Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tak kenal buah kiwi? Buah berwarna hijau dan memiliki rasa yang asam ini memang menawarkan segudang manfaat yang baik bagi kesehatan. Sayangnya, tidak semua orang dapat menikmati buah kiwi karena dapat menyebabkan alergi, terutama anak-anak.

Yuk, kenali lebih lanjut apa yang membuat alergi buah kiwi pada anak dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. 

Alergi buah kiwi pada anak

kulit buah kiwi

Kiwi adalah buah yang berasal dari Tiongkok dan kaya akan nutrisi dan vitamin. Buah berwarna hijau ini cukup populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia karena mengandung antioksidan, vitamin C, magnesium, dan serat. 

Bagi Anda yang menggemari buah kiwi mungkin merasa kasihan pada mereka yang tidak dapat mengonsumsinya. Pasalnya, jenis alergi yang satu ini menjadi cukup umum dan terkadang menimbulkan reaksi yang cukup serius, terutama pada anak-anak. 

Menurut laporan dari Anaphylaxis Campaign, laporan alergi terhadap buah masam ini umum terjadi sejak tahun 1980-an di kalangan orang dewasa. Lalu, pada 1990-an mulai lebih sering ditemukan pada anak-anak. 

Gejala alergi buah kiwi

ciri-ciri dan gejala alergi debu

Awalnya, orang yang memiliki alergi terhadap makanan atau buah tertentu akan mengalami gejala ringan. Akan tetapi, lambat laun gejala tersebut dapat menjadi lebih parah jika Anda masih tetap berdekatan atau mengonsumsi pemicu alergi. 

Normalnya, alergi kiwi, terutama pada anak, menimbulkan gejala yang cukup ringan. Mulai dari ruam dan gatal pada kulit hingga mengalami gatal dan kesemutan pada anggota tubuh lainnya, seperti mulut, tenggorokan, lidah, dan bibir. 

Kondisi ini lebih umum disebut sebagai sindrom alergi oral atau pollen-food allergy syndrome yang disebabkan oleh berbagai macam alergen. Contohnya, serbuk bunga, buah, atau debu.

Berikut ini beberapa gejala alergi buah kiwi yang cukup parah dan perlu segera diperiksakan ke dokter, seperti:

  • kesemutan di mulut dan tenggorokan berujung pada pembengkakan
  • mati rasa pada bagian lidah, bibir, atau tenggorokan
  • mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas
  • mual dan muntah
  • kram perut dan diare
  • tekanan darah menurun drastis tiba-tiba
  • jantung berdetak lebih cepat 
  • pusing hingga kehilangan kesadaran

Apabila anak Anda mengalami beberapa gejala di atas, kemungkinan besar tubuh sedang mengalami syok anafilaktik dan membutuhkan konsultasi dokter. 

Pemicu reaksi alergi kiwi

kulit buah kiwi

Reaksi alergi tentu tidak akan terjadi jika tidak mengonsumsi atau berada di dekat hal yang dapat memicu alergi. Pada kasus ini, Anda perlu memperhatikan setiap makanan yang akan dikonsumsi anak, apakah mengandung kiwi atau tidak. 

Anda mungkin berpikir bahwa dengan banyaknya jenis kiwi yang tersedia, akan ada satu varian yang mungkin tidak akan menimbulkan reaksi alergi. 

Faktanya, mungkin saja demikian, tetapi usahakan untuk tetap memisahkan setiap kiwi dari makanan agar lebih aman. Setidaknya sampai Anda benar-benar paham apa yang membuat anak mengalami gejala alergi. 

Umumnya, buah kiwi dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan di bawah ini, seperti:

  • salad buah, terutama buah sitrus 
  • es krim atau gelato dengan varian rasa buah
  • selai buah 
  • bahan makanan atau makanan yang sudah dipanggang, seperti kue atau roti

Oleh karena itu, bagi Anda atau anak yang alergi terhadap buah kiwi pun perlu berhati-hati terhadap jus buah atau smoothies. Jangan lupa untuk memeriksa setiap bahan makanan agar tidak menyesal di kemudian hari. 

Hal ini dikarenakan terdapat sebuah laporan menunjukkan adanya anafilaksis yang dipicu oleh buah kiwi yang tertinggal pada pisau. Lalu, pisau tersebut digunakan untuk mempersiapkan makanan berbahan dasar stroberi di sebuah restoran. 

Pada saat orang yang memiliki alergi terhadap buah kiwi mengonsumsi makanan tersebut, bukan tidak mungkin mereka mengalami reaksi meskipun tidak terdapat kiwi di dalamnya. 

Intinya, Anda perlu berhati-hati dan jangan lupa untuk memberitahukan kepada pegawai restoran agar mereka mempersiapkan makanan dengan alat yang bebas kontaminasi kiwi. 

Penyebab alergi buah kiwi

Sebenarnya, penyebab alergi terhadap buah kiwi mirip dengan alergi pada buah lainnya. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat mengenali buah sebagai makanan. 

Alhasil, protein tersebut dideteksi sebagai ancaman dan memicu sistem kekebalan tubuh memproduksi histamin serta antibodi untuk melawan senyawa yang ada di buah kiwi. 

Alergen yang mirip dengan kiwi dapat ditemukan di berbagai jenis makanan lainnya. Akibatnya, orang dengan alergi kiwi sangat mungkin bereaksi sama terhadap makanan, tanaman, dan bahan lainnya seperti:

  • zaitun
  • gandum
  • melon, alpukat, pisang, apel, dan nanas
  • biji wijen
  • hazelnut 
  • kentang
  • tomat, buah persik, dan pepaya
  • serbuk sari pohon birch

tomat apakah penyebab asam urat manfaat sayuran merah

Selain itu, bagi Anda yang memiliki alergi terhadap lateks, kemungkinan terkena alergi buah yang berasal dari Tiongkok ini cukup besar. Kondisi ini dapat terjadi karena senyawa alergi yang ada pada lateks mirip dengan zat di serbuk sari, buah, kacang-kacangan, dan sayuran tertentu.

Sementara itu, alergi buah kiwi pada anak dapat terjadi karena faktor genetik. Bahkan, sangat mungkin terjadi anak-anak tidak menunjukkan reaksi alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan tubuh jarang menunjukkan gejala saat pertama kali mengonsumsi pemicu alergi. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh kemudian dipicu dan mempelajari bagaimana harus bereaksi ketika kiwi kembali dikonsumsi. Maka itu, ketika anak kembali mengonsumsi pemicu alergi, tubuh pun baru bereaksi. 

Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

tes uji tusuk kulit skin prick test

Bagi Anda yang memiliki riwayat alergi terhadap buah dan curiga anak akan mengalami hal yang sama, usahakan untuk tidak memberikan buah-buahan yang mirip dengan kiwi ke anak. 

Jika sudah terlanjur diberikan dan anak menunjukkan reaksi alergi, segera bawa mereka ke dokter umum dan rumah sakit mungkin akan merujuk pada dokter spesialis. 

Normalnya, dokter akan mendiagnosis orang yang mengalami alergi dengan menggunakan sedikit pemicunya. Lalu, pemicu alergi dipakai dalam uji tusuk kulit yang dinilai lebih efektif dibandingkan tes darah. 

Apabila mereka menunjukkan reaksi yang parah, mereka akan diberikan epinefrin, yaitu suntik adrenalin.

Alergi buah kiwi memang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh anak-anak. Gejala yang ditimbulkan pun mirip dengan alergi buah lainnya, sehingga mungkin Anda akan kesulitan membedakannya.

Oleh karena itu, agar mereka tidak mengembangkan komplikasi yang parah, segera bawa anak ke dokter saat gejala-gejala ringan mulai muncul. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab alergi dingin

Dari Genetik Hingga Penyakit, Ini Bermacam Penyebab Alergi Dingin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit