home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Selain menjaga tubuh tetap sehat, olahraga juga bisa bermanfaat untuk menghindari kenaikan berat badan yang melebihi porsi ideal. Hal ini pun berlaku untuk wanita yang mengalami menopause. Apalagi pada masa ini, seorang wanita rentan peningkatan berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang dapat membantu menurunkan berat badan?

Mengapa olahraga penting untuk wanita menopause?

Seorang wanita mulai mengalami menopause ketika sudah tidak lagi menstruasi dalam 12 bulan. Pada saat menjelang menopause (perimenopause) dan saat menopause terjadi, kemungkinan terjadi perubahan fisik. Salah satu perubahan yang akan dialami, yaitu kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Hal ini bisa terjadi karena wanita cenderung kehilangan massa otot dan mendapatkan lemak perut saat menopause. Oleh karena itu, olahraga bagi wanita menopause sangat penting untuk mencegah kenaikan berat badan yang lebih drastis.

Selain untuk menurunkan berat badan, olahraga pada wanita menopause juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk:

  • Mengurangi risiko kanker.
  • Memperkuat tulang.
  • Mengurangi risiko terkena berbagai penyakit.
  • Meningkatkan suasana hati atau mood.

Olahraga saat menopause yang dapat menurunkan berat badan

Untuk dapat menurunkan berat badan, paling tidak wanita menopause membutuhkan waktu 4 jam hingga lebih per minggu. Semakin lanjut usia seorang wanita menopause, semakin lama pula olahraga yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badannya.

Meski demikian, waktu olahraga yang lama bukan satu-satunya faktor yang bisa menurunkan berat badan secara maksimal. Olahraga apa yang akan dilakukan lebih penting dari seberapa lama olahraga tersebut dijalankan.

Berikut ini beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan wanita saat menopause untuk menurunkan berat badan.

1. Kardio

Salah satu olahraga kardio untuk wanita menopause

Kardio atau biasa disebut dengan aerobik merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan detak jantung dan kerja paru-paru lebih dari biasanya. Beberapa jenis kegiatan ini, seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang, dan menari.

Kardio dapat membakar kalori yang membantu menurunkan berat badan, termasuk bagi wanita menopause. Melalui olahraga ini pun, risiko penyakit yang mungkin terjadi saat menopause, sepert penyakit jantung dan osteoporosis, bisa dicegah.

Sebagai pemula, lakukanlah olahraga kardio yang ringan, seperti berjalan selama 10 menit per hari. Secara bertahap, naikkan intensitas dan jenis kardionya.

2. Latihan kekuatan

latihan kekuatan angkat beban

Latihan kekuatan adalah olahraga yang paling efektif untuk mengubah bentuk tubuh, mengurangi lemak di perut, dan membangun jaringan otot. Hal ini diperlukan wanita menopause untuk membantu memperlambat kerapuhan tulang (osteoporosis).

Olahraga latihan kekuatan dapat dilakukan dengan mengangkat alat berat atau pipa resistensi. Gunakan alat berat yang mudah terlebih dahulu dan tingkatkan bobotnya secara perlahan.

Lakukanlah olahraga latihan kekuatan ini dua kali dalam satu minggu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, wanita menopause disarankan menggunakan bantuan pelatih. Hal ini juga penting untuk mencegah cedera.

3. Circuit Training

olahraga circuit training

Circuit training merupakan olahraga yang mengombinasikan aerobik dan latihan kekuatan. Olahraga jenis ini sangat efektif untuk membakar kalori sehingga dapat menurunkan berat badan wanita menopause.

Bila sudah lama tidak berolahraga, lakukan circuit training untuk tingkatan pemula. Secara perlahan naikkan ke level yang lebih tinggi pada circuit training. Mulailah dengan satu kali seminggu dalam melakukan olahraga ini.

4. Yoga

yoga untuk wanita menopause

Kenaikan berat badan pada wanita menopause dapat menimbulkan stres. Oleh karena itu, yoga diperlukan untuk melatih pernafasan, melepas rasa stres, dan fokus pada masa yang ada saat ini.

Yoga bisa dilakukan kapan saja. Agar bisa menurunkan berat badan secara maksimal, yoga pun bisa dilakukan bersamaan dengan aerobik, latihan kekuatan, atau olahraga lainnya.

Melakukan olahraga memang penting untuk menurunkan berat badan bagi wanita saat menaopause. Namun, olahraga harus disertai dengan konsumsi makanan yang sehat dan rendah kalori, serta tidur yang cukup dan berkualitas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Verywell Fit. 2020. How To Lose Weight With Exercise During Menopause. [online] Available at: <https://www.verywellfit.com/how-to-lose-weight-with-exercise-during-menopause-1230892> [Accessed 16 March 2020].

Scott, J. and Niya Jones, M., 2020. The Best Exercises For Menopause | Everyday Health. [online] EverydayHealth.com. Available at: <https://www.everydayhealth.com/hs/menopause-resource-center/best-exercises/> [Accessed 16 March 2020].

Mayo Clinic. 2020. Fitness Tips For Menopause: Staying Active. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/fitness-tips-for-menopause/art-20044602> [Accessed 16 March 2020].

Medicalnewstoday.com. 2020. How To Lose Weight During Menopause: 10 Ways. [online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/325386> [Accessed 16 March 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 20/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x