Hati-hati, Gangguan Pendengaran yang Tak Ditangani Segera Bisa Berujung Pada Demensia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang menunggu sampai kehilangan pendengaran, baru akhirnya mau menggunakan alat bantu dengar. Padahal menurut penelitian, pendengaran Anda sangat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Jadi, Anda tidak bisa mengabaikan begitu aja kalau ada masalah seperti hilang pendengaran. Kira-kira bagaimana pendengaran manusia memengaruhi kesehatannya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Bagaimana pendengaran memengaruhi kesehatan tubuh?

Dalam sebuah penelitian yang dimuat pada American Journal of Epidemiology, peserta penelitian berusia lanjut yang mengalami gangguan pendengaran tingkat sedang hingga serius ternyata mengalami penurunan daya ingat serta kemampuan mental lainnya seperti berpikir dan mengambil keputusan.

Melalui mesin pemindaian, para ahli melaporkan bahwa orang dengan gangguan pendengaran juga akan mengalami atrofi atau penyusutan otak. Penyusutan inilah yang menyebabkan fungsi otak semakin menurun.

Menurut penelitian pada tahun 2015 ini, mereka yang mengalami atrofi otak jadi lebih rentan mengalami demensia. Jadi, hilang pendengaran memang bisa merembet sampai masalah otak.

Untungnya, penelitian lain dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) di tahun yang sama menguak bahwa penggunaan alat bantu dengar yaitu implan koklea bisa mencegah penurunan fungsi otak. Bahkan lansia yang menggunakan implan koklea melaporkan peningkatan khususnya dalam daya ingat dan konsentrasi.

Nah, hal ini terjadi karena saat Anda hilang pendengaran, otak dipaksa untuk bekerja lebih keras dalam memahami suara-suara yang terdengar sayup di sekitar Anda. Selain itu, suara yang Anda dengar bisa menjadi impuls dan merangsang aktivitas otak. Kalau Anda sulit mendengar, otak pun jadi lebih pasif sehingga pelan-pelan fungsinya menurun.

Hilang pendengaran bukan cuma karena usia

Meskipun gangguan pendengaran biasanya dialami oleh orang-orang lanjut usia, bukan berarti orang muda sama sekali bebas dari risiko. Justru berbagai penelitian terbaru menunjukkan kalau remaja dan orang dewasa generasi sekarang lebih rentan hilang pendengaran.

Penyebabnya antara lain mendengarkan musik dengan suara terlalu keras. Selain itu, bekerja di tempat yang bising, cedera di kepala, dan infeksi di telinga juga bisa membuat Anda berisiko mengalami hilang pendengaran.

Karena itu, sebisa mungkin jaga kesehatan telinga Anda dan segera periksa ke dokter kalau Anda merasa ada yang salah dengan pendengaran Anda. Semakin cepat dideteksi, Anda punya peluang makin besar untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Yuk, tes sebaik apa pendengaran Anda!

Untuk memantau seberapa baik pendengaran Anda, Anda bisa melakukan tes sendiri di rumah. Hearing Health Foundation, yaitu organisasi yang bergerak di bidang pendengaran dan penelitian asal Amerika Serikat telah menyusun tes mandiri berikut ini untuk menguji pendengaran Anda. Silakan dijawab.

  1. Apakah Anda sulit mendengar orang di telepon?
  2. Apakah Anda sulit mengikuti pembicaraan kalau ada dua orang atau lebih yang bicara bersamaan?
  3. Apakah orang rumah sering mengeluh karena Anda menyetel suara televisi terlalu keras?
  4. Apakah Anda kesulitan memahami percakapan orang-orang?
  5. Apakah Anda sulit mendengar kalau sedang ada suara bising di sekitar?
  6. Apakah Anda sering minta orang lain untuk mengulangi perkataannya?
  7. Apakah Anda merasa kalau orang-orang bicaranya tidak jelas, seolah cuma menggumam?
  8. Apakah Anda sering salah paham atau menjawab yang tidak nyambung?
  9. Apakah Anda kesulitan mendengar suara perempuan dan anak-anak ketika mereka bicara?
  10. Apakah orang-orang sering merasa kesal karena Anda sering salah tangkap ketika diajak bicara?

Kalau Anda menjawab “Ya” untuk sekurang-kurangnya tiga pertanyaan di atas, sebaiknya Anda segera periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit