Sebagian orang mungkin tidak menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sayuran ini, termasuk untuk wanita. Agar lebih jelas, ketahui apa saja manfaat pare untuk wanita di bawah ini.
Sebagian orang mungkin tidak menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sayuran ini, termasuk untuk wanita. Agar lebih jelas, ketahui apa saja manfaat pare untuk wanita di bawah ini.


Pare, dengan nama latin Momordica charantia, dikenal sebagai sayuran pahit yang memiliki banyak manfaat kesehatan.
Berikut adalah beberapa manfaat pare, khususnya untuk wanita.
Beberapa wanita menggunakan pare untuk mendapat manfaat pada daerah Miss V dengan membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi gejala PMS (premenstrual syndrome).
Ini karena senyawa alami dalam pare bisa membantu menyeimbangkan hormon, sehingga dapat memperbaiki ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.
Pare juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang terkait dengan menstruasi.
Maka dari itu, mengonsumsi pare secara rutin dapat membantu mengurangi kram menstruasi dan nyeri panggul.
Saat kekurangan zat besi, tubuh akan kesulitan membuat hemoglobin, yaitu senyawa di dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, anemia defisiensi besi bisa terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.
Pare diketahui tinggi akan zat besi dan folat (vitamin B9) yang membantu proses pembentukan sel darah merah.
Maka dari itu, mengonsumsi pare bisa membantu mencegah anemia, yang lebih rentan terjadi pada wanita selama menstruasi.
Pare diketahui dapat membantu mengatur kadar gula darah, yang sangat bermanfaat bagi wanita dengan diabetes atau memiliki risiko diabetes.
Apalagi, wanita dapat mengalami diabetes gestasional atau yang terjadi selama kehamilan.
Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional atau memiliki polycystic ovary syndrome (PCOS) juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes di masa depan.
Di dalam pare terdapat senyawa bioaktif, seperti polipeptida-p, vicine, dan charantin, yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Ini berarti sel-sel tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk menyerap glukosa dari darah, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah.
Untuk wanita yang mendambakan berat badan yang ideal, perlu diketahui bahwa pare memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu wanita menurunkan berat badan.
Ini karena pare termasuk makanan yang rendah kalori dan tinggi serat.
Kandungan ini dapat membantu wanita merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Hal ini membantu dalam menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk penurunan berat badan.
Sebagai manfaat lainnya untuk wanita, pare diketahui bisa membantu merawat kecantikan kulit.
Kandungan vitamin C dalam pare diketahui bisa membantu meningkatkan produksi kolagen, sehingga dapat menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.
Selain vitamin C, pare mengandung banyak antioksidan lainnya, seperti vitamin A dan flavonoid yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antioksidan ini dapat mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti keriput dan garis halus.
Bukan hanya baik untuk kesehatan kulit wanita, manfaat antioksidan yang terkandung dalam pare juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.
Antioksidan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan respons imun dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Selain itu, pare memiliki sifat antimikroba dan antiviral yang membantu melawan berbagai patogen, seperti bakteri dan virus.
Sifat yang dimilikinya ini dapat membantu tubuh wanita dalam mencegah dan melawan infeksi.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare memiliki sifat antikanker yang dapat membantu mencegah perkembangan beberapa jenis kanker.
Melansir Cleveland Clinic, pare kaya akan beta karoten yang bisa diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.
Pada penelitian tersebut, beta karoten dan vitamin A diketahui bisa membantu mencegah limfoma non-Hodgkin.
Di penelitian lain, ekstrak pare diketahui efektif dalam mengatasi sel kanker pada perut, usus, paru-paru, dan nasofaring.
Selain itu, penelitian lainnya yang dilakukan pada selain manusia menunjukkan ekstrak pare bisa menekan sel kanker payudara triple-negatif yang dialami wanita.
Selain membantu menurunkan berat badan, serat dalam pare dapat membantu mencegah konstipasi atau sembelit serta menjaga kesehatan usus.
Manfaat ini penting untuk wanita karena lebih sering mengalami konstipasi kronis dibandingkan pria, yang bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal, diet, dan gaya hidup.
Pare juga dapat merangsang produksi enzim pencernaan dan cairan empedu yang membantu memecah makanan dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Hal ini mendukung pencernaan yang lebih efisien dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Pare dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang penting untuk kesehatan jantung pada wanita.
Apalagi, risiko penyakit jantung pada wanita bisa lebih tinggi, terutama setelah menopause.
Dengan menurunkan LDL, pare membantu mencegah penumpukan plak di dinding arteri yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Sementara itu, HDL membantu mengangkut kolesterol jahat dari arteri ke hati, di mana kolesterol tersebut dapat diolah dan dikeluarkan dari tubuh.
Meski memberi banyak manfaat, makan pare juga perlu dilakukan dengan hati-hati karena konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek samping, seperti gangguan pencernaan atau menurunkan kadar gula darah terlalu drastis.
Sebaiknya konsultasikan kepada dokter sebelum menambahkan pare secara signifikan dalam diet Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang hamil.

Meskipun pare menawarkan banyak manfaat kesehatan, termasuk bagi wanita, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang tepat.
Hal ini untuk memastikan Anda mendapatkan khasiat pare yang optimal dan menghindari potensi efek samping.
Berikut adalah beberapa panduan dan aturan makan pare yang tepat untuk wanita agar mendapat manfaat yang diinginkan.
Jika Anda memilih mengonsumsi ekstrak atau suplemen pare, pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan atau sesuai petunjuk dokter.
Penting juga untuk menjaga variasi dalam diet Anda dengan mengonsumsi pare disertai berbagai jenis sayuran dan buah-buahan guna mendapatkan manfaat nutrisi yang seimbang.
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, sedang hamil, atau menyusui, konsultasikan kepada dokter sebelum menambahkan pare secara signifikan ke dalam diet Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Cleveland Clinic. (2024). The Health Benefits of Bitter Melon. Retrieved 2 June 2024, from https://health.clevelandclinic.org/bitter-melon-benefits
An Analysis of Health Benefits of Bitter Melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.ijirem.org/DOC/13-an-analysis-of-health-benefits-of-bitter-melon.pdf
Saeed, F., Afzaal, M., Niaz, B., Arshad, M. U., Tufail, T., Hussain, M. B., & Javed, A. (2018). Bitter melon (Momordica charantia): a natural healthy vegetable. International Journal of Food Properties, 21(1), 1270–1290. https://doi.org/10.1080/10942912.2018.1446023
Health benefits of bitter melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.researchgate.net/publication/275045666_Health_benefits_of_bitter_melon
Bitter Melon: MedlinePlus Supplements. (n.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/795.html
Bitter Melon. (N.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.tnstate.edu/extension/documents/Bitter%20melon%20fact%20sheet.pdf
Bitter Melon. (2023). Retrieved 2 June 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK590483/
Bitter Melon. (n.d.). Retrieved 2 June 2024, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-2043009
Versi Terbaru
16/07/2024
Ditulis oleh Reikha Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Ihda Fadila
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita