, makanan pemicu alergi adalah protein yang terkandung dalam telur, susu, kacang, dan seafood. Namun, penyebab alergi kafein hingga saat ini belum diketahui. 

Bila Anda mengalami gejala alergi yang disebutkan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Alergi kafein versus sensitivitas kafein

Beberapa orang mungkin menganggap reaksi tubuh yang muncul setelah mereka minum kopi atau minuman berkafein lainnya adalah sensitivitas terhadap kafein. Faktanya, ada perbedaan yang cukup signifikan antara alergi kafein dengan sensitivitas kafein.

Sensitivitas terhadap kafein biasanya mengacu pada masalah pencernaan. Pasalnya, lambung yang tidak cocok dengan kafein tidak dapat mencernanya dengan baik. Akibatnya, muncul beberapa gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti:

  • jantung berdebar,
  • kembung,
  • diare,
  • gugup,
  • sulit tidur,
  • asam lambung naik, serta
  • gelisah dan sakit kepala.

Sementara itu, alergi kopi yang termasuk dalam alergi makanan disebabkan oleh reaksi imun terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi. Gejala alergi makanan seperti pada kafein dapat memengaruhi kulit, saluran pencernaan, hingga sistem pernapasan, meliputi:

  • ruam dan benjolan merah di kulit,
  • kulit terasa gatal,
  • pembengkakan di bibir dan lidah,
  • mulut, bibir, dan lidah terasa gatal,
  • kram perut, serta
  • diare.

Kapan saya harus ke dokter? 

obat asam urat dan kolesterol

Bila jenis alergi makanan ini tidak segera ditangani, gejalanya akan bertambah parah dan Anda berisiko mengalami syok anafilaksis. Meski terbilang cukup jarang, kondisi ini pernah terjadi pada beberapa orang. Namun, belum dapat dipastikan apakah syok anafilaktik ini disebabkan oleh kafein sendiri atau ada pemicu lainnya. 

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala:

  • kesulitan bernapas dan berbicara,
  • sakit perut,
  • mual dan muntah,
  • detak jantung meningkat,
  • suara mengi ‘ngik-ngik’ akibat penyempitan saluran pernapasan, serta
  • pusing dan pingsan.

Seperti kebanyakan jenis alergi lainnya, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes kulit alergi sebagai prosedur diagnosis. Hal ini dilakukan dengan menaruh sedikit alergen pada lengan dan melihat apakah terdapat reaksi yang muncul setidaknya dalam waktu 24 jam. 

Pengobatan alergi minuman berkafein seperti kopi

Alergi kopi atau minuman berkafein lainnya memang dapat diatasi dengan obat alergi makanan seperti antihistamin. Antihistamin ini bekerja untuk mengurangi gejala alergi, seperti gatal dan pembengkakan. 

Bila penderita alergi kafein mengalami syok anafilaktik, Anda mungkin akan diberikan suntik epinephrine (adrenalin). Semakin cepat Anda mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang untuk cepat pulih dari reaksi alergi makanan.

Alergi Air: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Cara mencegah alergi kopi

Salah satu cara mencegah alergi makanan atau setidaknya mengurangi risiko munculnya reaksi alergi kafein adalah berhenti mengonsumsinya. Meski terdengar mudah, kebiasaan minum kopi dan minuman berkafein lainnya tentunya sulit dihentikan. 

Jenis makanan dan minuman yang biasanya mengandung kafein tinggi yang perlu Anda batasi antara lain:

  • kopi,
  • teh,
  • coklat,
  • minuman berenergi,
  • suplemen yang mengandung kafein, dan
  • obat-obatan yang mengandung kafein.

Berhenti mengonsumsi kafein tiba-tiba ternyata dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, mulai dari sakit kepala hingga cepat lelah. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat mengembangkan gejala seperti flu. 

Oleh sebab itu, orang-orang yang hidup dengan alergi makanan, seperti kopi, menghentikan kebiasaannya secara bertahap. Berikut ini beberapa tips yang mungkin membantu Anda membatasi minum minuman berkafein. 

  • Konsumsi minuman non-kafein di pagi hari, seperti teh herbal atau air lemon hangat.
  • Hindari kopi dengan label tanpa kafein karena mungkin mengandung 18 mg kafein.
  • Minum air yang banyak untuk menekan keinginan minum kopi, cola, atau minuman berkafein lainnya.
  • Rutin olahraga untuk mengatasi rasa lelah akibat tidak ada asupan kafein.
  • Beri tubuh waktu untuk beristirahat dengan tidur yang cukup dan lebih rileks.

Bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, ada segudang manfaat kafein bagi kesehatan, seperti meningkatkan kewaspadaan. Meski alergi kafein terbilang cukup jarang, jangan sepelekan gejala yang muncul usai mengonsumsi kopi atau minuman lainnya. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Manfaat minum kopi untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, di antara es kopi atau kopi panas, mana yang lebih sehat? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Seseorang Kecanduan Kopi?

Beberapa orang merasa uring-uringan jika belum minum kopi. Apa ini berarti Anda kecanduan kopi? Apa benar kopi termasuk zat adiktif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mental, Kecanduan 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Salah satu efek yang paling sering dikeluhkan setelah minum kopi adalah rasa mual. Ini berbagai penyebab dan tips mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Tips Makan Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum kopi untuk penderita maag

3 Tips Minum Kopi yang Aman Buat Perut Jika Anda Punya Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
kafein dalam kopi

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit