9 Cara Mengatasi Rasa Nyeri dan Panas di Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda sering mengeluhkan vagina sakit dan mengalami nyeri hebat? Kondisi ini dalam bahasa medis disebut dengan vulvodynia, yaitu rasa nyeri, perih, gatal, atau panas di bagian vulva atau daerah seputar vagina.

Bagi sebagian wanita, vulvodynia membuat nyeri kronis yang cukup menyusahkan sehingga berdampak pada kemampuan berhubungan seks, naik sepeda, menggunakan pembalut, duduk lama, hingga ketika mengenakan celana ketat. Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa sakit di sekitar vagina tersebut? Baca terus untuk mengetahui perawatan vulvodynia dalam artikel ini.

Penyebab vulvodynia

Perlu diketahui, sampai saat ini para dokter belum mengetahui penyebab yang tepat dari vulvodynia. Namun, para pakar kesehatan reproduksi mengatakan bahwa vulvodynia tidak ditularkan oleh hubungan seksual, dan juga bukan merupakan tanda kanker. Itu sebabnya, penyebab kondisi ini masih terus dipelajari.

Tetapi ada beberapa faktor yang dapat berperan membuat vagina sakit dan nyeri, antara lain:

  • Cedera atau iritasi saraf di daerah sekitar vulva
  • Infeksi vagina
  • Alergi atau hipersensitivitas kulit lokal
  • Perubahan hormonal

Pengobatan vulvodynia untuk meringankan vagina sakit dan nyeri

Vulvodynia sulit untuk diobati karena tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Meski begitu, masih ada beberapa perawatan yang tersedia untuk menghilangkan gejala rasa sakit dari kondisi ini. Selain itu, perawatan yang ditawarkan pada setiap wanita mungkin berbeda-beda. Jadi jangan heran, jika ada wanita yang mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk menjalankan perawatan ini. Pilihan pengobatan tersebut, antara lain:

1. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan penghilang rasa nyeri seperti obat steroid, obat antidepresan trisiklik atau antikonvulsan dapat membantu mengurangi rasa sakit kronis. Selain itu, obat antihistamin juga dapat mengurangi rasa gatal di area sekitar vagina.

2. Biofeedback therapy

Terapi biofeedback merupakan terapi yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan mengajarkan pada penderita untuk mengendalikan respon tubuh terhadap rangsangan tertentu. Tujuan dari biofeedback adalah untuk membantu pasien lebih rileks agar mengurangi sensasi rasa sakit.

Bagi pasien yang mengalami nyeri di bagian vagina, terapi biofeedback dapat mengajarkan kepada pasien bagaimana caranya mengendurkan otot panggul yang tegang karena mereka berinteraksi terhadap rasa sakit kronis. Sehingga pasien diharapkan bisa mengantisipasi rasa sakit agar tidak sampai merasakan rasa sakit yang kronis dengan memperkuat dasar panggul mereka.

3. Bius lokal

Obat-obatan, seperti salep lidocaine dapat memberikan bantuan sementara untuk meringankan gejala. Dokter mungkin menyarankan penggunaan lidokain 30 menit sebelum hubungan seksual untuk mengurangi ketidaknyamanan. Jika menggunakan salep lidocaine, pasangan juga mungkin mengalami mati rasa sementara setelah kontak seksual.

4. Blok saraf

Pengobatan bagi wanita yang telah lama mengalami rasa sakit di bagian vagina dan tidak kunjung membaik setelah melakukan beberapa pilihan perawatan yang sudah disebutkan di atas, Anda dapat melakukan suntikan blok saraf lokal. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan ini.

5. Terapi dasar panggul

Umumnya wanita yang mengalami vulvodynia memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul. Otot-otot dasar panggul merupakan otot yang mendukung rahim, kandung kemih, dan usus. Latihan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dapat membantu meringankan rasa sakit di sekitar vagina yang disebabkan karena vulvodynia.

6. Akupunktur

Menurut sebuah penelitian terbaru di Journal of Sexual Medicine, akupunktur mungkin efektif dalam membantu untuk mengurangi rasa sakit vulvodynia dan meningkatkan fungsi seksual.

7. Psikoterapi

Stres berlebih dan rasa sakit yang hebat akibat merasakan nyeri di vagina, bagi sebagian wanita akan berdampak pada bagaimana ia memproses rasa sakit di otaknya. Jadi salah satu tujuan melakukan psikoterapi adalah mengurangi keparahan rasa sakit dan mengurangi dampak rasa sakit. Terlebih untuk memperbaiki hubungan seksualnya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine ternyata psikoterapi menjadi cara yang efektif untuk mengurangi rasa sakit seksual atau memperbaiki fungsi seksual wanita.

8. Operasi

Operasi merupakan pilihan terakhir apabila beragam perawatan sudah tidak mempan lagi untuk meredakan rasa sakit di daerah vagina. Dalam kasus di mana daerah yang sakit melibatkan area yang kecil (lokal vulvodynia, vulva vestibulitis), operasi untuk mengangkat kulit dan jaringan yang terkena dapat mengurangi rasa sakit pada beberapa wanita. Prosedur operasi tersebut dikenal dengan nama vestibulectomy.

9. Perawatan di rumah

Selain pengobatan yang sudah dijabarkan di atas, perawatan vulvodynia juga bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi gejala atau mencegah gejala kambuh lagi. Berikut ini perawatan vulvodynia yang bisa Anda lakukan di rumah, yaitu:

  • Memakai deterjen pakaian yang sesuai dengan rekomendasi dokter dan tidak mengiritasi.
  • Kenakan celana dalam yang berbahan katun.
  • Tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan, pembalut, tampon, atau pun krim kontrasepsi yang  mengandung parfum atau bahan kimia keras.
  • Gunakan celana dan baju yang berbahan longgar dan tidak ketat (tidak menggunakan stoking).
  • Usahakan untuk menjaga daerah vulva agar selalu bersih dan kering.
  • Hindari berenang di kolam renang yang mengandung banyak klorin.
  • Membasuh vagina dengan air hangat.
  • Melakukan senam kegel.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Gejala Psoriasis Vagina yang Tak Boleh Diabaikan

Psoriasis dapat terjadi di mana saja, termasuk alat kelamin wanita. Kenali apa saja gejala psoriasis vagina agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 22/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Salah Beli, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Memilih Menstrual Cup

Tertarik menggunakan menstrual cup? Tak bisa asal pilih, memilih menstrual cup yang tepat dapat memastikan keamanan pemakaiannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 08/11/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Psttt.. Tidak cukup membersihkan vagina setelah kencing dan BAB saja. Ini dia tiga waktu yang tepat untuk kapan saja harus membersihkan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/09/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 6 menit
masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
perawatan vagina

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit