Tips Seks Oral Aman Meski Pakai Kawat Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Agar gelora asmara Anda dan pasangan tidak monoton, tidak ada salahnya untuk berpetualang mencoba cara lain untuk bercinta. Misalnya dengan seks oralMenjilat, mengemut, dan mengulum penis bisa jadi alternatif seks yang menyenangkan buat satu sama lain. Namun, bagaimana cara yang aman jika wanitanya pakai behel saat oral seks agar tidak malah melukai penis?

Pakai behel saat seks oral bisa berisiko infeksi

pakai kondom saat seks oral

Dikutip dari Asian Parent Singapore, pakai behel saat oral seks dapat mengundang sejumlah risiko bahaya. Seorang dokter gigi asal Thailand, Dr. Pitipong Srichaiyoruk, bercerita bahwa ada seorang pasiennya yang melukai penis pasangannya saat melakukan blowjob karena ia memakai behel. Kulit penis pasangannya mengalami luka lecet kemudian terkelupas dan berdarah akibat teriris besi kawat gigi.

Namun, cedera iritasi bukan satu-satunya risiko yang mungkin terjadi dari seks oral sementara pakai kawat gigi. Dr. Nigel Carter dari British Dental Health Foundation mengatakan jika Anda pakai kondom saat seks oral, ada risiko kondom bisa sobek karena terkoyak besi kawat sehingga akhirnya bocor.

Apabila prianya positif memiliki penyakit kelamin, air mani yang bocor dari kondom sobek bisa menyebarkan penyakit pada pasangan wanita. Terlebih pemakai behel biasanya memiliki luka sariawan di gusi atau bibirnya yang bisa menjadi tempat masuk kuman penyebab penyakit kelamin.

Lalu, bagaimana tips amannya?

Jika Anda pakai behel saat seks oral, pastikan Anda melakukannya dengan hati-hati. Lakukan dengan lembut dan perlahan. Begini mulainya:

  • Katupkan bibir ke dalam hingga menutupi barisan gigi untuk menghindari insiden penis tergigit secara tidak sengaja.
  • Jangan terlalu cepat memasukkan penis ke dalam mulut untuk memastikan tidak melukai kulit penis dan tidak ada rambut kemaluan yang tersangkut di behel.
  • Jangan pula terlalu dalam memasukkan penis terlalu dalam sampai tersedak (deepthroating). Ini juga dapat merisikokan penis tergores oleh kawat besi behel.

Dr. Nigel  Carter juga menyarankan untuk tidak memasukkan penis sampai ke dalam tenggorokan. Ia menganjurkan untuk mengulum dan memainkan penis sampai di rongga tengah mulut saja untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Selain itu, kulit dan rambut kemaluan penis yang secara tidak sadar tersangkut di behel bisa bikin gigi kotor karena kuman yang terbawa di dalam rambut atau kulit penis.

Perhatikan ini juga!

  • Pakai pelumas. Untuk menghindari gesekan berlebih pada gigi, cobalah gunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat menggunakan pelumas untuk membuat dental dam lebih lentur dan tidak cepat rusak.
  • Lihat dan perhatikan luka atau kotoran sekecil apapun. Tubuh pasangan seks yang terlihat sehat dan bugar bukan jaminan alat vitalnya juga sehat dan bersih. Untuk pria dan wanita, sebelum melakukan seks oral baiknya lihat dulu secara jelas, apakah ada luka atau cairan anbormal selain sperma yang terdapat pada penis atau bibir masing-masing.
  • Sikat gigi dan kumur cairan antiseptik. Setelah selesai oral seks, baiknya Anda dan pasangan segera membersihkan mulut dengan menggosok gigi dan berkumur dengan obat kumur antiseptik untuk membunuh bakteri.
  • Penting juga untuk perhatikan kondisi kesehatan Anda apakah bermasalah atau tidak setelah melakukan seks oral, dan jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter perihal kesehatan Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit