Obat dan Cara Alami yang Bantu Meredakan Reaksi Alergi Pada Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gejala alergi kulit yang ringan, seperti ruam dan gatal-gatal terkadang akan hilang dengan sendirinya, tanpa perlu diobati. Namun, adakalanya alergi justru semakin parah ketika tidak ditangani dengan tepat. Selain menggunakan obat-obatan yang dianjurkan dokter, ada beberapa pilihan obat alami untuk mengatasi alergi kulit. 

Pilihan obat dan perawatan rumahan alergi kulit

mencegah-alergi-kulit

Salah satu kunci utama dari mengendalikan reaksi alergi pada kulit adalah menghindari alergen. Alergen adalah senyawa yang memicu respons kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin yang nantinya menimbulkan reaksi alergi

Kebanyakan alergen sebenarnya tidak berbahaya, tetapi sistem imun salah mengenalinya, sehingga terjadi gejala alergi di kulit. Selain menghindari penyebab alergi di kulit, seperti logam dan kosmetik, Anda juga dapat meredakan gejala-gejala yang dialami dengan obat alami. Apa saja?

1. Kompres es

Salah satu cara alami yang dapat meredakan gejala alergi kulit selain obat adalah mengompres bagian yang mengalami reaksi alergi kulit dengan es. 

Kompres es atau kain yang sudah dibasahi dengan air dingin terkadang efektif untuk meredakan gatal dan peradangan di kulit. Pasalnya, suhu dingin dari kain memberikan efek mati rasa pada area yang ditargetkan. Hal ini juga membantu mengurangi pembengkakan. 

Walaupun demikian, cara ini sifatnya hanya sementara, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai perawatan untuk jangka panjang. 

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal ketika mengompres area yang terkena alergi dengan kain dingin yaitu sebagai berikut.

  • Lindungi kulit dari kompres es dengan kain atau handuk.
  • Tidak dikompres lebih dari 20 menit.
  • Berikan jeda sekitar 1 jam sebelum kembali mengompres kulit.

Apabila digunakan dengan hati-hati, cara ini sebenarnya cukup aman digunakan untuk berbagai masalah yang jadi penyebab alergi kulit. Terlebih lagi, kompres dingin cocok digunakan ketika rasa gatal akibat alergi tidak menyebar ke bagian tubuh yang luas. 

Pada beberapa kasus alergi matahari, pasien merasa lebih baik setelah menerima kompres dingin. Namun, selalu tanyakan kepada dokter, apakah cara ini aman untuk kondisi alergi Anda. 

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi Pada Kulit

2. Lidah buaya

Dikenal memiliki senyawa anti peradangan, lidah buaya ternyata juga disebut dapat menjadi obat alami untuk membantu meredakan gejala alergi kulit. 

Krim lidah buaya mengandung senyawa anti peradangan, sehingga dinilai dapat membantu meredakan gatal. Bahkan, pada beberapa kasus tertentu, krim ini juga membantu meringankan sensasi terbakar di kulit.

Terlebih lagi, sifat anti mikroba di dalam lidah buaya juga membantu membunuh apapun yang ada di kulit. Hal ini juga membuat kulit terlihat lebih bersih ketika tergores. 

Walaupun demikian, krim lidah buaya bukan pengganti obat alergi kulit yang diresepkan oleh dokter. Sebaiknya tanyakan kepada dokter terkait penggunaan lidah buaya, apakah cocok dengan kondisi kulit Anda atau tidak. 

3. Oatmeal

mandi oatmeal

Tidak hanya untuk mengenyangkan perut, oatmeal juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi alergi kulit secara alami. Bahan makanan yang terbuat dari biji gandum yang digiling ini telah terbukti membantu melindungi kulit terhadap iritasi. 

Hal ini dikarenakan oatmeal mengandung polisakarida pengikat air dan hidrokoloid yang membantu menjaga kelembapan pada kulit. Alhasil, oatmeal berperan sebagai pelembap. 

Selain itu, kandungan lemak oatmeal juga meningkatkan aktivitas emoliennya, sehingga membantu meredakan gatal pada kulit kering. 

Sifat antioksidan dan anti peradangan pada oatmeal juga menghambat produksi prostaglandin dan pelepasan asam karbonat. Aktivitas tersebut ternyata membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan peradangan dari berbagai jenis alergi. 

Meski begitu, ada beberapa laporan menunjukkan bahwa penggunaan oatmeal secara topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi. Oleh sebab itu, selalu tanyakan kepada dokter, apakah pengobatan alternatif ini dapat digunakan atau tidak. 

4. Hindari paparan langsung sinar matahari

Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif dan telah mengalami iritasi, menghindari sinar matahari mungkin langkah yang baik. Paparan sinar UV dan sengatan matahari tentu dapat membuat Anda semakin tidak nyaman, terlebih karena masalah kulit yang dialami. 

Selain itu, ruam dan gatal-gatal di kulit juga dapat disebabkan oleh alergi matahari (fotosensitivitas). Kondisi ini dapat terjadi ketika kulit Anda berkontak dengan alergen setelah terpapar panas matahari. 

Sebagai contoh, kosmetik, sunscreen, dan parfum dapat memicu reaksi alergi usai terkena sinar matahari. Oleh sebab itu, ‘obat’ yang dapat membantu Anda mengendalikan reaksi alergi pada kulit secara alami adalah menghindari sinar matahari, yaitu:

  • Gunakan baju berlengan panjang
  • Pakai kacamata hitam dan topi saat keluar rumah
  • Hindari pergi ke luar pada jam-jam matahari sedang terik (10 pagi – 4 sore)

5. Pakai pakaian yang longgar

Jika termasuk orang yang mengalami ruam setelah menggunakan pakaian tertentu, ada kemungkinan Anda alergi terhadap bahan pakaian. Ruam yang disebabkan oleh bahan pakaian dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah jika Anda tidak segera menyadarinya. 

Apabila Anda sudah mengetahui jenis pakaian apa yang memicu reaksi alergi, baik lewat uji mandiri maupun tes kulit alergi di rumah sakit, hindari alergen. Hal ini mungkin terdengar sulit karena bahan pakaian diolah dengan campuran bahan kimia dan pewarna yang tidak terdaftar. 

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan selain mendapatkan obat dari dokter untuk mengatasi reaksi alergi kulit akibat tekstil pakaian. 

  • Pakai pakaian yang longgar dan terbuat dari katun dan linen.
  • Kenakan pakaian berwarna terang karena mengandung pewarna lebih sedikit.
  • Hindari pakaian dengan label “cuci terpisah” karena artinya pewarna mudah luntur.

Alergi Bahan Pakaian: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Apabila kondisi kulit semakin parah meskipun telah mengikuti cara-cara di atas, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Beberapa pilihan obat dan perawatan alami di atas adalah alternatif untuk bantu meredakan dan mencegah alergi kulit. Namun, bukan berarti pilihan di atas dapat menggantikan obat-obat yang diberikan oleh dokter. 

Selalu tanyakan pada dokter Anda terkait pengobatan alternatif yang akan dilakukan untuk meredakan reaksi alergi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab mengatasi kulit mengelupas

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cuci darah

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit