home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Harus Menjalani Operasi Pita Suara? Pelajari Dulu Manfaat dan Risikonya!

Harus Menjalani Operasi Pita Suara? Pelajari Dulu Manfaat dan Risikonya!

Pita suara merupakan jaringan otot di tenggorokan yang berperan penting dalam menghasilkan suara. Pita suara manusia bisa mengalami gangguan akibat penyebab sakit di tenggorokan. Dalam kondisi serius, gangguan pita suara hanya bisa diatasi melalui prosedur pembedahan. Jika Anda disarankan oleh dokter untuk melakukan operasi pita suara, pastikan Anda memahami fungsi, prosedur, dan proses pemulihannya.

Kapan perlu melakukan operasi pita suara?

Pita suara adalah dua lipatan otot yang terletak pada kotak suara (laring). Jaringan ini berfungsi memproduksi suara dari aliran udara yang keluar dari paru-paru.

Bentuk dan ukuran pita suara setiap orang berbeda. Saat udara mengalir di dalam kotak suara, pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara khas seseorang.

Sayangnya, pita suara tidak selalu dalam keadaan baik. Alat penghasil suara manusia ini bisa saja mengalami gangguan, sama seperti anggota tubuh lainnya.

Gangguan yang dialami umumnya berasal dari masalah di tenggorokan, salah satunya adalah laringitis. Pada laringitis ringan, gangguan pita suara dan gejala ringan, seperti sakit saat menelan bisa diatasi dengan minum obat dan cara alami di rumah.

Namun, Anda mungkin saja membutuhkan operasi pita suara jika terjadi gangguan serius, terutama pada kondisi yang menyebabkan suara hilang.

Menurut John Hopkins Medicine, ada beberapa kondisi yang memengaruhi pita suara dan memerlukan penanganan operasi untuk memulihkan fungsinya, seperti:

  • Laringitis yang menimbulkan gejala berat hingga kronis
  • Polip dan nodul pita suara
  • Kelumpuhan pita suara. Kondisi di mana pita suara tidak mampu bergerak dan menghasilkan suara yang bisa disebabkan oleh cedera, stroke, tumor, kanker laring atau tiroid, gangguan saraf, dan infeksi virus.

Apa saja jenis operasi untuk pita suara?

Jenis-jenis operasi pita suara

Operasi pita suara adalah prosedur pembedahan jaringan lain yang mengganggu produksi suara. Ada dua prosedur umum yang dipakai untuk membedah pita suara. Perbedaan keduanya terletak di proses operasi.

Prosedur pertama, operasi biasanya dilakukan secara langsung menggunakan bedah terbuka atau membuat sayatan pada leher. Sementara itu, prosedur yang satu lagi, dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan endoskopi. Endoskopi tidak melibatkan pembedahan terbuka, tetapi melalui tabung yang dimasukkan ke dalam mulut dan tenggorokan.

Operasi pita suara dengan bedah terbuka memungkinkan kontrol yang lebih mudah pada pita suara, karena bisa langsung berhadapan dengan pita suara.

Sementara prosedur endoskopi memungkinkan pengamatan yang lebih dekat sehingga pengangkatan jaringan abnormal di pita suara pun jadi lebih akurat.

Kedua prosedur ini dilakukan dengan bius total, sehingga Anda tidak akan sadar selama proses operasi berjalan.

Beberapa jenis operasi yang biasanya dilakukan untuk mengobati gangguan pada pita suara, antara lain:

1. Mikrolaringoskopi

Mikrolaringoskopi bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan di pita suara ataupun pembedahan.

Jenis operasi ini dilakukan dengan menggunakan tabung mikroskop (laringoskop) dengan kamera video yang dimasukkan melalui mulut ke dalam pita suara.

Hal ini dilakukan guna mendapatkan pengamatan yang lebih dekat pada kondisi pita suara. Prosedur ini sangat membantu proses pengangkatan atau mengikis jaringan abnormal, seperti polip atau nodul di pita suara.

2. Laringoplasti medialisasi

Laringoplasti medialisasi adalah prosedur pembedahan pita suara yang bertujuan untuk memperbesar lipatan otot-otot pita suara. Prosedur dilakukan dengan memasang implan pada laring untuk memperbaiki posisi pita suara.

Terkadang, pasien yang melakukan laringoplasti perlu melakukan operasi kedua kalinya untuk kembali mengatur posisi implan di kotak suara.

Operasi ini lebih sering dilakukan untuk mengobati gangguan pita suara yang disebabkan oleh masalah neurologis, seperti kelumpuhan pada saraf laring yang mengganggu fungsi satu atau kedua lipatan pita suara.

3. Reposisi pita suara

Reposisi pita suara bertujuan untuk memperbaiki posisi atau membentuk ulang lipatan pita suara untuk memperbaiki fungsi produksi suara. Prosedur ini biasanya dilakukan pada kondisi pita suara yang rusak.

Pemulihan operasi ini membutuhkan waktu 6-9 bulan sampai pita suara kembali bekerja dengan optimal. Untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif, prosedur ini bisa dilengkapi dengan metode bulk injection.

4. Bulk injection

Prosedur ini mengharuskan dokter untuk menyuntikkan cairan yang terdiri dari lemak, kolagen, atau zat khusus lainnya ke bagian pita suara.

Bulk injection adalah operasi yang dilakukan untuk kondisi otot-otot pita suara yang mengalami penyusutan dan kelumpuhan.

Cairan lemak yang disuntikkan bisa membuat posisi pita suara mendekat ke bagian tengah kotak suara sehingga pita suara yang lumpuh bisa kembali bergerak saat Anda berbicara, menelan, ataupun batuk.

Apa saja risiko atau efek samping dari operasi pita suara?

Tidak jauh berbeda dengan prosedur pembedahan lainnya, operasi pita suara juga dapat memiliki risiko sendiri, misalnya:

  • Cedera pada pita suara
  • Perubahan permanen pada suara
  • Lidah mati rasa akibat adanya tekanan dari laring (biasanya akan kembali dalam beberapa minggu usai operasi)
  • Infeksi (jarang terjadi bila operasi dilakukan dengan steril)
  • Risiko dari obat bius seperti henti jantung dan reaksi obat (sangat jarang terjadi)

Efek samping dari operasi tidak selalu dialami setiap orang. Seiring waktu suara bisa kembali pulih seperti semula, apalagi jika Anda juga rutin melakukan terapi suara. Cara ini bisa meningkatkan kekuatan dan kelenturan pita suara sekaligus kemampuan mengatur keluar masuknya udara.

Namun, Anda perlu segera berkonsultasi pada dokter jika terjadi perubahan yang tidak biasa setelah berminggu-minggu pembedahan pita suara dilakukan.

Proses pemulihan setelah pita suara dioperasi

Untuk mempercepat proses penyembuhan, dokter akan merekomendasikan beberapa langkah perawatan penting untuk pemulihan pasca operasi.

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kembali fungsi pita suara setelah dioperasi:

  • Beristirahat total selama kurang lebih tiga hari pertama usai operasi.
  • Selama beristirahat, cobalah untuk melatih kemampuan pita suara Anda dengan mencoba berbicara atau melakukan terapi suara.
  • Memperbanyak asupan cairan untuk tubuh agar menghindari tenggorokan kering sehingga cepat pulih.
  • Hindari konsumsi rokok dan alkohol karena rokok bisa merusak pita suara. Selain itu, hindari juga paparan asap rokok atau polusi udara yang dapat terhirup di lingkungan sekitar Anda.

Operasi pita suara berguna untuk mengembalikan kemampuan pita suara yang terganggu akibat penyakit atau kondisi tertentu. Terdapat beberapa jenis operasi yang disesuaikan dengan penyebab dan tingkat kerusakan pita suara.

Risiko dari operasi memang ada, tapi hal ini tergantung dari seberapa parah kerusakan yang dialami. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah prosedur yang dilakukan memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan risikonya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Williamson, A., & Shermetaro, C. (2020). Unilateral Vocal Cord Paralysis. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535420/

Alexander, R. (2011). What is Laryngoplasty? – Otorhinolaryngology – Head & Neck Surgery. Retrieved 10 December 2020, from https://med.uth.edu/orl/2011/07/08/laryngoplasty/

Cleveland Clinic. (2020). Vocal Cord Nodules, Polyps & Cysts: Treatment & Prevention. Retrieved 10 December 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15424-vocal-cord-lesions-nodules-polyps-and-cysts

Mayo Clinic. (2020). Vocal cord paralysis – Diagnosis and treatment. Retrieved 10 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vocal-cord-paralysis/diagnosis-treatment/drc-20378878

Johns Hopkins Medicine. (2020). Vocal Cord Disorders. (2020). Retrieved 10 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vocal-cord-disorders#:~:text=Some%20of%20the%20more%20common%20vocal%20cord%20disorders%20include%20laryngitis,or%20trouble%20swallowing%20or%20coughing.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 02/12/2020
x