home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Hanya Flu, Tenggorokan Kering Juga Bisa Disebabkan Berbagai Hal Ini!

Bukan Hanya Flu, Tenggorokan Kering Juga Bisa Disebabkan Berbagai Hal Ini!

Salah satu gejala flu yang paling umum adalah tenggorokan yang kering dan meradang. Namun, tenggorokan yang kering dan gatal bisa disebabkan oleh banyak hal berbeda, misalnya udara yang kering dan kebiasaan merokok. Maka dari itu, cara terbaik untuk mengobatinya harus disesuaikan dengan akar masalahnya. Berikut ini berbagai penyebab tenggorokan sekaligus cara mengatasi tenggorokan kering.

Berbagai penyebab tenggorokan kering

gejala radang tenggorokan

Tenggorokan kering yang disebabkan oleh cuaca, minuman berkafein, atau aktivitas fisik seperti olahraga biasanya akan segera mereda setelah Anda meningkatkan asupan cairan. Namun, pada beberapa kasus, tenggorokan tetap terasa kering dan gatal meskipun Anda sudah minum air sebanyak-banyaknya.

Jangan menyepelekan kondisi ini, terutama jika sudah berlangsung selama beberapa hari dan diikuti keluhan kesehatan lain. Untuk mencari tahu penyebabnya, simak berbagai kemungkinan penyakit yang ditandai dengan tenggorokan kering berikut ini.

1. Infeksi virus (pilek, flu, mononukleosis)

Tenggorokan kering merupakan gejala umum dari infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh virus seperti pilek dan flu. Infeksi ini menyebabkan radang tenggorokan (faringitis) yang dapat membuat tenggorokan Anda terasa kering dan gatal.

Selain sakit tenggorokan, Anda juga biasanya mengalami serangkaian gejala khas seperti demam ringan, batuk, bersin-bersin, dan juga pegal-pegal.

Ada juga penyakit lain yang disebabkan oleh infeksi virus yang memiliki gejala khas tenggorokan gatal dan kering, yakni mononukleosis. Penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr yang menular melalui air liur.

2. Penyakit amandel

Amandel yang terletak di bagian belakang tenggorokan bertugas untuk membantu sistem daya tahan tubuh dengan menghalangi berbagai kuman memasuki saluran pernapasan.

Jika amandel mengalami peradangan (tonsilitis) atau gangguan lainnya seperti batu amandel, ludah akan terhambat untuk masuk ke tenggorokan. Akibatnya, tenggorokan Anda akan terasa kering. Umumnya keluhan lain yang muncul adalah sakit ketika menelan, suara serak, napas beraroma tak sedap, dan demam.

2. Laringitis

Penyakit ini terjadi ketika pita suara Anda mengalami peradangan atau iritasi. Biasanya penyakit laringitis disebabkan oleh bakteri atau infeksi virus. Gejala yang ditimbulkan antara lain tenggorokan kering, suara serak, demam, dan batuk tak berdahak.

Laringitis seharusnya akan mereda setelah kira-kira dua minggu. Namun, jika penyakit ini tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, ada kemungkinan Anda mengidap penyakit laringitis kronis yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

3. Alergi

Beberapa jenis alergen seperti serbuk bunga, asap rokok, dan hewan peliharaan bisa menyebabkan reaksi alergi berupa tenggorokan gatal dan kering. Jika gangguan ini tak kunjung mereda setelah berhari-hari dan disertai batuk, tenggorokan gatal, dan hidung berair, maka besar kemungkinannya Anda mengidap alergi tertentu.

4. Dehidrasi

Salah satu gejala kekurangan cairan adalah tenggorokan kering. Tanda-tanda lainnya yang harus Anda perhatikan adalah mulut kering, lidah membengkak, pusing, dan jantung berdebar. Anda juga bisa melihat warna urin untuk memastikan bahwa Anda tidak kekurangan cairan.

Jika disepelekan, dehidrasi bisa berakibat fatal. Siapa pun bisa terserang dehidrasi, terlebih jika Anda banyak berkeringat, kurang minum air, atau sedang menderita diare.

Berada di ruangan tertutup dengan pendingin ruangan juga bisa membuat Anda lupa minum, padahal tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat pernapasan dan penguapan pada kulit. Akibatnya, tubuh jadi dehidrasi dan tenggorokan pun terasa kering.

5. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

GERD menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mencapai tenggorokan dan menyebabkan iritasi. Akibatnya, tenggorokan akan terasa kering, gatal, dan perih.

Selain itu, GERD juga dapat menunjukan gejala lain seperti batuk kering, sulit menelan, rasa panas dan terbakar di dada hingga suara yang serak.

5. Sleep apnea

Hati-hati jika Anda sering bangun tidur dengan tenggorokan yang terasa kering dan perih. Bisa jadi Anda mengidap sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan bernapas.

Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan rasa lelah atau mengantuk padahal sudah tidur cukup, sakit kepala di pagi hari, dan bangun tiba-tiba karena sesak napas, tersedak, atau terengah-engah. Jika tidak segera ditangani, sleep apnea bisa mengancam nyawa.

6. Sindrom Sjorgen

Sindrom Sjorgen adalah penyakit autoimun yang menyerang selaput lendir dan kelenjar yang menjaga kelembapan. Biasanya mata, mulut, dan tenggorokan adalah bagian tubuh yang akan terasa kering.

Penyakit ini bisa menyerang pada usia berapapun, tapi paling banyak ditemui pada wanita di atas 40 tahun. Sindrom Sjorgen juga ditandai dengan nyeri sendi, ruam pada kulit, batuk tidak berdahak, dan pada beberapa kasus disertai dengan serangan penyakit lupus atau rematik.

7. Kanker kelenjar ludah

Kelenjar ludah terletak pada tenggorokan, leher, dan mulut. Fungsinya adalah memproduksi cairan untuk menjaga jaringan tetap lembap.

Kanker kelenjar ludah biasanya ditunjukkan lewat gejala tenggorokan dan mulut kering, pembengkakan leher, dan pada tahap akhir muncul benjolan yang menyebabkan sulit menelan. Kanker ini jarang terjadi dan penyebabnya bermacam-macam, mulai dari pola makan yang tinggi lemak, kebiasaan merokok, hingga keturunan.

Cara mengatasi tenggorokan kering berdasarkan penyebabnya

Air garam hangat untuk obat batuk alami

 

Tenggorokan yang kering tentu membuat Anda tidak nyaman dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan atau berbicara. Selain minum banyak air untuk meredakan tenggorokan kering, silakan coba berbagai cara berikut ini.

1. Kumur air garam

Berkumur dengan air garam dapat meredakan berbagai gangguan yang menyerang tenggorokan, termasuk tenggorokan yang terasa kering.Garam mampu mengurangi pembengkakan dan iritasi sekaligus membersihkan virus-virus yang bersarang di mulut dan tenggorokan.

Larutkan 1/2 sendok garam dalam satu gelas air hangat, lalu berkumurlah selama 30 sampai 60 detik. Berkumurlah 3-4 kali dalam sehari sampai rasa kering di tenggorokan mereda.

2. Memperbanyak cairan

Sakit tenggorokan tanpa sebab yang jelas mungkin tandanya Anda kurang minum. Tubuh yang kekurangan cairan tidak bisa memproduksi liur dalam jumlah banyak untuk membasalah mulut dan tenggorokan.

Sebagai cara mengatasi tenggorokan kering akibat dehidrasi, Anda cukup minum air hingga tenggorokan terasa lebih baik. Selain itu, usahakan untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang bisa membuat tenggorokan kering dan gatal, pusing, dan lemas.

Jus buah, air mineral, dan juga air kelapa menjadi sumber air yang bagus untuk melegakan tenggorokan Anda. Hindari minuman soda dan kafein karena bisa membuat tubuh kehilangan lebih banyak air.

3. Madu

Madu memiliki efek melegakan tenggorokan dan berfungsi sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Selain itu, tekstur madu yang kental akan membantu menjaga kelembapan di tenggorokan lebih lama. Anda bisa mencampurkan madu dengan air hangat atau teh, tapi bisa juga Anda konsumsi langsung.

4. Permen pelega tenggorokan

Permen pelega tenggorokan bisa melembapkan jaringan-jaringan pada mulut dan tenggorokan. Selain itu, permen ini juga akan merangsang produksi ludah yang akan membantu membasahi tenggorokan.

Hindari permen pelega tenggorokan yang mengandung gula atau perasa tambahan supaya tenggorokan tidak terasa gatal.

5. Obat tenggorokan kering akibat alergi

Alergi rhinitis sekelompok gejala termasuk pilek, bersin, batuk, tenggorokan kering, dan mata gatal yang terjadi akibat paparan suatu pemicu alergi. Misalnya debu atau bulu binatang.

Menurut studi dari The Journal Of Nutritional Biochemistry, gejala-gejala alergi rhinitis dapat diobati dengan:

  • Mengonsumsi obat antihistamin seperti diphenhydramine untuk mengobati alergi.
  • Suntikan alergi yang dilakukan oleh dokter jika dengan obat antihistamin minum tidak membaik.
  • Mengonsumsi obat dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat.
  • Minum teh jahe hangat untuk melegakan tenggorokan, karena jahe memiliki sifat antiradang.
  • Kunyah bawang putih, karena bawang putih memiliki efek antihistamin.
  • Kunyah bawang merah karena bersifat antiradang dan mengandung antioksidan.

6. Obat tenggorokan kering akibat GERD

Untuk mengatasi tenggorokan kering akibat GERD, Anda perlu mengobati GERD itu sendiri dengan cara:

  • Mengonsumsi antasida untuk menetralisir asam lambung.
  • Mengonsumsi H2 inhibitor seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), ranitidine (Zantac) untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • Meninggikan kepala dengan bantal saat tidur untuk mencegah asam mengalir ke kerongkongan dan tenggorokan.
  • Tidak makan-makanan yang memicu rasa panas pada perut seperti makanan pedas, yang mengandung kafein, mint, dan bawang putih.
  • Mengenakan pakaian yang longgar untuk mencegah perut tertekan yang dapat menaikkan asam lambung mengalir ke kerongkongan.
  • Berikan jeda 1-2 jam setelah makan jika ingin tidur.

Jika Anda mengalami gejala tenggorokan kering selama 1-2 minggu, dan tidak membaik dengan pengobatan di rumah dan mengubah gaya hidup, maka Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic.(2020). How much water do you need to stay healthy?.Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/water/art-20044256

Cleveland Clinic. (2020). Mononucleosis (Mono): Symptoms, Treatment & Diagnosis. Retrieved 15 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13974-mononucleosis

Cleveland Clinic. (2020). Common Cold: Symptoms, Cold vs. Flu, How Long It Lasts, Treatment. Retrieved 15 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12342-common-cold

Kawamoto, Y., Ueno, Y., Nakahashi, E., Obayashi, M., Sugihara, K., & Qiao, S. et al. (2016). Prevention of allergic rhinitis by ginger and the molecular basis of immunosuppression by 6-gingerol through T cell inactivation. The Journal Of Nutritional Biochemistry, 27, 112-122. https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2015.08.025

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 04/02/2021
x