3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhubungan Seks Setelah Aborsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda yang pernah mengalami aborsi medis tentu membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikis seperti semula. Tidak dapat dipungkiri bahwa aborsi cukup membuat Anda merasa terpukul, sedih, hingga rasa bersalah. Hubungan seks memang dipercaya dapat memberikan ketenangan dan memulihkan perasaan Anda, tapi bagaimana bila dilakukan setelah aborsi? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum berhubungan seks setelah aborsi? Baca terus ulasan berikut ini.

Kapan bisa mulai bercinta lagi setelah aborsi?

Aborsi adalah suatu tindakan mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Di Indonesia sendiri, aborsi hanya dilegalkan dengan persetujuan dokter berdasarkan alasan medis yang bisa membahayakan kesehatan ibu atau ada masalah pada janin.

Aborsi yang dilakukan dengan prosedur yang tepat tentu lebih aman dan lebih sedikit komplikasi. Meski demikian, tidak sedikit pula wanita yang mengalami beberapa efek samping pasca aborsi, di antaranya kram perut, perdarahan, mual, muntah, nyeri payudara, dan kelelahan. Alasan inilah yang membuat wanita takut untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi.

Pada dasarnya, Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan seks setelah aborsi atau dikuret. Hanya saja, berikan jeda waktu sekitar 2 sampai 3 minggu sejak awal upaya pemulihan untuk mengurangi risiko infeksi.

Pasalnya, apapun yang dimasukkan ke dalam vagina wanita, termasuk dengan penetrasi penis saat berhubungan seksual, dapat membuat mikroorganisme masuk ke vagina dan menginfeksi rahim. Karena itu, Anda tidak dianjurkan untuk terburu-buru berhubungan seks setelah aborsi, baik dengan penetrasi maupun masturbasi.

Untuk menentukan apakah Anda telah siap berhubungan seks setelah aborsi, segera temui dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul menggunakan dengan alat khusus (spekulum) untuk melihat sejauh mana proses pemulihan Anda dari efek aborsi.

Bila dokter telah menyatakan Anda dalam kondisi sehat dan pulih, itu artinya Anda sudah boleh kembali melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Perhatikan hal ini dulu sebelum kembali berhubungan seks setelah aborsi

1. Pastikan kondisi kesehatan Anda sudah pulih

Sebelum memutuskan untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi, pastikan dulu bahwa tubuh Anda telah siap dan pulih sepenuhnya secara fisik dan mental.

Baik setelah aborsi medis maupun bedah, Anda mungkin akan mengalami perdarahan dan beberapa ketidaknyamanan seperti kram perut, mual, muntah, dan kelelahan. Hal ini tentu akan membuat Anda semakin stres sehingga seks terasa tidak memuaskan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dokter menganjurkan Anda untuk beristirahat penuh selama 2 sampai 3 minggu untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikis.

Setelah dokter menyatakan Anda sehat dan pulih, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan seksual. Jika Anda tiba-tiba mengalami nyeri tajam di bagian perut saat berhubungan seks setelah aborsi, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Gunakan alat kontrasepsi yang tepat

alat kontrasepsi efektif

Bila Anda memutuskan untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi, tapi tidak menginginkan kehamilan, maka konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran alat kontrasepsi terbaik untuk Anda.

Dilansir dari Women’s Health, menurut Leah Millheiser, M.D, direktur asal Stanford University Medical School, mengatakan bahwa hari ketika Anda melakukan aborsi terhitung menjadi hari pertama siklus haid Anda. Ini artinya, Anda akan mengalami masa subur dan berpeluang untuk kembali hamil saat berhubungan seks setelah aborsi.

Oleh karena itu, pertimbangkan bersama dokter mengenai jenis alat kontrasepsi apa yang sesuai dengan kondisi Anda. Salah satu pilihannya adalah kondom, alat kontrasepsi yang dapat membantu mengurangi infeksi pasca aborsi sekaligus mencegah kehamilan.

3. Anda tidak perlu menunggu lama untuk bisa menggunakan alat kontrasepsi

Kabar baiknya, kondisi tubuh Anda pasca aborsi memungkinkan untuk menerima alat kontrasepsi jenis apapun, baik dengan pil KB, IUD, atau alat kontrasepsi lainnya.

Jadi, Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk bisa menggunakan alat kontrasepsi. Bahkan, Anda bisa meminta dokter untuk memasangkan IUD pada waktu yang bersamaan dengan prosedur aborsi medis.

Kalau Anda ingin benar-benar menunda kehamilan setelah aborsi, baiknya gunakan IUD yang lebih efektif mencegah kehamilan. Namun bagaimanapun, tetap konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang tepat untuk Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Sebagaimana alat kontrasepsi lain, ada berbagai efek samping IUD atau KB spiral yang harus Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit