home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Nephroptosis

Definisi nephroptosis|Tanda dan gejala|Penyebab dan faktor risiko|Komplikasi|Diagnosis dan pengobatan
Nephroptosis

Definisi nephroptosis

Nephroptosis adalah masalah ginjal ketika salah satu atau kedua ginjal turun sekitar 5 centimeter (cm) di bawah posisi normal. Hal ini terutama terjadi ketika seseorang berdiri.

Ginjal merupakan salah satu organ dalam sistem kemih (urologi) berbentuk kacang yang berfungsi menyaring limbah dari darah dan menghasilkan urine dalam tubuh.

Organ ginjal ini terletak di perut, tepatnya di kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk. Kelainan ginjal ini pun dapat disebut sebagai ginjal mengambang atau ptosis ginjal.

Seberapa umum kondisi ini?

Nephroptosis merupakan penyakit ginjal yang cukup langka. Bahkan, jumlah diagnosis radiologis kondisi ini melebih jumlah pasien dengan gejala yang dipicu masalah ginjal ini.

Sejumlah ahli memperkirakan setidaknya hampir 20% wanita didiganosis mengalami kondisi ini. Hanya saja, beberapa di antara mereka, yaitu sekitar 10 – 20%, menunjukkan gejala akibat sakit ginjal ini.

Tanda dan gejala

Umumnya, kebanyakan pasien nephroptosis tidak merasakan gejala apa pun. Namun, gejala bisa terjadi pada beberapa orang, terutama ketika berdiri atau berbaring. Beberapa gejala yang dimaksud meliputi:

  • nyeri pada pinggang yang menjalar ke selangkangan,
  • mual,
  • muntah,
  • tekanan darah tinggi,
  • perasaan berat pada perut saat berdiri,
  • darah dalam urine (hematuria),
  • kelebihan protein dalam urine (proteinuria),
  • detak jantung cepat dan tidak normal, dan
  • infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.

Sekitar 70% kasus ginjal yang mengambang memengaruhi ginjal kanan dan 10% lainnya berdampak pada ginjal bagian kiri. Sedangkan, sisa 20% lainnya memengaruhi kedua ginjal.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala yang disebutkan, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan mengurangi risiko komplikasi yang bisa terjadi.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab nephroptosis?

Hingga saat ini, nephroptosis dianggap sebagai penyakit yang belum diketahui apa penyebab pastinya. Namun, beberapa dokter menganggap kelainan ginjal ini mungkin disebabkan oleh kondisi yang melemahkan ligamen.

Ligamen merupakan jaringan yang menahan ginjal pada tempatnya di dalam tubuh. Ada pun beberapa kondisi yang bisa menurunkan kekuatan jaringan ligamen, yaitu:

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Pasien yang didiagnosis nephroptosis cenderung memiliki ciri-ciri yang mirip. Beberapa ciri-ciri tersebut membuat seseorang lebih berisiko mengalami ginjal mengambang.

Sebagai contoh, wanita lebih berisiko mengalami penyakit ginjal ini dibandingkan pria. Selain itu, faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini antara lain:

Komplikasi

Bila Anda mengalami nephroptosis yang disertai gejala, risiko akan sindrom yang disebut Dietl’s crisis pun ikut meningkat.

Dietl crisis yaitu kondisi ketika ginjal yang mengambang menghalangi ureter alias saluran yang mengarah dari ginjal ke kandung kemih.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu masalah baru, seperti:

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Umumnya, nephroptosis justru terdeteksi saat seseorang menjalani pemeriksaan yang bertujuan mendiagnosis masalah lain.

Dokter biasanya akan meminta Anda menjalani tes darah dan tes urine (urinalisis). Pada saat darah dan urine tengah diperiksa, dokter juga merekomendasikan tes pencitraan.

Ginjal mengambang paling efektif didiagnosis dengan serangkaian pemeriksaan pencitraan yang disebut urogram.

Bila dokter mencurigai ptosis ginjal yang menjadi penyebab gejala yang dialami, anda mungkin dianjurkan untuk menjalani CT scan.

Dengan begitu, mereka dapat melihat organ ginjal berkat pewarna yang ditambahkan ke aliran darah selama pemeriksaan berlangsung.

Apa saja cara mengobati nephroptosis?

Kebanyakan orang dengan nephroptosis yang tak mengalami gejala apa pun tidak memerlukan perawatan khusus. Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan yang bisa dilakukan di rumah, seperti:

Sejumlah tips tersebut dianjurkan untuk meredakan gejala yang dialami. Bila semakin parah, dokter biasanya akan menganjurkan operasi di bawah ini untuk mengatasi ginjal mengambang.

Nefropeksi laparoskopi

Pada kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan operasi untuk mengencangkan lokasi ginjal, atau bisa juga disebut nefropeksi laparoskopi.

Nefropeksi laparoskopi (Laparoscopic nephropexy) yaitu pengobatan minim pembedahan untuk mencegah obstruksi (penyumbatan) yang berkaitan dengan pelvis ginjal (bagian tengah ginjal).

Prosedur yang memakan waktu selama 45 menit ini bertujuan mengurangi ketegangan pada ureter dan pedikel ginjal.

Dahulu, nefropeksi dianggap kurang efektif karena memiliki risiko kematian yang tinggi. Berkat teknologi saat ini, nefropeksi bisa dilakukan dengan metode laparoskopi, sehingga jauh lebih aman dan manjur.

Meski begitu, nephroptosis merupakan penyakit yang cukup langka. Hal ini yang membuat dokter tidak banyak mengetahui apakah operasi bedah dapat meredakan gejala secara efektif.

Itu sebabnya, mereka masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui opsi lain pengobatan dari kelainan ginjal yang satu ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sobel, D. W., & Jumper, B. M. (2013). The case of the wandering kidney. Case reports in urology, 2013, 498507. https://doi.org/10.1155/2013/498507. Retrieved 4 August 2021. 

Susanto, C., & Arens, A. (2019). A Wandering Kidney. Kidney Medicine, 1(6), 402-403. doi: 10.1016/j.xkme.2019.08.006. Retrieved 4 August 2021. 

Fletcher, J. (2017). Nephroptosis. Medical News Today. Retrieved 4 August 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/319473 

Güneri, C., Tunç, L., Kiraç, M., Biri, H., & Bozkirli, I. (2014). Laparoscopic nephropexy with polymer clips. JSLS : Journal of the Society of Laparoendoscopic Surgeons, 18(1), 116–119. https://doi.org/10.4293/108680813X13693422519235. Retrieved 4 August 2021. 

Cafasso, J. (2021). Nephroptosis. Healthline. Retrieved 4 August 2021, from https://www.healthline.com/health/nephroptosis 

Deem, S., & Brown, K. (2021). Nephroptosis. Retrieved 4 August 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/1458935-overview

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabilla Rizky Ramadhani Diperbarui 12/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan