Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa radang tenggorokan merupakan masalah kesehatan biasa dan bukan tanda atau ciri gangguan kesehatan serius. Padahal, kondisi ini merupakan tanda bahwa sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang sedang tidak bekerja optimal atau melemah. Untuk itu, mari kita lebih memahami radang tenggorokan dan hubungannya dengan sistem imun.

Mengenal penyebab dan gejala radang tenggorokan

mengatasi sakit tenggorokan ibu menyusui

Radang tenggorokan atau dalam istilah kedokteran disebut faringitis, adalah proses peradangan yang meliputi inflamasi dan/atau infeksi pada bagian selaput lendir (mukosa) dan submukosa area tenggorok (faring).

Proses peradangan ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Selain itu, radang tenggorokan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti:

  • Mengidap alergi,
  • Refluks asam lambung,
  • Post nasal drip (ingus atau cairan kental dari rongga hidung yang masuk ke tenggorokan),
  • Faktor makanan seperti makanan yang terlalu panas dan pedas,
  • Konsumsi alkohol
  • Faktor lingkungan seperti paparan polusi asap dan kebiasaan merokok.

Gejala dari radang tenggorokan bervariasi dari yang ringan hingga berat. Gejala ini bisa berupa:

Hubungan antara radang tenggorokan dan sistem imun

mengobati radang tenggorokan

Secara anatomi, tenggorokan memiliki lapisan mukosa (selaput lendir) dan jaringan limfoid pada area cincin Waldeyer yang memiliki fungsi imunitas yang cukup penting.

Sel-sel imun di selaput lendir dan jaringan limfoid yang sehat dapat mencegah masuknya kuman patogen (mikroorganisme yang mampu menimbulkan penyakit) yang dapat menyebabkan radang. Ketika terjadi kerusakan pada lapisan dan struktur pelindung ini, yang umumnya disebabkan oleh iritasi akibat makanan dan faktor lingkungan, bisa memicu radang dan infeksi menjadi lebih sering Anda alami.

Radang yang disebabkan oleh iritasi ringan dapat sembuh dalam waktu beberapa hari dengan pengaturan makanan yang tepat, dan menghindari faktor risiko dari paparan lingkungan.

Di sisi lain, radang yang disebabkan infeksi bakteri seperti Streptococcus B Hemoliticus dapat menyebabkan komplikasi ke jantung dan ginjal. Keluhan nyeri dan sakit saat menelan juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan nutrisi dan dapat menyebabkan kondisi yang semakin melemah serta menurunkan daya tahan tubuh.

Tidak lupa, kesehatan tenggorokan juga menjadi sangat penting di tengah pandemi COVID-19. Menurut CDC (Control of Disesase and Prevention), radang tenggorokan merupakan salah satu dari beberapa gejala COVID-19, karena viral load atau virus covid-19 banyak ditemukan pada area tenggorokan. 

Ketika Anda mengalami radang tenggorokan, berarti hal ini bisa menjadi tanda bahwa sistem imun sedang melemah. Ada sebaiknya Anda segera memperbaiki asupan nutrisi hingga menjaga kebersihan dengan tujuan agar sistem imun kembali bekerja dengan normal dan terhindar dari paparan virus COVID-19.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dan bantu redakan radang tenggorokan?

pelega tenggorokan

Umumnya, radang ringan dapat membaik dengan obat-obat simtomatik seperti obat nyeri dan pengaturan makanan serta menghindari berbagai faktor resiko dari lingkungan.

Akan tetapi, untuk radang yang disebabkan mikroorganisme patogen, sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh dan masa inkubasinya; atau masa mulai saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saat penularan) sampai saat timbulnya penyakit.

Sebagai tindakan untuk bantu meredakan radang tenggorokan yang menjadi tanda sistem imun sedang melemah, Anda bisa memanfaatkan permen pelega tenggorokan dengan kandungan Double Active Agents (Amylmetacresol & Dibenal), serta vitamin C. Pemakaian permen pelega tenggorokan yang memiliki efek pereda nyeri lokal, antiseptik, mentol, dan vitamin C dapat diberikan pada kondisi radang akut dengan keluhan nyeri dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan yang mengganggu.

Selain konsumsi permen pelega tenggorokan, Anda juga harus mengontrol makanan bergizi, minum yang cukup, dan kurangi paparan faktor risiko dari lingkungan.

Pencegahan secara umum adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, di antaranya:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun,
  • Menjaga kebersihan alat makan,
  • Makan makanan sehat bergizi seimbang,
  • Selalu menyempatkan untuk berolahraga,
  • Menghindari gaya hidup buruk seperti konsumsi alkohol, merokok, makanan yang terlalu pedas, dan panas.
  • Minum air putih yang cukup yaitu 2 liter per hari
  • Selalu menjaga kebersihan area mulut.

Jika keluhan radang disertai demam yang tidak reda dalam 2-3 hari, ada baiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya. Dokter akan melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kondisi tersebut memerlukan terapi yang lebih spesifik atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli dr. Ferucha Moulanda, Sp.THT-KL

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: dr. Ferucha Moulanda, Sp.THT-KL
cara menjaga kesehatan tenggorokan

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ketahui alasan mengapa radang tenggorokan bisa menjadi salah satu tanda yang menunjukan bahwa sistem imun Anda sedang lemah dan tidak bekerja optimal.

Ditulis oleh: dr. Ferucha Moulanda, Sp.THT-KL
tanda radang tenggorokan

3 Alasan Mengapa Tenggorokan Perlu Dijaga dengan Baik

Tenggorokan memiliki peran penting yang membantu kita melakukan kegiatan dalam keseharian. Berikut ini alasan dan cara mudah menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: dr. Ferucha Moulanda, Sp.THT-KL
menjaga kesehatan tenggorokan

Yang juga perlu Anda baca

Mendeteksi Gejala HIV & AIDS Sesuai Dengan Stadiumnya

Gejala pada tahap awal saat baru terinfeksi HIV berbeda dengan saat penyakit sudah memasuki stadium 4. Apa saja gejala HIV dan AIDS?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Agranulositosis adalah kondisi langka ketika kadar granulosit menjadi sangat rendah. Ini bisa terjadi karena keturunan ataupun didapat saat dewasa.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
tenggorokan gatal

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
anatomi tubuh manusia

Anatomi Tubuh Manusia: Mengenal Sistem-Sistem Organ Manusia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit