8 Tips Menjaga Kesehatan Vagina Jika Anda Sering Bersepeda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda yang sering naik sepeda mungkin sudah tidak asing lagi dengan sensasi nyeri atau mati rasa di area intim Anda setelah bersepeda. Bersepeda memang bisa membuat vagina jadi sakit, tapi bukan berarti jenis olahraga sehat ini tak disarankan buat perempuan. Anda bisa kok, mencegah vagina sakit saat bersepeda. Simak berbagai tips melindungi vagina saat bersepeda berikut ini.

Tips melindungi vagina saat bersepeda dan setelahnya

Sebelum jalan-jalan atau berolahraga naik sepeda, perhatikan hal-hal yang bisa membantu melindungi vagina akibat bersepeda berikut ini.

1. Atur ketinggian sadel

Sebuah penelitian tahun 2012 dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa perempuan yang bersepeda dengan posisi sadel lebih tinggi daripada setang sepeda lebih rentan mengalami vagina sakit saat bersepeda.

Maka, atur ketinggian sadel supaya ketinggiannya pas. Dengan posisi yang tepat, Anda juga bisa membagi beban tubuh ke lengan, tak cuma ke bagian panggul saja.

2. Pilih sadel yang agak lebar

Makin kecil sadel yang Anda pilih, makin tinggi pula tekanan yang diberikan ke panggul dan vagina. Coba pilih sadel yang agak lebar tapi tetap proporsional. Sadel yang lebih lebar akan membantu menyalurkan tekanan dari tubuh Anda ke bagian selain vagina.

3. Oleskan krim lembut sebelum bersepeda

Gesekan di area vagina saat bersepeda bisa membuat vagina terasa perih atau nyeri. Untuk itu, sebelum mulai bersepeda Anda bisa mengoleskan krim lembut seperti body lotion di bagian paha dalam dan selangkangan.

4. Hindari mencukur atau waxing bulu pubis

Bulu pubis atau rambut kemaluan punya fungsi penting yaitu melindungi vagina dari gesekan, infeksi bakteri, atau cedera. Maka, sebaiknya jangan mencukur habis atau melakukan waxing rambut kemaluan sebelum Anda bersepeda. Mencukurnya sedikit boleh saja dilakukan, tapi pastikan Anda tidak langsung bersepeda setelahnya. Apalagi kalau ada luka atau goresan setelah bercukur.

5. Kenakan celana khusus bersepeda

Jangan lupa kenakan celana perempuan khusus bersepeda yang ada bantalannya. Bantalan ini mirip seperti pembalut yang menempel dan menyatu dengan celana. Fungsinya adalah melindungi vagina dari tekanan atau gesekan berlebihan.

6. Setelah bersepeda, langsung ganti celana dan bersihkan vagina

Sudah sampai di tempat tujuan? Segera ganti celana dan bersihkan dulu vagina Anda. Basuh vagina dengan air bersih lalu keringkan dengan tisu atau handuk lembut. Ganti dengan celana dalam baru.

Hal ini tetap berlaku kalau Anda berencana pulang dan pergi naik sepeda. Maka, Anda sebaiknya bawa dua set celana sepeda untuk ganti. Jangan pakai celana yang sama karena sudah banyak bakteri yang berkumpul lantaran area vagina jadi lembap.

7. Buang air kecil setelah bersepeda

Untuk mencegah infeksi bakteri, usahakan Anda buang air kecil habis bersepeda. Buang air kecil bisa ikut mengguyur bakteri keluar dari saluran kencing atau vagina. Ini juga bisa jadi alasan supaya Anda banyak minum air setelah naik sepeda.

8. Rajin makan yogurt

Makanan yang tinggi probiotik seperti yogurt bisa membantu menjaga keseimbangan koloni bakteri di organ intim Anda. Dengan menambah bakteri baik di vagina, Anda pun terhindar dari risiko infeksi jamur (ragi) dan bakteri vagina.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit