home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ketahui Fungsi Pita Suara pada Manusia Saat Bicara

Ketahui Fungsi Pita Suara pada Manusia Saat Bicara

Pita suara memiliki fungsi yang sangat penting untuk membuat fonasi atau suara saat bicara. Bila Anda mengalami laringitis kronis bahkan kelumpuhan pita suara, Anda mungkin perlu menjalani operasi pita suara. Lalu, apa saja peran dari pita suara selain membuat fonasi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Fungsi pita suara pada manusia

Pita suara adalah lipatan jaringan otot di tenggorokan yang terletak pada laring atau kotak suara. Setiap orang memiliki bentuk dan ukuran pita suara yang berbeda.

Pita suara memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tiga fungsi pita suara yang perlu Anda ketahui.

1. Memproduksi suara

anatomi pita suara

Dua pertiga bagian depan pita suara terdiri dari otot yang tertutup oleh lapisan tipis bernama mukosa.

Selain itu, sepertiga bagian belakangnya terdiri dari tulang rawan bernama vocal process yang juga tertutup mukosa.

Ketika bicara, otot-otot di laring (kotak suara) menyatukan jaringan pita suara dan membuat getaran.

Kemudian getaran tersebut akan menghasilkan suara yang khas dari masing-masing orang. Inilah yang membuat suara setiap orang berbeda dengan yang lain.

Setelah itu, bagian atas tenggorokan akan mengubah suara ini untuk menghasilkan ucapan yang keluar lewat mulut.

2. Mengatur aliran udara ke paru-paru

Fungsi pita suara tidak hanya memproduksi suara, tetapi juga mengatur aliran udara ke paru-paru.

Mengutip dari Ear, Nose and Throat Surgeons, saat manusia bernapas, sepasang otot merentangkan pita suara sehingga udara mudah masuk ke paru-paru.

Sebelum masuk ke paru-paru, ada tiga gerakan pita suara yang mengatur aliran udara, yaitu imobilitas, unilateral imobilitas, dan bilateral imobilitas.

Bila pita suara tidak bergerak dengan benar, ini adalah kondisi yang tidak normal disebut imobilitas pita suara.

3. Mencegah tersedak

Selain mengatur aliran udara dan memproduksi suara, pita suara juga berfungsi untuk mencegah insiden tersedak yang berhubungan dengan epiglotis.

Epiglotis adalah bagian dari sistem pernapasan manusia, yakni berupa lipatan tulang rawan berbentuk daun yang berada di belakang lidah dan atas kotak suara (laring).

Saat bernapas, epiglotis akan terbuka agar udara bisa masuk ke laring menuju paru-paru.

Bagian ini juga menutup selama makan untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran pernapasan dan membuat tersedak.

Penyebab fungsi pita suara rusak

Pada kondisi tertentu, pita suara bisa terganggu dan menjadi rusak. Penyebab umum pita suara rusak adalah:

  • penggunaan pita suara yang berlebihan (saat bernyanyi, batuk, atau teriak),
  • merokok,
  • menghirup zat iritan yang merusak pita suara.

Gejala pita suara rusak bisa bervariasi, tergantung jenis gangguannya. Secara umum, tanda pita suara rusak adalah serak, suara terengah-engah, kesulitan menelan, dan batuk.

Bila Anda mengalami suara serak atau perubahan suara selama lebih dari 2 minggu, segera konsultasi ke dokter.

Anda bisa konsultasi ke dokter spesialis suara atau THT untuk pemeriksaan pita suara secara lengkap.

Pengobatan pita suara lengkap tergantung pada penyebabnya. Anda tidak perlu khawatir karena fungsi pita suara yang terganggu bisa sembuh dan pulih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Function of the Vocal Folds and Symptoms of Immobility – Eastern Virginia Medical School (EVMS), Norfolk, Hampton Roads. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.evms.edu/patient_care/specialties/ent_surgeons/services/laryngology/vocal_fold_immobility/function_of_the_vocal_folds_and_symptoms_of_immobility/

Vocal Cord Disorders. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vocal-cord-disorders

Normal Voice Function | Sean Parker Institute for the Voice. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://voice.weill.cornell.edu/voice-evaluation/normal-voice-function

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita