Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

2

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengenal Seputar Masa Subur dan Ciri-cirinya

    Mengenal Seputar Masa Subur dan Ciri-cirinya

    Mengetahui masa subur serta ovulasi merupakan hal yang perlu diketahui saat merencanakan kehamilan. Ketika mengetahui masa subur, maka Anda pun dapat memprediksi kapan saat tepat untuk berhubungan intim. Apakah yang sebenarnya dimaksud masa subur dan bagaimana ciri atau tandanya pada wanita? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

    Masa subur pada wanita

    masa subur pria wanita

    Masa subur adalah rentang waktu yang bisa Anda pergunakan agar cepat hamil.

    Hal yang paling umum terjadi yakni masa subur wanita dimulai ketika siklus haid atau menstruasi telah selesai.

    Pada waktu subur ini juga terdapat jendela subur yang tergantung pada lamanya siklus menstruasi, sehingga setiap wanita mempunyai waktu berbeda-beda.

    Dikutip dari Your Fertility, jendela subur merupakan hari ketika sel telur dilepaskan dari ovarium atau biasa disebut sebagai ovulasi.

    Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur.

    Rata-rata wanita dengan siklus menstruasi normal yaitu 28 hari mengalami masa subur antara hari ke 10 sampai hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi terakhir.

    Apabila Anda perlu membuat kalender masa subur, salah satu cara mempermudahnya adalah dengan bantuan kalkulator masa subur agar perhitungan lebih tepat.

    Pentingnya berhubungan intim di masa subur

    Jika sedang melakukan program hamil, Anda mungkin berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat ovulasi. Padahal, tidak mesti seperti itu.

    Sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga tiga hari setelah berhubungan seks. Hal yang terpenting adalah mengetahui kapan masa subur Anda.

    Masa paling subur wanita adalah lima hari sebelum serta saat ovulasi (pelepasan sel telur).

    Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan hubungan seks dua hari sebelum ovulasi agar cepat hamil.

    Tanda-tanda wanita sedang dalam masa subur

    cara menghitung masa subur

    Dikutip dari American Pregnancy Association, tanda-tanda masa subur setiap wanita bervariasi.

    Bahkan, ada pula kemungkinan tidak mengalami tanda atau ciri apapun.

    Untuk mengetahui kapan Anda sedang dalam waktu subur, perhatikan tanda-tanda atau ciri-cirinya berikut yang umum terjadi.

    1. Alat tes masa subur menunjukkan hasil positif

    Salah satu tanda atau ciri dari masa subur adalah alat tes yang Anda gunakan untuk menghitung masa subur menunjukkan hasil positif.

    Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan demi mendapatkan momongan.

    Namun, jika Anda mempunyai kondisi polycystic ovarian syndrome (PCOS), hasil dari alat tes kesuburan cenderung kurang efektif.

    2. Lendir serviks seperti putih telur

    Tanda-tanda atau ciri-ciri lainnya yang mungkin muncul saat Anda berada pada masa subur adalah kualitas lendir serviks.

    Lendir serviks adalah cairan yang keluar dari serviks mendekati masa ovulasi dan juga biasa disebut dengan nama keputihan.

    Biasanya, ciri keputihan masa subur yaitu memiliki tekstur dan warna yang serupa dengan putih telur.

    Artinya, cairan vagina ini berwarna bening dan transparan, lalu basah, licin, dan juga melar jika dipegang.

    Lendir serviks ini akan membantu sperma untuk lebih mudah berenang ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur sehingga mempermudah proses pembuahan.

    Selain itu, lendir serviks membuat penetrasi saat berhubungan intim menjadi lebih mudah dan tidak sakit.

    Berikut ini merupakan ciri keputihan masa subur.

    • Mendekati masa ovulasi: lendir lebih lengket, lebih banyak dikeluarkan, berwarna keruh, seperti keputihan
    • Selama masa ovulasi: lendir basah, licin, elastis, dan transparan, seperti putih telur.
    • Setelah ovulasi: lendir lebih kering dan lebih sedikit keluar.

    3. Gairah seks meningkat

    Tentu Anda menyadari bahwa pada saat-saat tertentu gairah seks yang tadinya biasa saja jadi cukup meningkat.

    Ya, gairah seks yang lebih tinggi dari biasa bisa saja merupakan tanda atau ciri dari masa subur.

    Meski mungkin bukan ciri yang akurat, hasrat seks yang lebih besar ini adalah tanda alami dari tubuh Anda.

    Artinya, tubuh Anda sebenarnya mengerti kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks.

    Pada dasarnya, gairah seks seorang wanita akan meningkat menjelang ovulasi. Bahkan, wanita juga akan terlihat lebih menarik pada saat itu.

    4. Perubahan suhu basal tubuh

    Perubahan pada suhu basal tubuh juga bisa menjadi tanda atau ciri yang bisa Anda perhatikan ketika memasuki masa subur.

    Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh ketika beristirahat atau tidur. Rata-rata suhu tubuh basal berkisar antara 35,5—36,6°Celsius.

    Umumnya, suhu tubuh ditentukan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, hormon di dalam tubuh, kebiasaan tidur, dan masih banyak lagi.

    Pada saat berovulasi, kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat.

    Kadar hormon progesteron yang tinggi menyebabkan temperatur tubuh Anda mengalami peningkatan.

    Jika suhu tubuh naik sekitar 0,4—0,8°C dari suhu biasanya, mungkin tubuh sudah melakukan ovulasi dalam 12 sampai 24 jam terakhir.

    Saat itu, suhu tubuh Anda membuat rahim siap melepaskan telur yang sudah matang dan siap dibuahi.

    Maka, setelah masa subur berlalu, suhu tubuh akan lebih rendah.

    Tanda-tanda atau ciri masa subur ini mungkin tidak akan terlalu efektif jika Anda terbiasa bekerja pada malam hari atau memiliki jam tidur yang tak menentu.

    5. Perubahan posisi leher rahim

    Serviks atau leher rahim akan mengalami perubahan saat Anda melalui siklus menstruasi.

    Perubahan ini menjadi salah satu tanda atau ciri dari masa subur yang Anda alami.

    Mengapa? Sebab tepat sebelum terjadinya ovulasi, serviks Anda akan berubah posisi menjadi lebih tinggi.

    Hal ini membuat Anda merasa kesulitan untuk menggapainya. Bahkan, saat disentuh, serviks menjadi lebih lembut dan akan sedikit lebih terbuka.

    Sebaliknya, saat tidak dalam masa subur, serviks atau leher rahim terletak lebih rendah dan lebih keras apabila disentuh. Di samping itu, serviks akan lebih tertutup.

    Apabila belum terbiasa memeriksa serviks, Anda bisa memeriksakan kondisi serviks ke dokter kandungan.

    Anda mungkin bisa bertanya kepada dokter bagaimana cara memeriksa kondisi serviks secara mandiri di rumah.

    6. Payudara terasa nyeri

    Rasa nyeri pada payudara juga bisa menjadi tanda-tanda atau ciri-ciri lain bahwa Anda sedang berada dalam masa subur.

    Kondisi ini biasanya disebabkan perubahan hormon yang terjadi saat ovulasi.

    Sama dengan ciri lainnya yang bisa menjadi penanda dalam masa subur, kondisi ini tidak bisa menunjukkan secara jelas kapan Anda akan mengalami ovulasi.

    7. Sakit ovulasi

    Pernahkah Anda mendengar sakit ovulasi atau mittelschmerz? Sakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat seperti ditusuk pada bagian bawah perut Anda.

    Biasanya, tanda atau ciri masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba.

    Jika rasa sakit itu muncul di tengah siklus, itulah yang disebut dengan mittelschmerz atau sakit ovulasi.

    Ini adalah salah satu tanda-tanda atau ciri terakhir yang mungkin bisa diidentifikasi saat memasuki waktu subur.

    Rasa sakit ovulasi ini bisa saja dialami setiap bulan, tetapi tidak pada semua wanita.

    Apa itu ovulasi?

    Mengapa gangguan siklus menstruasi dipertanyakan sebagai efek samping vaksin COVID-19

    Masa subur wanita berhubungan erat dengan ovulasi. Namun, yang membedakan adalah masa subur sudah terjadi 5 hingga 7 hari sebelum ovulasi dimulai.

    Melansir dari American Pregnancy, ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium atau indung telur.

    Selanjutnya, pelepasan didorong menuju tuba falopi. Pada saat ini, sel telur sudah siap untuk dibuahi.

    Setiap bulan akan ada sel telur matang di dalam salah satu ovarium Anda.

    Saat sudah matang, sel telur dilepaskan oleh ovarium kemudian masuk tuba falopi dan menunggu sperma.

    Waktu subur atau ovulasi merupakan proses alamiah yang akan terjadi pada setiap wanita yang sehat tanpa ada gangguan kesehatan reproduksi.

    Proses ini diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Dalam proses ovulasi terdapat beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.

    1. Periovulatori (tahap folikular)

    Fase folikuler adalah ketika hari pertama menstruasi terakhir dan berlanjut sampai fase ovulasi.

    Tahapan folikuler bekerja ketika lapisan sel-sel telur mulai dilapisi dengan lendir dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim.

    Pada saat itu, rahim sudah mulai siap untuk menerima telur sehingga dinding-dinding rahim menebal.

    2. Ovulasi

    Pada tahap ovulasi di periode subur, terdapat enzim khusus yang dimiliki tubuh yang bertugas untuk membentuk lubang.

    Ini memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim.

    Kemudian, telur yang matang akan masuk ke dalam saluran dan melewatinya hingga mencapai rahim.

    Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi di tuba falopi dan berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam.

    Ovulasi biasanya terjadi pada 14 hari sebelum siklus menstruasi selanjutnya berlangsung.

    Ketika mendekati masa ovulasi, produksi lendir serviks akan meningkat.

    Lendir serviks ini juga berperan membantu sperma berenang menuju sistem reproduksi wanita.

    3. Postovulatori (tahap luteal)

    Jika telur sudah berhasil dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan langsung ditanam tubuh di dinding-dinding rahim dengan bantuan hormon LH.

    Fase luteal memiliki garis waktu yang tepat dan biasanya berlangsung 12 hingga 16 hari dari hari ovulasi.

    Namun, apabila tidak terjadi pembuahan sama sekali ketika telur berada di tuba falopi, dinding rahim yang sudah menebal akan meluruh.

    Proses inilah yang menyebabkan terjadinya menstruasi.

    Normalnya, siklus haid wanita berlangsung sekitar 28 hingga 32 hari. Awal siklus dapat dihitung dari hari pertama haid.

    Sementara itu, tahapan ovulasi sendiri terjadi ketika hari ke 10 hingga 19 dari siklus haid.

    Masalah seputar masa subur

    kesuburan wanita atau ovulasi

    Ciri masa subur yang dipaparkan di atas mungkin tidak selalu dialami setiap wanita. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan atau masalah.

    Ada beberapa alasan yang membuat wanita mengalami masalah pada masa ovulasi atau masa subur, yakni sebagai berikut.

    1. Masalah berat badan

    American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa wanita yang memiliki berat badan rendah cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

    Begitu pula dengan wanita dengan berat badan berlebih yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonal pada tubuh.

    2. Polycystic Ovarian Syndrome

    Polycystic ovarian syndrome atau PCOS merupakan penyebab utama ketidaksuburan pada wanita. PCOS adalah kondisi pembesaran ovarium yang disertai kista kecil berisi cairan.

    Kondisi ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengganggu kesuburan.

    Gejala lain dari PCOS ini adalah resistensi insulin, obesitas, pertumbuhan rambut yang tidak normal, juga jerawat.

    3. Disfungsi hipotalamus

    Kondisi ini terjadi ketika adanya hormon yang merangsang gangguan masa subur juga ovulasi.

    Penyebab disfungsi hipotalamus adalah stres fisik atau emosional berlebihan, berat badan sangat rendah atau justru tinggi.

    Tidak hanya itu saja, olahraga terlalu berlebihan juga bisa merangsang disfungsi hipotalamus.

    4. Insufisiensi ovarium prematur

    Ini terjadi ketika produksi sel telur berhenti sebelum waktunya karena penurunan hormon estrogen.

    Masalah kesuburan ini bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, kelainan genetik, atau racun lingkungan. Biasanya, ini terjadi pada wanita sebelum usia 40 tahun.

    5. Kelebihan prolaktin atau hiperprolaktinemia

    Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan atau kelainan kelenjar hipofisis.

    Kelenjar yang berperan sebagai produsen hormon tertentu dan bertindak sebagai pengendali berbagai aspek tubuh manusia.

    Hal ini pula yang membuat jumlah prolaktin wanita berlebihan sehingga memengaruhi waktu subur yang seharusnya.

    Kelebihan prolaktin ini bisa menurunkan hormon estrogen. Meski begitu, kasus ini sangat jarang terjadi dan terbilang kasus langka.

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    What is Ovulation? – American Pregnancy Association. (2012). Retrieved 3 August 2020, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/understanding-ovulation/

    Right Time For Sex , When Do You Ovulate ? | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing

    How Health Conditions Affects Your Fertility | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/health-medical

    Ovulation and fertility . (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/how-get-pregnant/ovulation-and-fertility

    Timing of Sexual Intercourse in Relation to Ovulation — Effects on the Probability of Conception, Survival of the Pregnancy, and Sex of the Baby | NEJM. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejm199512073332301

    How Age Matters For Your Fertility | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/age

    Healthy sperm: Improving your fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584

    Optimizing Male Fertility . (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/optimizing-male-fertility/

    Isiah D Harris, R. (2011). Fertility and the Aging Male. Reviews In Urology, 13(4), e184. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253726/

    Signs and Symptoms of Ovulation. (2012). Retrieved 24 July 2020, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/signs-of-ovulation/

    Right Time For Sex , When Do You Ovulate ? | Your Fertility. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing

    Ovulation Signs. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ovulation-signs

    When are women & men most fertile? » British Fertility Society . (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.britishfertilitysociety.org.uk/fei/when-are-women-men-most-fertile/

    Male Fertility Predictor. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.qfg.com.au/trying-to-conceive/male-fertility/male-fertility-predictor

    Tommy’s – How to improve male fertility. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/are-you-ready-conceive/how-improve-male-fertility

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui Mar 18
    Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG
    Next article: