home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lebih Baik Pakai Pembalut Kain Atau Pembalut Sekali Pakai?

Lebih Baik Pakai Pembalut Kain Atau Pembalut Sekali Pakai?

Beberapa dekade lalu, pembalut kain lebih umum dipakai oleh wanita yang sedang haid karena masih sangat jarang ada yang memproduksi menstrual cup, tampon, ataupun pembalut sekali pakai secara massal. Meski begitu, bentuk pembalut kain zaman dulu mirip dengan pembalut sekali pakai zaman sekarang. Pembalut ini hanya terbuat dari beberapa lapis kain yang dipotong persegi panjang, dan diselipkan ke celana dalam. Tapi pernahkah Anda penasaran, apakah pembalut kain jadul ini lebih aman dan sehat dibandingkan dengan pembalut kertas sekali pakai, yang katanya banyak bahan kimianya? Intip di sini perbandingannya.

Ketika Anda menggunakan pembalut kain….

Pemakaian pembalut kain dirasa lebih hemat waktu dan biaya, serta lebih ramah lingkungan karena Anda tak perlu repot untuk bolak-balik mengganti pembalut. Secara teknis, Anda memang bisa saja memakai satu pembalut (apapun jenisnya) yang sama selama seharian penuh meski tidak terasa nyaman — asal tidak bau dan merembes bocor. Selain lebih ramah lingkungan, memakai pembalut kain dapat mengurangi risiko ruam iritasi di selangkangan yang sering muncul akibat bahan pembalut kertas yang umumnya kasar dan mengandung bahan kimia.

Namun Frederico Patiricia dokter spesialis kandungan, dikutip dari Kompas, mengatakan bahwa kalau memakai pembalut kain terlalu lama akan menyebabkan area vagina dan sekitarnya gampang lembap. Pasalnya, bahan kain yang dipakai untuk pembalut bekerja layaknya bahan kaos katun yang gampang menyerap keringat. Hal inilah yang dapat memicu pertumbuhan bakteri di organ kewanitaan Anda.

Bakteri yang berlebihan di dalam vagina bisa menyebabkan iritasi, peradangan, bau setelah berhubungan seks, keputihan abnormal, dan gejala lainnya. Untuk mencegah hal ini, Anda tetap harus rutin mencuci, membilas dan mengeringkan kain pembalut setiap habis dipakai.

Ketika Anda menggunakan pembalut sekali pakai…

Di sisi lain, meski daya tampung pembalut kertas sekali pakai jauh lebih kuat daripada pemablut kain namun pembalut ini diproduksi massal setelah melewati berbagai proses kimiawi. Bahan kertas yang digunakan umumnya berasal dari kertas daur ulang yang sudah dicuci dan disteril memakai bahan kimia dan pemutih.

Ada kemungkinan bahwa pembalut sekali pakai yang ada di pasaran pada umumnya mengandung beberapa bahan berbahaya seperti klorin, dioxin, serat sintetis dan aditif petrokimia. Temuan ini didapat setelah tim periset mencoba membakar pembalut kertas sebagai percobaan. Ketika pembalut dibakar, asap yang keluar tebal dan berwarna kehitaman tanda adanya bahan-bahan kimia yang bereaksi terhadap panas.

Meski lebih steril karena Anda bisa mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali, pembalut sekali pakai dapat menambah volume sampah rumah tangga.

Jadi, mana yang lebih baik: Pembalut kain atau pembalut sekali pakai?

Sebetulnya, kedua pembalut ini sama berisiko dan sama bermanfaatnya untuk menampung darah menstruasi yang keluar. Namun, jika ditelisik mana yang lebih sehat, itu semua tergantung cara pemakaian Anda. Semua risiko di atas umumnya bisa dicegah kalau Anda memerhatikan kebersihan vagina selama menstruasi.

Disarankan juga jangan membuang pembalut di dalam toilet. Pembalut yang menumpuk akan menyebabkan mampet dan menjadi sampah polutan setelahnya. Bersihkan pembalut dari cairan menstruasi setelah digunakan, mengingat banyak hewan yang tertarik dengan aroma cairan menstruasi. Sehabis itu, lapisi dengan bungkus plastik atau koran bekas saat membuang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sanitary Napkins vs Tampons Menstrual Cups anda Period Panties http://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/sanitary-napkins-vs-tampons-menstrual-cups-cloth-pads-and-period-panties-po1215/ Diakses pada 28 Agustus 2017.

Chemical Sanitary Pads http://www.livestrong.com/article/108477-chemicals-sanitary-pads/ Diakses pada 28 Agustus 2017.

Tampons vs Sanitary Pads http://www.webmd.com/women/news/20151102/tampons-sanitary-pads-safety#2 Diakses pada 28 Agustus 2017.

Feminine Hygiene Products http://www.huffingtonpost.com/dr-mercola/feminine-hygiene-products_b_3359581.html Diakses apda 28 Agustus 2017.

Apa pembalut kain lebih aman? http://lifestyle.kompas.com/read/2015/07/11/113500923/Pembalut.Kain.Lebih.Aman.Digunakan.  Diakses pada 28 Agustus 2017.

Tampons Pads or Menstrual Cups Whats Right http://www.healthywomen.org/content/article/tampons-pads-or-menstrual-cups-whats-right-you  Diakses pada 28 Agustus 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 11/09/2017
x